TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sahabat sekaligus penasehat spiritual Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid, Ustadz Abdul Somad (UAS), sudah mengunjungi dan mendengar langsung cerita Abdul Wahid tersebut termasuk bantahan terhadap kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Dinas PU itu.
Sebagaimana diketahui Abdul Wahid membatasi orang untuk mengunjunginya di Rumah Tahanan (Rutan) KPK, hanya memberikan akses pada keluarga inti dan sahabat sekaligus penasihat spiritual UAS.
Hal ini diungkapkan ketua Dewan Syuro PKB Riau KH Abdurrahman Koharudin, menurutnya UAS sudah mengunjungi Abdul Wahid dan mendengarkan semua keterangan dari Gubernur Riau nonaktif tersebut.
"Beliau UAS sudah mengunjungi pak Abdul Wahid di Rutan KPK, dan banyak pesan Abdul Wahid yang disampaikan,"ujar Abdurrahman Koharudin.
Menurut Abdurrahman, dirinya sempat mendatangi hingga dua kali ke rutan KPK untuk menemui Abdul Wahid, namun belum juga bisa bertemu dengan Wahid.
"Tapi penjelasan dari istri beliau juga banyak saya terima termasuk sumpah bantahan terhadap kasus OTT ini,"ujar Abdurrahman Koharudin.
Baca juga: Tanggapan KPK Soal Surat Tulisan Tangan Gubri Non Aktif Abdul Wahid yang Bantah Terlibat Korupsi
Baca juga: Baca Surat Sumpah Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid, Azlaini Percaya Wahid Tidak Korupsi
Sebelumnya, Abdurrahman Koharudin membenarkan surat berisi bantahan dan sumpah Abdul Wahid yang beredar di masyarakat Riau, merupakan pernyataan resmi dari ketua DPW PKB itu.
Tulisan yang beredar di publik bertuliskan tangan tersebut merupakan isi hati yang sebenarnya Abdul Wahid yang sebelumnya pernah disampaikan ke dirinya melalui istri Abdul Wahid.
"Sumpah secara lisan sudah saya dapat dari istri Abdul Wahid, tapi benar memang beliau bersumpah atas nama Allah membantah semua tuduhan itu,"ujar Abdurrahman Koharudin.
Untuk surat bertuliskan tangan dari Abdul Wahid sendiri, memang pihaknya tidak ada menerima secara langsung dari yang bersangkutan, namun isinya secara lisan sudah didapatkan jauh hari sebelumnya.
"Karena memang keterbatasan untuk bisa menemui beliau, hanya keluarga inti yang bisa berkunjung dan UAS, UAS sudah sekali berkunjung ke sana, saya dua kali mau berkunjung tapi tidak bisa,"ujar Abdurrahman Koharudin.
Untuk saat ini lanjut Abdurrahman Koharudin yang mendampingi Abdul Wahid dalam menghadapi masalah hukumnya diserahkan ke DPP.
"Memang ada penasihat hukum dari keluarga ada namun resminya adalah DPP. Langkah hukum belum dipastikan,"jelasnya.
Karena menurut informasi yang didapat mereka dari dalam, ada juga keanehan, selain memang sudah tiga kali masa perpanjangan penahanan, Abdul Wahid juga belum pernah di BAP, kecuali saat pertama kali dulu di Riau.
"Ini sejarahnya, didiamkan kasusnya di dalam dan belum pernah di BAP,"ujar Abdurrahman Koharudin.
Sebagai informasi, surat yang beredar luas dipublik tersebut ditulis tangan oleh Abdul Wahid di secarik kertas dari dalam bilik tahanan KPK dan ditandatangani.
Adapun isi surat yang dimaksud adalah sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim
Kepada masyarakat Riau yang kami cintai karena Allah.
Wallahi
Billahi
Tallahi
1. Saya meminta maaf dan keikhlasan atas segala kesalahan dan kejadian yang Bapak/Ibu lihat dan dengar dari media;
2. Saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan kepada saya, baik meminta fee maupun setoran kepada ASN, apalagi hingga mengancam mutasi apabila tidak diberikan;
3. Saya tidak pernah melakukan janji temu kepada siapa pun terkait serah terima uang yang dituduhkan akan ditujukan kepada saya;
4. Saya menguatkan apa yang disampaikan istri saya bahwa uang yang berada di rumah kami di Jakarta Selatan yang disita KPK merupakan tabungan untuk biaya kesehatan anak.
Jika saya berbohong atas sumpah ini, maka Allah Maha Adil.
Wamakaruu wa makarallah. Wallahu khairul maakirin.
(Tandatangan Abdul Wahid).
Surat ini beredar di banyak group WhatsApp dan media sosial di Provinsi Riau.
( Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)