Gubernur NTT Ajak Mahasiswa di Kalsel Kolaborasi Bangun Daerah dalam Natal Bersama PMKRI
January 13, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID,  BARABAI - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sebagai organisasi kaderisasi yang mengusung visi mewujudkan keadilan sosial, kemanusiaan, dan persaudaraan sejati kembali menunjukkan peran nyatanya di tengah masyarakat.

Hal ini tercermin dalam penyambutan meriah kedatangan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt di Kalimantan Selatan, Senin, (12/01/2026).

Kehadiran Gubernur NTT yang juga merupakan mantan aktivis PP PMKRI periode 2002–2004 tersebut dikemas dalam acara Natal dan Tahun Baru Bersama Gubernur NTT dengan tema “Cahaya dari Kampung Halaman”.

Acara ini dihadiri oleh keluarga besar diaspora NTT di Kalimantan Selatan serta seluruh jajaran DPC PMKRI Banjarmasin.

Baca juga: Ular Kobra 1,2 Meter Teror Dapur Ketua RT di Banua Binjai HST, Tim Damkar Gercep Lakukan Evakuasi

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan tarian khas Ende, dilanjutkan salam pembuka dari Wakil Ketua Flobamora Kalimantan Selatan, Pendeta Erwin Daud.

Suasana semakin khidmat dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Ignatius Tari, MSF, serta dihadiri sejumlah tokoh agama.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bagian dari komitmen membangun kolaborasi lintas elemen masyarakat. 

Ia memaparkan konsep tujuh pilar pembangunan NTT yang dirangkum dalam satu semangat #AyoBangunNTT, dengan ekonomi berkelanjutan sebagai pilar utama yang menopang sektor pendidikan, infrastruktur, dan pembangunan sosial.

Ketua Presidium PMKRI Banjarmasin, Laura Anggelina, menyampaikan bahwa kehadiran tokoh senior PMKRI tersebut menjadi penguatan semangat kaderisasi dan perjuangan mahasiswa.

“Kehadiran Bapak Gubernur NTT yang juga merupakan senior PMKRI menjadi teladan nyata bagi kader PMKRI hari ini. Ini membuktikan bahwa kaderisasi PMKRI mampu melahirkan pemimpin yang konsisten memperjuangkan keadilan sosial dan kepentingan rakyat,” ujar Laura.

Menurutnya, dialog antara pemerintah dan mahasiswa menjadi ruang strategis untuk memastikan pembangunan berjalan dari bawah dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Setiap suara akan bernilai jika pemerintah mau mendengar aspirasi dari akar rumput. Perjumpaan ini membuka harapan dan peluang bagi kami sebagai anak muda untuk menjadi generasi tangguh yang tidak mudah mundur meski tantangan zaman semakin kompleks,” lanjutnya.

Baca juga: Bupati HST Terjun Langsung Pantau Banjir Parah di Kayu Rabah

Laura juga menegaskan pesan Gubernur NTT kepada seluruh mahasiswa dan diaspora daerah agar tetap berkontribusi bagi pembangunan lokal, meskipun tengah menempuh perjuangan di daerah lain.

“Pembangunan bukan tentang siapa kita, tetapi tentang konsistensi perjuangan dan kolaborasi dengan seluruh elemen,” tegasnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama serta tarian perpisahan khas Ende, menandai berakhirnya perjumpaan penuh kehangatan, persaudaraan, dan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat diaspora NTT di Banjarmasin. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene)
 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.