TRIBUNJATIMTIMUR.COM - Juventus disebut belum sejajar dengan Inter Milan dan Napoli, meski baru saja menghancurkan tim Emil Audero, Cremonese.
Menariknya, pernyataan tersebut datang dari pelatih Juventus, Luciano Spalletti, sendiri.
Diketahui, Juventus telah melakoni pertandingan melawan Cremonese pada pekan ke-20 Liga Italia 2025/2026, Senin (12/1/2026).
Bermain di kandang sendiri, Allianz Stadium, Bianconeri menang dengan skor telak 5-0.
Baca juga: Update Manuver Juventus Pulangkan Sang Mantan, Siap Beri Tawaran Pertama kepada Liverpool
Baca juga: Terungkap Permintaan Transfer Luciano Spalletti ke Petinggi Juventus, Rekrut Pemain Baru di 2 Posisi
Lima gol Juventus itu dicetak oleh Gleison Bremer (12'), Jonathan David (15'), Kenan Yildiz (35'), Filippo Teracciano (gol bunuh diri) (48'), dan Weston McKennie (64').
Pada laga ini, baik Juventus dan Cremonese sama-sama mendapat penalti.
Namun, Kenan Yildiz selaku eksekutor penalti Juventus gagal dalam menjalankan tugasnya, sementara penalti yang didapat Cremonese dibatalkan oleh VAR.
Kemenangan ini membuat Juventus diam-diam merangsek ke posisi tiga klasemen sementara Liga Italia 2025/2026.
Ya, Bianconeri sukses memanfaatkan kesempatan dibalik laga dua tim teratas Liga Italia, Inter Milan dan Napoli, yang berakhir imbang 2-2.
Meski baru saja menang telak atas Cremonese dan diam-diam naik ke posisi tiga, Luciano Spalletti merasa Juventus belum sejajar dengan Inter Milan dan Napoli.
Eks pelatih Napoli itu menyebut masih ada yang perlu ditingkatkan dalam skuad Juventus.
“Saya menonton pertandingan Inter-Napoli tadi malam, mereka menunjukkan level sepak bola terbaik, sepak bola terbuka dan menyerang, dengan karakter dan ide-ide, yang mewakili pelatih mereka,” kata Luciano Spalletti kepada Sky Sport, dilansir dari Football Italia.
“Saya pikir kita perlu banyak meningkatkan diri untuk mencapai level mereka, dan kita perlu mengambil langkah-langkah itu dengan cepat."
"Saya telah melihat upaya besar dari para pemain ini, jadi saya merasa kita dapat melakukan peningkatan tersebut,” imbuh pelatih Juventus itu.
Lebih lanjut, Luciano Spalletti memberi pandangannya terkait laga Juventus melawan Cremonese.
Menurut Spalletti, dua penalti yang terjadi pada laga tersebut tak semestinya ada.
Pelatih Juventus itu juga memuji rekan seprofesinya, Davide Nicola.
“Saya hanya ingin mencatat bahwa menurut saya, kedua penalti hari ini seharusnya tidak diberikan,” kata Spalletti.
“Ketika Anda melakukan pekerjaan ini, selalu ada kejutan, baik dan buruk, karena lapanganlah yang berbicara,” kata Spalletti kepada Sky Sport Italia.
“Kami mengendalikan permainan, kami bermain bagus dan terorganisir dengan baik, kami memiliki semangat yang tepat melawan lawan yang tahu apa yang mereka lakukan.
"Davide Nicola sangat mengenal liga utama dan apa yang harus dilakukan skuadnya, jadi mereka terorganisir dengan baik dan siap bertempur."
“Dengan sedikit keberuntungan, kami berhasil mendapatkan hasil yang baik di awal pertandingan, tetapi kemudian juga mengalami sedikit nasib buruk dengan penalti yang membentur tiang gawang.
"Saya pikir secara keseluruhan kami memegang kendali, meskipun masih ada beberapa goyahan yang sulit dihilangkan.”
Setelah melawan Emil Audero dkk, Juventus akan menghadapi Cagliari pada pekan ke-21 Liga Italia 2025/2026 di Unipol Domus pada 18 Januari 2026.
(TribunJatimTimur.com)