Nisya Penumpang Pakai Seragam Pramugari Ditawari Beasiswa Gratis, Pihak Lembaga: Wujudkan Mimpi
January 13, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Wanita asal Palembang, Sumatera Selatan, Khairun Nisya (23) ditawari bantuan beasiswa pendidikan pramugari setelah dirinya viral menyamar sebagai pramugari penerbangan Batik Air.

Nisya terpaksa mengenakan seragam pramugari palsu karena merasa malu kepada keluarganya.

Ia sempat mengikuti tes untuk lowongan pekerjaan pramugari namun belakangan dirinya menjadi korban penipuan dengan kerugian mencapai Rp30 juta.

Lembaga yang memberikan bantuan berupa beasiswa untuk Nisya adalah Aeronef Academy.

Pihak lembaga mengajak Nisya untuk bergabung dalam pendidikan pramugari secara gratis seperti diumumkan melalui unggahan resmi di akun Instagram mereka.

Aeronef Academy mengumumkan pencarian terhadap Nisya untuk memberikan bantuan nyata.

"Kami percaya bahwa niat baik layak mendapatkan jalan yang tepat. Untuk itu, kami secara resmi memanggil Kak Nisya untuk mengikuti PENDIDIKAN PRAMUGARI (100 persen GRATIS) di Aeronef Indonesia!" tulis akun resmi lembaga tersebut, dikutip dari Tribun Sumsel pada Selasa (13/1/2026).

Dengan adanya beasiswa ini, Nisya kini memiliki peluang emas untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pramugari secara legal dan profesional, tanpa harus lagi terbebani oleh biaya pendidikan yang tinggi.

"Kami ingin membantu Kak Nisya mewujudkan mimpi mengenakan seragam pramugari yang sesungguhnya dengan bekal ilmu dan sertifikasi resmi," tegas akun tersebut.

Dalam pesan terbuka mereka, lembaga ini menekankan pentingnya menghapus trauma dan rasa malu akibat kejadian sebelumnya.

Kabar ini pun disambut positif oleh ribuan warganet.

Unggahan tersebut dibanjiri komentar yang memberikan dukungan moral bagi Nisya agar tidak menyerah pada mimpinya.

Banyak yang menilai kegagalan atau kesalahan di masa lalu bukanlah akhir, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat.

Baca juga: Sosok Nisya Pramugari Gadungan Numpang Batik Air, Pakai Seragam Palsu karena Malu ke Keluarga

Kasus Berakhir Damai

Meski mengenakan seragam pramugari palsu, Nisya membawa dan menunjukkan boarding pass resmi dalam penerbangan pesawat rute Palembang–Jakarta pada Selasa (6/1/2026).

Polisi memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya pelanggaran hukum maupun indikasi kejahatan dalam peristiwa tersebut. Begitupula dengan potensi pelanggaran lainnya.

Pihak Batik Air tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.

“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (8/1/2025).

Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menegaskan, Nisya bukan merupakan awak kabin, karyawan maupun perwakilan resmi Batik Air.

Atribut tersebut tidak dikeluarkan dan tidak didistribusikan oleh Batik Air.

"Yang bersangkutan tidak terdaftar dalam sistem kepegawaian Batik Air serta tidak memiliki kewenangan apapun untuk bertindak atas nama perusahaan," kata Danang dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (9/1/2026).

Batik Air juga menegaskan seluruh atribut, perlengkapan, maupun aksesori yang digunakan oleh oknum tersebut bukan merupakan pembagian, inventaris, ataupun perlengkapan resmi Batik Air.

Atribut tersebut tidak dikeluarkan dan tidak didistribusikan oleh Batik Air.

Baca juga: Terbongkar Cara Penumpang Pura-pura Jadi Pramugari Bisa Lolos Boarding, Kini Bebas usai Diperiksa

PRAMUGARI - Seorang wanita memakai seragam pramugari palsu Batik Air diperiksa di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Ternyata Nisya malu ke keluarga.
PRAMUGARI - Seorang wanita memakai seragam pramugari palsu Batik Air diperiksa di Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Ternyata Nisya malu ke keluarga. (Instagram)

Imbau Waspada Penipuan

Berdasarkan hasil penelusuran, Nisya tercatat sebagai penumpang yang sah.

Ia membawa dan menunjukkan boarding pass resmi, namun berpenampilan menyerupai awak kabin Batik Air.

Danang mengatakan, kru Batik Air yang bertugas pada penerbangan rute Palembang–Jakarta saat itu telah menjalankan tugas sesuai Prosedur Operasional Standar (SOP).

"Kru mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan," jelas Danang.

Setelah pesawat mendarat dengan selamat, kru Batik Air melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan penerbangan (Aviation Security) untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Danang menegaskan Batik Air memandang serius setiap tindakan yang menyerupai atau mengatasnamakan awak kabin Batik Air tanpa hak, menyalahgunakan atribut atau identitas yang menyerupai seragam resmi, serta berpotensi merugikan masyarakat dan mengurangi kepercayaan publik.

"Seragam, identitas, dan atribut awak kabin Batik Air bersifat resmi dan terbatas, serta hanya digunakan oleh personel yang telah melalui proses rekrutmen, pelatihan, dan penugasan sesuai standar perusahaan," ungkap Danang. 

Batik Air mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap segala bentuk penipuan yang mengatasnamakan Batik Air dengan berbagai modus.

Baik itu pihak yang mengaku sebagai awak kabin, karyawan, atau perwakilan Batik Air, permintaan uang, transaksi, atau data pribadi melalui jalur tidak resmi, maupun penawaran tiket, promosi, atau kerja sama yang tidak berasal dari kanal resmi.

"Batik Air mengajak masyarakat untuk bersama-sama bersikap cermat, waspada, dan tidak mudah percaya kepada pihak yang tidak bertanggung jawab," pungkasnya.

Baca juga: Penumpang Pesawat Nyamar Jadi Pramugari karena Malu ke Keluarga Tak Lolos Seleksi, Awak Kabin Curiga

Pernah Jadi Korban Penipuan

Saat diinterogasi pihak berwajib di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten, Nisya mengakui aksinya dilakukan karena merasa malu dengan keluarganya setelah menjadi korban penipuan.

Kanit IV Indag Polres Bandara Soekarno Hatta, Iptu Agung Pujianto, mengatakan kronologi Nisa ditipu saat ia dikenalkan dengan seseorang yang mengaku bisa membuatnya diterima sebagai pramugari.

Nisya yang tergiur berharap cita-citanya tercapai, memutuskan untuk berangkat dari Palembang ke Jakarta.

"Kemudian datanglah dia ke Jakarta dan ketemu seseorang yang menawarkan (menjadi pramugari) tersebut," kata Agung dalam program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Saat bertemu dengan oknum tersebut, ia menjanjikan bisa lolos seleksi dengan syarat membayar uang sejumlah Rp30 juta.

Namun, janji dari orang tersebut tidak kunjung dipenuhi.

"Pada dasarnya dia itu korban yang mana mau masuk (jadi) pramugari lalu menyerahkan uang Rp30 juta tapi berujung gagal."

"Orangnya (yang meminta uang) sudah tidak bisa dihubungi," ujar Agung.

Lantaran terlanjur malu, Nisya pun lantas berpura-pura menjadi pramugari dan memposting foto di media sosialnya dengan mengenakan atribut lengkap.

Adapun maksud dari apa yang dilakukan Nisya yaitu agar keluarganya percaya dirinya sudah menjadi pramugari.

Bahkan, Agung mengungkapkan Nisya juga sempat berfoto bersama orang tuanya sembari mengenakan atribut pramugari palsu.

"Bahkan sempat memposting di media sosialnya dan berfoto-foto bareng orang tuanya dengan mengenakan pakaian pramugari lengkap," tuturnya.

Nisya sengaja mengenakan atribut lengkap pramugari mulai dari sergam hingga kartu identitas sekolah pramugari dari Batik Air.

Rupanya hal itu dilakukan Nisya karena malu kepada keluarganya di Palembang tidak lolos saat seleksi menjadi pramugari.

NYAMAR JADI PRAMUGARI - Sosok KN (23), yang viral menaiki pesawat Batik Air rute Palembang–Jakarta mengenakan atribut yang menyerupai seragam resmi pramugari. Ia melakukan penyamaran karena malu tak lolos seleksi.
NYAMAR JADI PRAMUGARI - Sosok KN (23), yang viral menaiki pesawat Batik Air rute Palembang–Jakarta mengenakan atribut yang menyerupai seragam resmi pramugari. Ia melakukan penyamaran karena malu tak lolos seleksi. (Instagram/@feedgramindo)

Nisya Minta Maaf

Dalam pernyataannya, Nisya mengakui dirinya ikut serta dalam penerbangan Batik Air dengan rute Palembang–Jakarta (ID 70-508) pada tanggal 6 Januari 2026.

Adapun video klarifikasinya itu dibagikan melalui unggahan akun Instagram @sumsel.terciduk pada Kamis (8/1/2026).

Melalui sebuah video singkat, wanita asal Palembang tersebut menyampaikan permintaan maaf dan menyesal.

"Saya Nisya, umur 23 tahun, asal saya dari Palembang. Dengan ini saya mengatakan memang benar saya melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 70-508 tanggal 6 Januari 2026 menggunakan atribut pramugari dan seragamnya," ujarnya dalam video tersebut dikutip Tribunsumsel.com.

Ia juga menambahkan permohonan maaf khusus kepada manajemen maskapai terkait.

"Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group. Video ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.