TRIBUNNEWS.COM – Cristiano Ronaldo kembali menegaskan statusnya sebagai mesin gol utama Al Nassr di Liga Arab Saudi 2025/2026. Namun, di balik ketajamannya yang terus terjaga, perasaan sang megabintang justru diliputi situasi campur aduk.
Ronaldo kini resmi menjadi top skor sepanjang masa Al Nassr, sekaligus tetap bertahan di jajaran teratas daftar pencetak gol Liga Arab Saudi musim ini.
Kontribusinya nyaris selalu hadir di setiap laga, baik lewat gol maupun assist, menjadikannya tulang punggung utama lini serang Al Nassr.
Teranyar, Ronaldo mencatatkan gol ke-15-nya di Liga Arab Saudi 2025/2026 saat Al Nassr takluk 1-3 dari pemuncak klasemen, Al Hilal, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB.
Gol tersebut sempat membawa Al Nassr unggul lebih dulu. Ronaldo sukses memanfaatkan umpan tarik Kingsley Coman pada menit ke-42 dengan penyelesaian klinis yang kembali menunjukkan kelasnya sebagai predator kotak penalti.
Namun, keunggulan itu tak mampu dipertahankan. Al Hilal bangkit di babak kedua dengan mencetak tiga gol balasan melalui dua eksekusi penalti Salem Aldawsari dan Ruben Neves, serta satu gol tambahan dari Mohamed Kanno.
Situasi Al Nassr memang sulit sejak awal babak kedua setelah harus bermain dengan 10 orang karena Nawaf Alaqidi diganjar kartu merah pada menit ke-60.
Kekurangan jumlah pemain membuat Ronaldo dan kolega kesulitan membendung tekanan Al Hilal hingga peluit akhir dibunyikan.
Meski kembali mencetak gol, Ronaldo harus menelan kenyataan pahit. Ketajamannya belum cukup untuk menyelamatkan Al Nassr dari kekalahan, sekaligus mempertegas dilema: Ronaldo tetap bersinar, tetapi timnya masih belum konsisten.
Terlepas dari kekalahan tersebut, satu gol Cristiano Ronaldo ke gawang Al Hilal tetap bernilai historis. Gol itu mengantarkan CR7 menyamai rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Al Nassr.
Sejak bergabung dengan klub asal Riyadh pada awal 2023, Ronaldo terus menumpuk pundi-pundi golnya.
Megabintang asal Portugal itu telah mengoleksi 115 gol dari 128 pertandingan bersama Al Nassr di semua kompetisi dengan rasio gol setiap 98,4 menit, dikutip dari Planetfootball.
Baca juga: Senyum dalam Kecewa Cristiano Ronaldo, Satu Kata CR7 Dibalas Jabat Tangan Pelatih Al Nassr
Catatan tersebut membuat Ronaldo kini sejajar dengan mantan bomber Al Nassr, Abderrazak Hamdallah, yang sebelumnya memegang status top skor sepanjang masa klub.
Hamdallah mencetak 115 gol hanya dalam 109 pertandingan selama membela Al Nassr pada periode 2018–2021. Penyerang asal Maroko itu bahkan memiliki rasio gol impresif, yakni satu gol setiap 80,8 menit.
Meski dilihat dari menit per gol Ronaldo sedikit lebih rendah daripada Abderrazak Hamdallah, CR7 kini berada di posisi sangat ideal untuk melampaui rekor gol sepanjang masa klub.
Dengan jumlah pertandingan yang masih cukup panjang, CR7 hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak Al Nassr.
Tak hanya itu, Ronaldo juga semakin mendekati rekor pribadi yang lebih fenomenal.
Hingga saat ini, ia telah mencetak 959 gol sepanjang karier profesionalnya, yang berarti hanya berjarak 41 gol dari tonggak bersejarah 1.000 gol.
Peluang Ronaldo untuk terus menambah gol terbuka lebar. Selain masih berlaga di Liga Arab Saudi, Al Nassr juga akan tampil di AFC Champions League Two, yang memberi CR7 panggung tambahan untuk terus menorehkan sejarah.
Jika tak ada aral melintang, nama Cristiano Ronaldo bukan hanya akan tercatat sebagai legenda Al Nassr, tetapi juga sebagai salah satu pencetak gol terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Ketajaman Cristiano Ronaldo nyatanya belum mampu berjalan seiring dengan performa kolektif Al Nassr.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ronaldo Cs justru kerap kehilangan poin krusial yang membuat posisi mereka di papan atas klasemen terus berada dalam tekanan.
Al Nassr bahkan belum merasakan kemenangan dalam empat laga terakhir, dengan catatan tiga kekalahan dan satu hasil imbang.
Rangkaian hasil negatif tersebut membuat mereka harus rela melepas takhta puncak klasemen yang kini dikuasai Al Hilal.
Saat ini, Al Nassr menempati posisi kedua klasemen Liga Arab Saudi 2025/2026 dengan koleksi 31 poin, tertinggal tujuh angka dari Al Hilal yang tampil jauh lebih stabil.
Situasi kian mengkhawatirkan karena Al Nassr masih berpotensi tergeser oleh Al Taawon, yang belum memainkan laga pekan ke-15 melawan Al Ahli, Kamis (15/1).
Al Taawon sendiri mengoleksi poin yang sama, 31 angka, namun kalah dalam head to head dan selisih gol.
Jika Al Taawon menang, peluang Al Nassr akan lengser ke posisi ketiga dan peluang juara liga musim ini semakin menipis.
Di tengah kondisi tersebut, Ronaldo beberapa kali tampak menunjukkan ekspresi frustrasi di lapangan. Meski tetap berjuang hingga menit akhir, hasil pertandingan kerap tak berpihak kepada timnya.
Secara individu, performa Ronaldo nyaris tanpa cela. Ia mencetak gol dari berbagai situasi, mulai dari titik penalti, sundulan mematikan, hingga tembakan jarak jauh yang akurat.
Namun, sepak bola tetaplah permainan kolektif. Ronaldo tak mampu sendirian mengangkat performa Al Nassr secara menyeluruh.
Kondisi ini menempatkan sang megabintang dalam dilema emosional. Di satu sisi, ia menikmati status sebagai raja gol. Di sisi lain, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa gelar liga semakin menjauh dari genggaman.
Pelatih Al Nassr, Jorge Jesus, mengungkapkan penyebab penurunan performa timnya.
Menurutnya, absennya Sadio Mane yang tengah membela negaranya di Piala Afrika 2025, serta cedera Mohamed Simakan, menjadi faktor utama.
“Memang benar Al Hilal memiliki lebih banyak pengalaman. Mereka terbiasa memainkan pertandingan dengan tekanan mental dan psikologis tinggi. Kami, di sisi lain, menghadapi masalah setelah kepergian Mane dan absennya Simakan,” ujar Jorge Jesus, dikutip dari X @TheNassrZone.
Dengan kompetisi yang masih menyisakan sejumlah pertandingan, peluang Al Nassr memang belum sepenuhnya tertutup.
Namun kini, mereka tak hanya bergantung pada kemenangan sendiri, melainkan juga harus berharap para rival terpeleset.
Bagi Ronaldo, musim ini menjadi potret nyata bahwa kejayaan individu tak selalu berbanding lurus dengan kejayaan tim. Ia tetap menjadi ikon, tetap menjadi mesin gol utama, tetapi ambisi terbesarnya mengangkat trofi Liga Arab Saudi kini berada di ujung ketidakpastian.
Di situlah posisi Ronaldo saat ini: antara bangga sebagai raja gol, dan resah melihat gelar liga kian menjauh.
Ronaldo sendiri belum pernah memberikan gelar ke Al Nassr sejak ditangkan pada Januari 2023.
(Tribunnews.com/Ali)