Sedapnya Asem Asem Kambing Legendaris Bu Harsuni Masak Pakai Kayu Bakar, Nendang Rasanya
January 13, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id – Kuliner legendaris disebuah daerah bisa menjadi tempat makan jujugan bila kita berkunjung ke suatu tempat.  

Seperti halnya satu kuliner legendaris, di Dusun Putuk Wetan, Desa Gampeng, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. 

Namanya, Asem-asem Kambing Bu Harsuni. Usaha makanan rumahan itu sudah dibangun sejak ratusan tahun silam.

Dari masa ke masa, kedai Bu Harsuni tetap eksis. Pengunjung masih ramai bertandang ke sana. Bukan hanya warga kawasan Kecamatan  Ngluyu, melainkan penikmat kuliner dari luar kota. 

Sejumlah pesohor pun tak ketinggalan mampir dan mencicipinya. 

Baca juga: Kuliner Legendaris Gresik: Ikan Sembilang Pak Kasan, Favorit Sejak Puluhan Tahun

Bumbu Resep Turun temurun

Hal itu berkat, resep dan cita rasa yang terus dijaga turun-temurun. 

Pemilik kedai, Harsuni mengatakan usaha makanan asem-asem kambing saat ini dipegang oleh generasi keempat, yakni dirinya. 

dua menu asem kambing dan krengsengan
DUA MENU - Seporsi Rp 60 ribu. Satu porsi untuk dua orang. Terdiri, seporsi asem-asem kambing, seporsi krengsengan kambing, dan dua piring nasi

Tak ada nama paten untuk kedai ini. Cuma asem-asem kambing saja. 

Karena sudah dikelola Harsuni, ia kemudian menyematkan identitasnya, jadi Asem-asem Kambing Bu Harsuni. 

"Usaha ini dimulai buyut, nenek, ibu, sekarang turun ke saya. Saya generasi ke empat yang mengelola. Saya mengelola pada tahun 2000," katanya, Senin (12/1/2026). 

Baca juga: 24 Tahun Cenit Pertahankan Usaha Kuliner Legendaris Ikan Asap Kenjeran Surabaya

Ia menyebut, menu andalan di kedainya, tak lain asem-asem kambing. 

Ada Juga Krengsengan Kambing

Namun, berjalannya waktu, tercipta makanan pendamping, krengsengan kambing. 

"Kami menjual seporsi Rp 60 ribu. Satu porsi untuk dua orang. Terdiri, seporsi asem-asem kambing, seporsi krengsengan kambing, dan dua piring nasi," sebutnya.

Perempuan 54 tahun ini bilang, ia tak pernah memodifikasi resep menu. 

Harsuni setia mempertahankannya. Ciri khas asem-asem kambing ini terletak pada campuran daun kedondong. 

Rahasia Daun Kedondong

Daun kedondong dimasak dan disatukan dengan beragam kondimen, antara lain, asam, ketumbar, bawang, santan kelapa, dan daging kambing di dalam panci. 

"Resep turun-temurun ini saya jaga. Ciri khas asem-asem kambing kami menggunakan daun kedondong," paparnya. 

Bukan hanya itu, Harsuni turut tak meninggalkan cara memasak lama. 

Ia memasak asem-asem kambing dan krengsengan memakai kompor tungku serta kayu bakar. 

Di sisi lain, ia memilih daging kambing muda sebagai bahan utama.

"Sehari 100 porsi asem-asem kambing dan krengsengan ludes terjual. Pelanggannya dari bermacam daerah. Tak hanya di Nganjuk, ada yang dari luar kota, seperti Jawa Tengah. Bupati Nganjuk juga mampir ke kedai kami," ucapnya.

Seorang pengunjung, Siswo (42) asal Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk mengungkapkan, ia sudah langganan mampir ke kedai Asem-asem Kambing Bu Harsuni sedari 10 tahun lalu. 

Dia berkunjung menikmati lezatnya asem-asem kambing bareng keluarga besarnya. 

"Di sini yang digunakan daun kedondong. Berbeda dari yang lain. Jadi ciri khas. Masaknya pakek kayu bakar. Menambah aroma khas pengasapan. Rasa asem-asemnya, nikmat, dari asam, pedas, gurih, dagingnya empuk. Krengsengannya kering tak berkuah. Bumbunya begitu meresap ke daging," ujarnya. 

Untuk sampai ke kedai Asem-asem Mambing Bu Harsuni, dari pusat Nganjuk butuh waktu sekira 45 menit. 

Jalan menuju ke sana begitu mulus, bisa dijelajahi pakai mobil atau motor.  Patokannya, dari Kantor Kecamatan Ngluyu berjarak kurang lebih 1 kilometeran. 

Asem-asem kambing Bu Harsuni buka tiap hari, pada pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. (nen) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.