TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Bencana tanah longsor melanda kawasan perbukitan Menoreh, tepatnya di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Senin sore, 12 Januari 2026.
Longsor terjadi sekitar pukul 16.15 WIB setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.
Tebing di sisi jalan lingkungan runtuh dan menutup total jalur penghubung antara Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, dengan Dusun Jombor, Desa Giripurno.
Seorang warga setempat, Susilo Fajar Prasetyo (33), menuturkan bahwa hujan deras berlangsung cukup lama sebelum longsor terjadi.
“Sejak siang hujan deras, sekitar jam dua sampai jam empat. Sekitar jam tiga sore kemungkinan kejadian longsornya, pas hujan deras dan angin kencang,” ujarnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun material longsoran menutup akses jalan dan mengenai tembok rumah milik warga, sehingga rumah tersebut dinilai tidak aman untuk ditempati sementara.
Dampak Longsor
Penanganan BPBD
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magelang, M Mansyur Wachdani, menjelaskan bahwa penanganan longsor tidak memungkinkan menggunakan alat berat.
Kondisi medan yang sulit dan akses jalan sempit membuat alat berat tidak bisa menjangkau lokasi.
Sebagai langkah penanganan sementara, pembersihan material longsor dilakukan secara manual melalui kerja bakti warga setempat.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga telah melakukan asesmen di lokasi, berkoordinasi dengan perangkat desa, serta memberikan imbauan kewaspadaan kepada warga sekitar.
Kondisi tanah di lokasi dilaporkan masih bergerak dan berpotensi terjadi longsor susulan.
Peristiwa longsor di Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Borobudur, Magelang, menjadi pengingat akan tingginya risiko bencana di kawasan perbukitan Menoreh saat musim hujan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak longsor cukup signifikan dengan terputusnya akses jalan antar desa dan satu rumah warga terancam rusak.
BPBD bersama warga kini berupaya melakukan penanganan manual sambil meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor susulan. (TRO)
• Dampak Kerusakan Akibat Hujan Angin di Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Kota Jogja