TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM Makassar tak diperkuat tiga pemain pilarnya saat menantang Persijap Jepara di awal putaran kedua atau pekan 18 Super League 2025/2026.
Tiga pemain absen akibat akumulasi kartu.
Mereka adalah bek sayap kanan Syahrul Lasinari, dua gelandang bertahan Gledson Paixao dan Ananda Raehan.
Gledson Paixao telah mengantongi empat kartu kuning dari 13 pertandingan.
Kartu kuning keempat dikantongi Gledson Paixao saat PSM Makassar takluk 0-2 dari Bali United pada pekan 17 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (9/1/2026),
Sebelumnya, gelandang asal Brasil itu mengantongi kartu kuning ketika melawan Persik Kediri, Dewa United dan Malut United.
Pasal 55 Ayat 3 Regulasi Super League 2025/2026 berbunyi, pemain yang memperoleh empat kartu kuning dalam empat pertandingan berbeda, tidak diperkenankan bermain satu kali di pertandingan berikutnya.
Makanya, Pelatih PSM Makassar Tomas Trucha harus mencari pengganti Gledson Paixao di lapangan tengah.
Apalagi, pemain nomor punggung 40 itu menjadi pemain vital dalam menyambungkan lini pertahanan dan lini serang.
Gledson dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ia berada di mana-mana demi mengganggu aliran bola ke barisan pertahanan.
Kemampuan membaca permainan dan mentalitas petarung membuatnya cukup disegani.
Selain Gledson, tenaga Ananda Raehan tak bisa juga digunakan di lini tengah PSM Makassar.
Pemain berusia 22 tahun itu mengantongi kartu merah langsung saat melawan Bali United.
Ananda Raehan mendapat kartu merah di menit 90+4. Wasit Erfan Effendi mengganjar kartu merah setelah mengecek Video Assistant Referee (VAR).
Ananda Raehan tertangkap VAR menyikut pemain Bali United Made Tito.
Pasal 55 Ayat 5 Regulasi Super League menjelaskan, pemain yang memperoleh kartu merah langsung tidak diperkenankan untuk bermain satu kali pertandingan pada pertandingan berikutnya.
Bahkan, Ananda Raehan berpotensi mendapat hukuman tambahan jika ada indikasi indisipliner yang menghasilkan kartu merah.
Apabila terdapat indikasi bahwa tindakan indisipliner yang menghasilkan kartu merah tersebut dapat
Eks Timnas U-23 Indonesia ini kadang dimainkan sebagai starter dan dari bangku cadangan Juku Eja.
Ketika dimainkan, perubahan cukup terasa permainan PSM Makassar.
Pasalnya, Ananda Raehan punya daya jelajah tinggi dan stamina prima.
Kemampuan dimiliki ini membuatnya selalu mengganggu serangan dibangun lawan. Bahkan, ia harus melanggar agar lini belakang timnya tetap aman.
Sedangkan Syahrul Lasinari terpaksa absen karena mendapat dua kartu kuning berujung kartu merah di laga menjamu Bali United.
Kartu kuning pertama dikantongi di menit ke-13 setelah melanggar Jordy Bruijn.
Disusul kartu kuning kedua di menit 24 usai menahan pergerakan Mirza Mustafic.
“Pemain yang memperoleh akumulasi dua kartu kuning dalam suatu pertandingan yang mengakibatkan pemain yang bersangkutan mendapat kartu merah (tidak langsung), tidak diperkenankan untuk bermain satu pertandingan pada pertandingan berikutnya,” demikian yang tertulis pada Pasal 55 Ayat 4 Regulasi Super League.
Syahrul Lasinari bagian penting dalam mengawal sisi kanan pertahanan PSM Makassar.
Pemain kelahiran Gama, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara ini bisa bermain bertahan dan menyerang.
Syahrul Lasinari kuat berduel dan pandai menempatkan posisi untuk mematikan gerakan lawan.
Kehilangan Gledson Paixa, Ananda Raehan dan Syahrul Lasinari menjadi kerugian besar bagi PSM Makassar.
Apalagi, Laskar Ayam Jantan berusaha keluar dari keterpurukan di empat pertandingan terakhir.
PSM Makassar sekarang di peringkat 12 dengan 19 poin. Selisih sembilan poin saja dari klub teratas zona degradasi Persis Solo.
Olehnya, itu Tomas Trucha sebagai juru taktik perlu mencari pengganti yang tepat untuk mengisi posisi ditinggalkan tiga pemainnya tersebut.
Sebab, PSM Makassar takkan mudah membawa pulang poin penuh dari markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2026) pukul 20.00 Wita
Koordinator Wilayah Jangkarna GUE PSM Rachmad Suhud mengatakan, PSM Makassar alami kerugian karena tak bisa turun dengan kekuatan penuh.
Meski begitu, ia yakin tim kebanggaannya itu mampu mendulang poin penuh saat menguji kekuatan Persijap Jepara.
PSM Makassar masih memiliki pelapis yang tak kalah kualitasnya.
Ada Resky Fandi atau Akbar Tanjung bisa menggantikan Gledson Paixao.
Peran Ananda Raehan dapat ditempati oleh M Arfan.
Lalu posisi ditinggalkan Syahrul Lasinari bisa dipercayakan kepada Daffa Salman.
Ia berharap, PSM Makassar mampu menaklukkan Persijap Jepara supaya posisi di klasemen semakin membaik.
Sekaligus kembali ke jalur kemenangan setelah empat laga sebelumnya berakhir dengan kekalahan.
“Sangat wajib (menang). Masa mau kalah lima kali berturut-turut. Harus ada pembenahan,” ucapnya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (13/1/2026).
Pengamat Sepak Bola Syamsuddin Umar mengatakan, PSM Makassar tak boleh bergantung kepada pemain tertentu.
Padahal di skuad ada 30 lebih pemain bisa diberi kepercayaan.
Pemain yang ada dalam PSM Makassar merupakan pilihan dan punya kualitas. Sebab, tidak mungkin masuk ke tim, jika tak punya kemampuan.
“Jangan hilang tiga orang langsung pesimis, tetap optimis. Pemain yang didaftar adalah pilihan, kalau tak dikasih kepercayaan, kapan akan maju,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Selasa (13/1/2026).
Menurut dia, absennya tiga pemain ini menjadi kesempatan bagi pemain lainnya untuk unjuk gigi.
Jangan hanya mau menjadi penghangat bangku cadangan atau cepat puas karena namanya sudah masuk dalam daftar pemain PSM Makassar.
“Jangan mau cadangan terus, harus punya tekad sebagai pemain inti,” tutur pelatih yang bawa PSM Makassar juara Perserikatan 1991/1992 dan kampiun Liga Indonesia 1999/2000 ini.
Ia turut memotivasi pemain muda di PSM Makassar agar bersaing dengan seniornya.
Lantaran sepak bola sekarang tak ada perbedaan pemain senior dan junior.
“Yang membedakan cuma kemampuan, kalau memang mampu, kenapa tak dikasih kesempatan bermain,” pungkasnya. (*)