Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Aceh Utara
TribunGayo.com, LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir besar yang melanda sejumlah kecamatan dan berdampak luas terhadap masyarakat.
Baca juga: Lautan Kayu Disisa Banjir Aceh Utara: Saat Trauma Belum Usai, Warga Kini Dihantui Ancaman Api
Berdasarkan data sementara dari Pusat Informasi Posko Bencana Banjir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, per Senin (12/1/2026) pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 124.549 kepala keluarga (KK) atau 433.064 jiwa terdampak langsung akibat bencana tersebut.
“Banjir ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan dampak yang sangat serius pada keselamatan warga, pendidikan, ekonomi, dan infrastruktur daerah,” ujar Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli kepada TribunGayo.com di Lhokseumawe, Senin (12/1/2026).
Muntasir menjelaskan, dari jumlah tersebut terdapat 74.383 siswa dan 9.071 guru yang aktivitas belajarnya terganggu.
Selain itu, 19.047 KK atau 67.876 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk 48.861 siswa yang kini berada di pengungsian.
“Duka mendalam kami sampaikan karena hingga saat ini tercatat 231 orang meninggal dunia, 6 orang masih dinyatakan hilang, serta 2.127 orang mengalami luka-luka,” ungkapnya.
Kelompok rentan juga terdampak signifikan, meliputi:
Baca juga: Gelondongan Kayu jadi Taman Hiburan Anak-anak Korban Bencana di Geudumbak Aceh Utara
Dunia pendidikan turut berduka dengan meninggalnya sejumlah guru, tenaga kependidikan, kepala sekolah, serta tiga orang siswa.
Kerusakan fisik dilaporkan hampir merata. Sebanyak 72.364 rumah terendam, 3.506 rumah hilang, serta ribuan lainnya mengalami rusak berat, sedang dan ringan.
Infrastruktur publik seperti jalan, jembatan, tanggul sungai, irigasi, sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah dan perkantoran juga mengalami kerusakan yang cukup parah.
Bencana ini juga memukul sektor pangan dan ekonomi rakyat.
“Tercatat 11.929 hektare sawah mengalami puso dan 10.660,78 hektare tambak terendam, yang berdampak langsung pada penghidupan petani dan nelayan,” kata Muntasir.
Selain itu, ribuan nelayan, armada tangkap, sentra UMKM dan pasar ikut terdampak.
Saat ini, Pemkab Aceh Utara bersama BPBD, TNI/Polri, relawan dan berbagai unsur terkait telah membuka 210 titik lokasi pengungsian.
Proses penanganan darurat dan pendataan terus dilakukan dan data ini masih bersifat sementara.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat solidaritas dan dukungan bagi masyarakat Aceh Utara. Pemulihan akan membutuhkan kerja bersama dan kepedulian semua pihak,” tutup Muntasir Ramli. (*)
Baca juga: Gampong Geudumbak Aceh Utara Nyaris Hilang Tertimbun Ribuan Ton Kayu Gelondongan