TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kantor Pelayanan Program Gizi (KPPG) Pekanbaru tengah menyiapkan langkah awal untuk penambahan target penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau pada tahun 2026.
Saat ini, KPPG fokus melakukan pendataan awal sembari menunggu terbitnya aturan teknis berupa Surat Edaran (SE) maupun Standar Operasional Prosedur (SOP) dari pemerintah pusat, dalam hal ini oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Kepala KPPG Pekanbaru, Dr Syartiwidya, mengatakan bahwa perluasan sasaran penerima MBG akan dilakukan secara bertahap dan terukur agar tetap sesuai dengan mekanisme yang berlaku.
"Untuk penambahan target penerima manfaat MBG tahun 2026, saat ini kami lakukan pendataan terlebih dahulu. Sambil berjalan, kami menunggu kejelasan aturan mekanismenya, baik melalui SE maupun SOP,” ujar Syartiwidya, Selasa (13/1/2026).
Ia menegaskan bahwa pendataan ini penting sebagai dasar perencanaan, terutama untuk memastikan kesiapan infrastruktur, distribusi, serta standar layanan gizi yang akan diberikan kepada masyarakat.
Rencana penambahan target penerima manfaat ini sejalan dengan capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau sepanjang tahun 2025.
Berdasarkan data KPPG Pekanbaru, hingga 31 Desember 2025, sebanyak 1.077.209 warga di berbagai kabupaten dan kota telah menerima manfaat MBG.
Baca juga: 106 Anak di TK Negeri 6 Pekanbaru Dapat Menu MBG Perdana
Baca juga: Kapolda Riau Tinjau Setahun Program MBG di Pekanbaru, Singgung Pernyataan Presiden dan Kapolri
Capaian tersebut merupakan hasil kerja selama satu tahun terakhir dalam memperluas akses gizi seimbang, khususnya bagi kelompok sasaran utama seperti siswa, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Sepanjang 2025, KPPG Pekanbaru juga memfokuskan penguatan sistem distribusi serta pembangunan infrastruktur layanan.
Hingga akhir tahun, tercatat 497 Dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah beroperasi penuh dari total 677 dapur yang direncanakan di seluruh Provinsi Riau.
Meski telah menjangkau lebih dari satu juta penerima manfaat, realisasi MBG di Riau baru mencapai sekitar 54 persen dari total potensi sasaran.
Adapun potensi penerima manfaat MBG di Riau meliputi 1.730.782 siswa, 274.504 balita, 4.830 ibu hamil, dan 88 ibu menyusui.
Syartiwidya menyebutkan bahwa capaian 2025 menjadi pijakan penting untuk percepatan program ke depan, termasuk rencana penambahan target pada 2026.
“Fokus utama kami selanjutnya adalah mengoptimalkan infrastruktur yang sudah ada, terutama dengan mengaktifkan sisa dapur SPPG yang belum beroperasi. Jika infrastruktur dan aturan sudah siap, perluasan sasaran akan lebih mudah dilakukan,” jelasnya.
Ia menambahkan, percepatan aktivasi sekitar 180 dapur SPPG menjadi prioritas agar layanan MBG dapat menjangkau kelompok rentan secara lebih merata dan berkelanjutan.
Dengan langkah pendataan awal dan evaluasi capaian 2025, KPPG Pekanbaru optimistis Program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Riau pada tahun 2026 akan berjalan lebih optimal dan memberikan dampak yang semakin luas bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)