TRIBUNNEWS.COM - Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, mengaku teleponnya berdering beberapa jam setelah Real Madrid resmi memecat Xabi Alonso.
Real Madrid mengakhiri kerja samanya dengan Xabi Alonso dari jabatan pelatih kepala setelah menelan kekalahan dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2026, Senin (12/1) dini hari WIB.
Manajemen Real Madrid menunjuk rekan Xabi Alonso semasa di Liverpool yakni Alvaro Arbeloa, yang sempat melatih tim akademi Los Blancos, sebagai pelatih sementara.
Arbeloa kabarnya dipercayakan menukangi skuad utama sampai akhir musim 2025/2026. Namun diyakini, situasi bisa berubah suatu waktu.
Dalam laporan media Spanyol seperti Marca dan Diario AS Real Madrid tetap membidik beberapa pelatih top. Satu di antaranya mantan juru taktik Liverpool, Jurgen Klopp.
Klopp pernah bawa Liverpool jadi tim perkasa di Eropa, dirinya juga sempat dirumorkan mau diincar Madrid untuk gantikan Carlo Ancelotti (sebelum Xabi Alonso ditunjuk). Tapi sayangnya, pria asal Jerman itu belum berminat kembali melatih lagi dalam waktu dekat.
CV pelatih berusia 58 tahun tersebut jelas mentereng. Bahkan namanya bersanding dengan deretan pelatih kenamaan dunia kini seperti Jose Mourinho dan Pep Guardiola.
Klopp juga sukses mempersembahkan delapan trofi untuk Liverpool termasuk gelar Premier League dan Liga Champions.
Namun tentangan di Liverpool jelas berbeda dari Los Blancos, julukan Madrid. Ego pemain hingga tuntutan trofi major merupakan sesuatu yang tak bisa ditawar jika Klopp menjatuhkan pilihan sebagai entrenador baru Real Madrid.
Pasca-pemecatan Xabi Alonso dari Real Madrid, Jurgen Klopp, yang berada dalam acara di ServusTV On, ditanya menyoal kemungkinannya ditunjuk sebagai pelatih baru Los Blancos.
Jurgen Klopp pun mengiyakan pertanyaan itu.
"Sebenarnya memang ada," jawab singkat eks Liverpool, menyoal teleponnya yang berdering.
"Tetapi itu bukan dari Real Madrid. Tapi ada beberapa orang yang merasa perlu menghubungi saya menyoal itu (kemungkinan ditunjuk Madrid-red)," lanjut pelatih asal Jerman.
Baca juga: Viral Video Alonso Cekcok dengan Mbappe, Disebut Jadi Pemicu Pemecatan Pelatih Real Madrid
Klopp kemudian menelaah apa yang terjadi sebenarnya di internal Los Blancos, berdasar pada prestasi yang dibawa Xabi Alonso ketika menyusuri lorong penguasa Santiago Bernabeu itu sebagai pelatih baru.
"Xabi Alonso dalam dua tahun terakhir menunjukkan betapa luar biasanya dia, khususnya di Leverkusen."
"Kemudian dia terpaksa meninggalkan Real Madrid setelah enam bulan, itu menunjukkan beberapa hal yang tidak seharunys terjadi," tegas pelatih yang terkenal lewat gaya permainan Gegenpressing-nya.
"Selain manajemen sudah tidak sabar, ekspektasi di Madrid juga sangat besar. Mengambil keputusan seperti itu dalam situasi yang panas, setelah kalah di final piala dari Barcelona kemarin, menunjukkan banyak hal. Saya pikir kita sudah mendengar rumor sejak beberapa waktu lalu.”
Disinggung soal kemungkinannya menjadi pelatih Real Madrid menggantikan Alonso, Jurgen Klopp memberikan jawaban diplomatis.
"Saat ini tidak ada hubungannya dengan saya, dan tidak memicu reaksi bagi saya untuk meresponsnya. Mungkin akan ada pertanyaan lanjutan, tetapi soal pemecatan itu, saya terkejut," pungkas Jurgen Klopp.
(Tribunnews.com/Giri)