Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Tambang ilegal di Gunung Kongbawi, Dusun Belenje, Desa Serage, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah longsor mengakibatkan tiga orang menjadi korban.
Pasca kejadian, aparat kepolisian menutup tambang ilegal tersebut setelah adanya korban mengalami patah tulang hingga korban jiwa.
Kapolsek Praya Barat Daya, Ipda Aswina Anggara menjelaskan, lokasi tersebut memang rawan terjadi longsor serta berlokasi di hutan produksi milik Pemerintah Provinsi NTB.
"Penutupan ini kami lakukan sebagai langkah tegas untuk melindungi keselamatan masyarakat," kata Anggara, Selasa (13/1/2026).
Anggara mengatakan sebelum peristiwa ini, pihaknya sudah berulang kali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan penambangan ilegal.
Baca juga: Polres Lombok Tengah Tutup Permanen Lubang Tambang Emas Ilegal di Gunung Dundang
"Sudah berulang kali kami larang, namun masih ada yang nekat untuk melakukan penambangan secara ilegal," kata dia.
Setelah kejadian ini, pihaknya akan melakukan pemantauan secara intensif di lokasi bekas galian.
Jika masih ada warga yang nakal melakukan penambangan ilegal. Pihak kepolisian akan mengambil langkah hukum tegas.
"Kami akan melakukan patroli di lokasi, jika masih ada yang melanggar kami tidak segan-segan mengambil langkah hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Anggara.
Anggara prihatin dengan peristiwa longsornya tambang ilegal tersebut, apalagi lokasi tersebut rawan karena berada di tepi jurang di kawasan perbukitan.
Ia berharap tidak terjadi kejadian serupa, sehingga tidak ada lagi korban jiwa dari aktivitas tambang ilegal tersebut.
(*)