Yang terbaru, manajemen PSIM mengumumkan aktivitas di bursa transfer pemain paruh musim ini.
Adalah winger muda Laskar Mataram, Iksan Chan, yang resmi dipinjamkan klub kasta kedua ke FC Bekasi City untuk sisa kompetisi musim ini.
Sebelumnya, PSIM Yogyakarta telah melepas Diandra Diaz dan Rafinha ke klub kasta kedua lainnya pada bursa transfer paruh musim.
Artinya, sudah ada tiga pemain yang dilepas PSIM, yakni:
Menurutnya, langkah strategis ini diambil manajemen demi kebaikan karier sang pemain.
“Betul, kami membenarkan PSIM meminjamkan Iksan Chan ke salah satu tim di Liga 2 (Pegadaian Championship) untuk kepentingan jam terbang,” ujar Razzi, Senin (12/1/2026).
Persaingan di sektor sayap Laskar Mataram memang terbilang cukup ketat pada kompetisi musim ini.
Kehadiran pemain asing dan senior membuat kesempatan bermain bagi Iksan menjadi sedikit terbatas.
“Karena memang Iksan Chan berposisi sebagai winger, dan sekarang kondisinya di posisi wing PSIM sudah ada pemain asing serta pemain-pemain senior lainnya,” lanjutnya.
Keputusan peminjaman ini didasari oleh ikatan kontrak jangka panjang antara klub dan Iksan.
Manajemen ingin memastikan talenta yang dimiliki Iksan bisa terus berkembang secara optimal di kompetisi kompetitif.
“Karena kita punya kontrak panjang dengan Iksan, kita yakin dengan potensinya bahwa suatu saat Iksan akan menjadi aset besar buat PSIM,” tegas Razzi.
Bermain di tim lain diharapkan memberikan pengalaman berharga yang tidak didapatkan jika hanya berlatih tanpa bertanding.
“Jadi, demi keberlangsungan perkembangannya, baik sebagai pemain maupun secara pribadi, kami putuskan untuk meminjamkannya ke Liga 2,” sambungnya.
Manajemen berharap Iksan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas individunya.
Ia diharapkan kembali dengan performa lebih matang pada musim depan.
“Harapannya, dia mendapatkan menit bermain dan pelajaran di sana, serta intensitasnya tetap terjaga, sehingga ketika musim depan kembali ke PSIM, dia bisa lebih siap dan bisa bersaing dengan first team untuk memperebutkan skuad utama,” tutur Razzi.
“Jadi yang keluar baru Rafinha ke PSIS Semarang, lalu Diandra kita pinjamkan ke Bekasi dan Iksan juga kita pinjamkan ke Bekasi,” jelasnya.
Sementara itu, setelah meraih kemenangan atas Madura United, PSIM Yogyakarta menutup putaran pertama dengan berada di peringkat enam klasemen BRI Super League 2025/2026.
Tampil di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan, Sabtu (10/1/2025) malam, Laskar Mataram tampil digdaya dan menundukkan tuan rumah dengan skor 3-0.
Pada pertandingan tangan tersebut, ketiga gol PSIM Yogyakarta tercipta di babak kedua.
Adalah Fahreza Sudin yang menjadi bintang lewat dua gol yang ia cetak pada menit ke-56 dan 63, sementara satu gol lainnya disumbangkan Franco Ramos pada menit ke-58.
Pertandingan berlangsung keras dan diwarnai tiga kartu merah.
Dua kartu merah diterima pemain Madura United, sementara satu kartu merah diberikan kepada pemain PSIM.
Situasi tersebut diakui menjadi faktor yang sangat memengaruhi jalannya laga dan menguntungkan PSIM.
Kartu merah pertama Madura United diterima bek tengah Nurdiansyah pada menit 45+1 setelah melakukan tekel berbahaya ke kaki Ezequiel Vidal.
Wasit sempat meninjau tayangan VAR sebelum akhirnya mengeluarkan kartu merah langsung.
Madura kembali kehilangan pemain pada menit 90+2 setelah penjaga gawang Miswar Saputra juga diganjar kartu merah.
Sementara itu, PSIM juga harus bermain dengan 10 orang seusai Franco Ramos diusir wasit pada menit ke-73.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, tak menampik kartu merah memberi dampak besar terhadap hasil pertandingan.
“Saya pikir kami, pertama-tama, selamat atas hari jadinya Madura United ke-10. Kedua, ya, saya pikir ini adalah pertandingan yang diwarnai kartu merah,” jelasnya.
Ia mengakui, kartu merah yang diterima Madura United di menit ke-45 membuat jalannya laga berubah. Terutama di babak kedua.
”Saya pikir kartu merah sangat memengaruhi jalannya pertandingan. Dan saya pikir kami mendapat keuntungan dari kartu merah tersebut, katakanlah dua kartu merah yang diterima Madura,” ungkapnya.
Dari sisi pemain, Fahreza Sudin mengaku kemenangan ini diraih lewat kerja keras seluruh tim, terlebih setelah Madura harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
“Dari pemain kita bekerja keras dan Alhamdulillah bisa mengambil tiga poin dari sarang Madura karena kartu merah jadi kita bermain ya, bekerja keras,” katanya.
Menariknya, Sudin seperti tak menyangka bahwa ia mencetak dua gol dalam laga tersebut.
Gol pertamanya lahir dari situasi bola muntah hasil tembakan Nermin Haljeta yang membentur mistar gawang.
Pantulan bola jatuh di garis gawang yang dianggap Sudin telah gol, namun bola liar mengarah padanya di depan gawang dan berhasil disundul Sudin untuk kembali menceploskan bola.
Saat ditanya soal perasaannya setelah lama menantikan gol debutnya dan akhirnya mampu mencetak dua gol sekaligus, Sudin mengaku sangat bahagia.
“Saya pikir satu gol sih, mungkin tembakan Haljeta masuk duluan ya, ngegolin duluan. Perasaan saya, saya bahagia banget, Coach sudah percaya saya bermain dan bisa mencetak gol buat tim,” bebernya.
Ketika ditanya soal kunci performanya, pemain bernomor punggung 88 tersebut menjawab dengan sederhana. “Nggak ada kunci sih, bersyukur aja,” ucapnya.
Kemenangan ini membuat PSIM Yogyakarta semakin kokoh di papan atas klasemen.
Laskar Mataram mengoleksi 30 poin dari 17 pertandingan dan menutup putaran pertama dengan berada di posisi enam besar.
Di sisi lain, Madura United masih tertahan di peringkat ke-14 dengan raihan 17 poin dari 17 pertandingan BRI Super League 2025/2026.