TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Setelah hampir tiga bulan tak memiliki pelatih Timnas Indonesia, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih kepala.
PSSI secara resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia bertempat di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).
John Herdman ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert yang dipecat oleh PSSI pada 16 Oktober 2025 silam.
John Herdman hadir langsung didampingi oleh Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI beserta jajaran pengurus lainnya.
Dalam perkenalan itu, John Herdman mengungkapkan sejumlah alasannya memilih untuk melatih skuad Garuda.
Dibantu dengan translator yang hadir, John Herdman mengaku jika ia ingin bekerja sama dengan PSSI untuk membangun sepak bola di sini, karena menurutnya Indonesia memiliki pemain, abilitasnya, dan liga yang baik.
Baginya, bisa melatih Timnas Indonesia adalah sebuah kesempatan yang besar, apalagi memiliki basis suporter paling besar kurang lebih 280 juta fans sepak bola.
Menurut Herdman, melatih Timnas Indonesia adalah sebuah kesempatan.
Dirinya ingin membawa Indonesia dan para suporternya mengalami sesuatu yang tidak pernah dialami dalam sejarah sebelumnya, yakni kualifikasi Piala Dunia.
Dan saat ditanya soal tekanan, John Herdman mengaku jika ia tidak melihatnya sebagai sebuah beban.
Namun John Herdman menganggapnya sebagai sebuah berkah.
Hal serupa pernah dialami John Herdman saat menukangi Timnas Kanada, saat itu ia berhasil membawa negara tersebut lolos Piala Dunia setelah 36 tahun.
Tapi yang perlu digaris bawahi, kesuksesan John Herdman bersama Timnas Kanada tidak dialami satu malam saja, namun melalui proses yang panjang.
Itulah yang nantinya juga dialami John Herdman bersama Timnas Indonesia.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Tanpa Rekrutan Baru di Paruh Musim, Van Gastel Ungkap Kondisi Skuad
John Herdman lahir pada 19 Juli 1975 di Consett, County Durham, Inggris.
Kariernya di dunia sepak bola berawal dari pemain profesional.
Namun, karier John Herdman sebagai pemain sepak bola tidak berjalan lama lantaran ia memilih menjadi pelatih sejak berusia belia.
Saat berusia 28 tahun, John Herdman hijrah ke Selandia Baru dan memulai kariernya sebagai pelatih.
John Herdman pertama kali melatih tim junior yang ada di Selandia Baru.
Karier kepelatihan John Herdman kemudian berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi, ia ditunjuk sebagai juru taktik Timnas Selandia Baru putri pada 2006 hingga 2011.
Selama menukangi Timnas Selandia Baru putri kurang lebih lima tahun, sejumlah prestasi berhasil ia torehkan.
John Herdman tercatat membawa Timnas Selandia Baru putri lolos ke Piala Dunia Wanita edisi 2007 dan 2011.
Tidak hanya itu, John Herdman juga berhasil membawa Timnas Selandia Baru putri lolos Olimpiade 2008 Beijing.
Prestasi yang ditorehkan John Herdman bersama Timnas Selandia Baru putri lantas menarik minat Kanada.
John Herdman kemudian melanjutkan kerja sama bersama Timnas Kanada putri.
Pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut membawa Timnas Kanada putri meraih dua medali perunggu Olimpiade, yakni edisi 2012 dan 2016.
Lalu pada 2018, John Herdman ditunjuk sebagai pelatih Timnas Kanada putra.
Hingga pada akhirnya John Herdman mampu membawa Timnas Kanada lolos Piala Dunia 2022 Qatar.
Berkaca dari segala pencapaian yang ia torehkan, John Herdman mencetak sejarah sebagai satu-satunya pelatih yang bisa membawa Timnas putra dan putri sekaligus lolos Piala Dunia.
Namun pada 2023, kerja sama antara John Herdman dan Timnas Kanada harus berakhir.
John Herdman lalu melanjutkan kariernya sebagai pelatih klub Toronto FC yang berlaga di Liga Amerika Serikat atau Major League Soccer (MLS) pada 2023.
Karier John Herdman bersama Toronto FC resmi berakhir pada 2024.
Dengan segala pencapaian Herdman yang sudah disebutkan di atas, menarik dinantikan kontribusinya untuk Timnas Indonesia.