Terjemahan Lirik Lagu Manado, Memory Pohong Bulu 2 - Loela Drakel: Dia Manangis Tunggu Pa Ngana
January 13, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lagu Memory Pohong Bulu 2 adalah salah satu lagu berbahasa Manado yang cukup populer. 

Memory Pohon Bulu 2 jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti Memory Pohon Bulu. 

Lagu ini dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Indonesia Timur yakni Loela Drakel.

Sebelum melanjutkan ke terjemahan lengkap lirik lagu Memory Pohong Bulu 2 ada baiknya mengetahui sedikit informasi mengenai bahasa yang digunakan. 

Bahasa Manado dalam sejarahnya bermula dari Bahasa Melayu Pasar. 

Di era kolonialisme, sekitar abad ke-16 atau lebih awal lagi, Bahasa Melayu memang telah menjadi bahasa penghubung (lingua franca) di seluruh wilayah Nusantara. 

Orang-orang Eropa dan penduduk pribumi Nusantara berkomunikasi satu sama lain menggunakan bahasa Melayu ini. 

Di semenanjung utara Pulau Sulawesi (sekarang Provinsi Sulawesi Utara), Bahasa Melayu Pasar ini kemudian berevolusi seiring berjalannya waktu dan menjadi bahasa tersendiri yang sudah cukup berbeda dengan Bahasa Melayu asalnya, yang saat ini kita kenal sebagai Bahasa Manado. 

Hal ini terjadi karena banyaknya kosakata yang terakumulasi ke dalam bahasa ini. 

Bahasa Manado menyerap kata-kata dari bahasa penduduk lokal Sulawesi Utara seperti Suku Minahasa, Sangir, dan Mongondow, ditambah kosakata dari bahasa-bahasa bangsa Eropa yang pernah eksis di wilayah ini seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda. 

Kini, Bahasa Manado adalah bahasa utama yang digunakan sehari-hari oleh orang-orang di Sulawesi Utara. 


Sedih ta pulang di manado

(Sedih daku pulang ke Manado)

tu dego-dego deng pohong bulu

(Itu tempat duduk (yang terbuat dari kayu) dan pohon bulu)

so nyanda ada

(Sudah tidak ada)

kita ba tanya pa birman-birman cuma maruku

(Daku bertanya kepada birman-birman mereka hanya menunduk)

dorang bilang kiapa skarang baru bale

(Mereka bilang kenapa baru balik sekarang)

banjir tiga puluh november

(Banjit tiga puluh november)

tu dego-dego deng pohong bulu

(Itu tempat duduk dan pohon bulu)

aer so bawa

(Sudah terbawa air)

talalu lama dia manangis

(Terlalu lama dia menangis)

tunggu pa ngana

(Menunggu dikau)

kong ta tumpah jadi banjir di manado

(Lantas tertumpah jadi banjir di Manado


Reff**

Kabur aer di kuala cinta yang ngana da kase

(Kabur air di sunga, cinta yang dikau berikan)

Tanang boleh bakaca dingin sama deng ombong

(Boleh berkaca dingin seperti embun pagi)

Itu kita pe cinta

(Inti cintaku)

cinta bukang karamba putus tali kabuhi

(Cita bukan keramba putus tali ke air bah)

apa hendak di kata memory pohong bulu jadi malam pkk

(Apa hendak dikata memory pohon bulu jadi malam)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.