TRIBUNNEWS.COM – Manchester United gagal mendapatkan dana segar karena keputusan Direktur Teknis MU, Jason Wilcox yang dikabarkan menolak mentah-mentah upaya Galatasaray untuk memboyong Manuel Ugarte pada bursa transfer Januari 2026.
Klub raksasa Turki tersebut sempat mencoba membuka jalan bagi kepindahan gelandang asal Uruguay itu ke Istanbul. Namun, manajemen Setan Merah langsung menutup pintu, seperti yang dilaportakn Teamtalk.
Manuel Ugarte sendiri didatangkan MU dari Paris Saint-Germain pada musim panas 2024 dengan mahar fantastis senilai £50,7 juta atau setara Rp1,1 triliun.
Saat itu, direktur olahraga MU, Dan Ashworth, bahkan menyebut Ugarte sebagai “salah satu gelandang perebut bola terbaik di dunia”.
Namun, realita di lapangan tak sepenuhnya seindah ekspektasi.
Dalam kurun waktu sekitar 18 bulan, Ugarte baru mencatatkan 44 penampilan di Premier League dan dinilai belum menunjukkan performa terbaiknya.
Situasi ini memicu spekulasi bahwa Manchester United mulai menyusun skenario masa depan tanpa sang gelandang berusia 24 tahun tersebut.
Galatasaray pun bergerak cepat bahwa pihak klub telah melakukan pembicaraan intens dengan kubu Ugarte dalam sepekan terakhir.
Ketertarikan Ugarte semakin besar setelah mendapat bujukan dari dua kompatriotnya, Lucas Torreira dan legenda Uruguay sekaligus ikon Galatasaray, Fernando Muslera.
Keduanya disebut aktif meyakinkan Ugarte bahwa Galatasaray bisa menjadi destinasi ideal untuk menghidupkan kembali kariernya.
Baca juga: Prediksi Ronaldo Makin Jadi Kenyataan, Michael Carrick Dikabarkan Jadi Pelatih Interim MU
Tak hanya itu, Ugarte dikabarkan mulai meragukan masa depannya di Old Trafford. Ia merasa tidak memiliki jaminan jangka panjang di bawah proyek Manchester United saat ini.
Meski demikian, kepindahannya dalam waktu dekat hampir mustahil terwujud.
Galatasaray sebenarnya telah menyiapkan skema peminjaman dengan opsi pembelian.
Mereka bahkan siap membayar biaya pinjaman sebesar £15 juta atau sekitar Rp340 miliar.
Namun, proposal tersebut langsung ditolak Manchester United.
Manajemen MU menilai melepas Ugarte di bulan Januari bukan langkah realistis, terlebih karena dua pemain lain, Kobbie Mainoo dan Joshua Zirkzee, juga dikabarkan ingin hengkang.
Di sisi lain, pelatih Ruben Amorim justru telah meninggalkan kursi kepelatihannya di MU.
Manchester United memecat Ruben Amorim pekan lalu setelah ia berselisih dengan Jason Wilcox terkait transfer dan taktik.
Setan Merah menunjuk Darren Fletcher sebagai manajer interim sebelum mengalihkan perhatian mereka ke manajer sementara yang dapat membimbing mereka hingga akhir musim, ketika pengganti tetap Amorim akan tiba.
Hal tersebut membuat masa depan Ugarte makin tak terarah.
Dalam beberapa laga terakhir, Ugarte kembali dipercaya menjadi starter, meski disebut masih belum mampu mengeluarkan potensi maksimal sang gelandang yang sebelumnya sempat bersinar di Sporting Lisbon dan Paris Saint-Germain.
Dengan sikap tegas United, masa depan Ugarte di Old Trafford untuk sementara masih aman.
Namun, situasi ini tetap menyisakan tanda tanya besar: apakah Manuel Ugarte benar-benar akan bertahan lama di Manchester United, atau hanya menunggu waktu hingga pintu keluar benar-benar terbuka.
(Tribunnews.com/Ali)