Sasar 831 Balita hingga Ibu Menyusui, Penyaluran 3.475 Paket MBG di Majene Berujung Keracunan
January 13, 2026 07:03 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Ribuan paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke sekolah-sekolah dan kelompok rentan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berujung pada kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan.

Berdasarkan data laporan kronologi, terdapat 3.475 paket ompreng makanan yang disalurkan pihak penyedia sebelum insiden keracunan massal tersebut terjadi di tujuh desa.

Baca juga: BREAKING NEWS: 50 Balita dan Ibu Hamil di Majene Keracunan Massal Usai Santap Paket MBG

Baca juga: Tangis dan Curhat Ibu di Mamuju, Anak Jadi Korban Keracunan MBG: Saya Bisa Masak Sendiri

Sasar Siswa Sekolah hingga Ibu Menyusui

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan program penyaluran makanan ini memiliki sasaran yang luas.

Mulai dari anak sekolah hingga kelompok kesehatan 3B (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui).

"Distribusi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan untuk anak sekolah dengan jumlah mencapai 2.644 ompreng," ujar dr. Nursyamsi, saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).

Sementara itu, pada tahap kedua, penyedia menyalurkan 831 ompreng yang ditujukan bagi sasaran prioritas kesehatan lainnya. 

"Untuk sasaran 3B, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, total ada 831 ompreng yang dibagikan," tambahnya.

Skala Distribusi Besar di 7 Desa

Penyaluran ribuan paket makanan tersebut mencakup wilayah yang cukup luas, meliputi tujuh desa.

Di antaranya Desa Tubo, Tubo Tengah, Tubo Selatan, Onang Utara, Tubo Poang, Bonde-bonde, dan Desa Onang.

KERACUNAN MBG - Korban keracunan MBG yang dirawat di Puskesmas Sendana II, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Selasa (13/1/2026).
KERACUNAN MBG - Korban keracunan MBG yang dirawat di Puskesmas Sendana II, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Selasa (13/1/2026). (Tribun-Sulbar.com/Dinkes Sulbar)

Menu yang dibagikan kepada ribuan penerima manfaat tersebut terdiri dari nasi putih, sayur sop, ayam suwir dengan mie kecap, tahu kuning, serta buah semangka. 

Proses pengolahan makanan diketahui dilakukan secara bertahap sejak pukul 22.00 WITA hingga dini hari.

Evaluasi Prosedur Penyajian

Meski didistribusikan dalam jumlah ribuan, hingga saat ini tercatat 50 orang mengalami gejala keracunan serius. 

Namun, besarnya jumlah paket yang beredar membuat pihak Dinkes Sulbar menginstruksikan pengawasan ketat terhadap seluruh penerima manfaat.

"Mengingat jumlah ompreng yang didistribusikan sangat banyak, kami meminta penyedia MBG di SPPG Majene untuk melakukan evaluasi total terhadap SOP pengelolaan pangan, mulai dari pemilihan bahan hingga cara pemorsian dan pendistribusian," tegas dr. Nursyamsi.

Saat ini, status KLB telah ditetapkan guna mempercepat penanganan medis bagi para korban yang terdampak dari ribuan paket makanan tersebut.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.