Kolam Segaran di Taman Sriwedari akan Dibuka, Goa Simpan Gamelan, Peninggalan Raja Keraton Solo PB X
January 13, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Kolam Segaran di Kompleks Taman Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo, Jawa Tengah, segera dibuka untuk umum setelah menjalani proses revitalisasi yang intensif.

Revitalisasi kolam yang merupakan peninggalan Raja Keraton Surakarta Pakubuwono (PB) X ini kini sudah memasuki tahap akhir pada bagian dalam.

Selanjutnya, perhatian akan dialihkan pada pembenahan area luar kolam.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo, Aryo Widyandoko, menjelaskan bahwa pengerjaan interior kolam hampir rampung.

"Untuk yang lingkungan luar. Ini baru yang di dalam. Kemarin saya sampaikan kepala PU (DPUPR) kalau bisa jembatannya dua jadi in out-nya harus ada terpisah," ujarnya saat ditemui di Solo, Senin (12/1/2026).

Kolam Segaran bukan sekadar tempat wisata, tetapi juga menyimpan nilai sejarah yang tinggi, termasuk keberadaan Gua Swara di dalamnya.

Baca juga: 5 Public Space di Solo Cocok untuk Nongkrong Malam, Ada Festival Kuliner hingga Kerajinan Tangan

Rusa di Sriwedari
Rusa di Sriwedari (TribunTravel.com)

Sejak 1901, goa ini digunakan sebagai tempat penyimpanan gamelan, alat musik tradisional yang sarat makna spiritual dan budaya.

Setiap malam Selikuran, malam ke-21 bulan Ramadhan, gamelan ini akan dimainkan sebagai bagian dari tradisi menyambut malam Lailatul Qadar.

Aryo menambahkan, setelah revitalisasi rampung, Kolam Segaran akan kembali dibuka untuk masyarakat luas, menjadi salah satu pelengkap destinasi wisata di Kota Bengawan.

Ia juga mengingatkan agar pengunjung tetap menjaga kebersihan selama berkunjung.

"Ya jelaslah (dibuka untuk umum)," tegas Aryo.

Optimalisasi Aset dan Pelestarian Tradisi

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menyatakan revitalisasi Kolam Segeran merupakan upaya Pemerintah Kota Solo untuk mengoptimalkan aset daerah.

Hal ini bertujuan agar generasi muda dapat lebih memahami, menghormati, dan menjaga tradisi sejarah yang ada.

"Secara prinsip kan kita pengin aset-aset yang ada di Solo ini bisa lebih optimal, lebih bisa dimanfaatkan secara fungsi maupun penataan, dan kalau melihat dari sejarah yang ada di Solo yang perlu kita jaga untuk generasi penerus kita memahami, menghormati dan menjaga tradisi," katanya.

Menurut Astrid, Kolam Segaran Taman Sriwedari sebelumnya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata.

"Kita Pemkot Solo punya komitmen untuk memanfaatkan lahan di Segaran kita revitalisasi dan bisa dipergunakan kembali," ungkapnya.

Anggaran dan Rencana Penataan

Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Solo, Nur Basuki, menjelaskan fokus revitalisasi tahun ini adalah Kolam Segaran.

Proyek ini akan dilanjutkan dengan penataan area sekitar kolam pada anggaran tahun depan.

"Jadi tahun ini kita ada anggaran Rp 1,8 miliar. Kemudian ini selesai mungkin hanya fokus segaran saja. Tahun depan ada anggaran Rp 1 miliar untuk penataan sekitarnya," ujar Basuki, Senin (8/9/2025).

Basuki menambahkan, penataan ulang kolam dan sekitarnya bertujuan untuk mengembalikan keindahan dan mencegah terbengkalai.

"Segaran kita kembalikan ke bentuknya sekitar tahun 1920-1940. Sekitarnya nanti kita tata mungkin dengan adanya sitting ground, playground nanti sebagai lahan publik," katanya.

(TribunTrends/Kompas)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.