Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku, mulai lakukan upaya perbaikan sementara terhadap lubang jalan sedalam hampir satu meter di Jalan Syaranamual, Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Selasa (13/1/2025).
Langkah ini diambil sebagai penanganan darurat setelah jalan tersebut mengalami kerusakan selama lebih dari sepekan.
Baca juga: Menanti Gaji Tanpa Kepastian, Pekerja PT Kalrez Petroleum Ngaku Alami Tekanan Mental
Baca juga: Tunggakan Gaji 8 Bulan, Pekerja Karlez Datangi Disnakertrans SBT
Warga setempat menyebutkan, selama sepekan terakhir lubang tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Mulai dari kendaraan roda empat yang bannya terperosok ke dalam lubang, hingga pengendara sepeda motor yang terjatuh karena tidak menyadari keberadaan lubang di badan jalan.
Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 13.45 WIT, di lokasi telah disiapkan material pasir.
Dua orang pekerja menggunakan rompi berwarna oranye, tampak mengisi pasir ke dalam karung, sementara seorang lainnya memantau proses pengerjaan di lapangan mengenakan kemeja putih dan celana hitam.
“Dari Balai Jalan Nasional,” ujar pria tersebut singkat sebelum meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.
Untuk memperoleh keterangan resmi, TribunAmbon.com mendatangi Kantor BPJN Maluku di Ir. M. Putuhena, Wailela, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, siang Itu.
Humas BPJN Maluku, Astrid Alfons, membenarkan bahwa perbaikan akan dilakukan, namun pengerjaan sangat bergantung pada kondisi pasang dan surut air laut, karena lubang jalan itu berada di atas plat duiker. Saat air pasang, kawasan itu kerap tergenang.
“Dari aplikasi pasang surut air laut, data yang kami dapatkan air surut itu sekitar pukul 05.00 WIT subuh. Jadi saat ini kami sudah proteksi titik penanganan dengan karung pasir supaya tidak tergenang air laut dilanjutkan dengan perbaikan dinding plat duiker yang jebol, besok baru dilanjutkan lagi dengan pekerjaan timbunan” ujarnya.
Astrid menjelaskan, penanganan yang dilakukan saat ini masih bersifat darurat.
Pasalnya, penanganan di titik tersebut belum masuk program 2026.
Jika pengerjaan sudah dapat dilakukan sepenuhnya, proses perbaikan diperkirakan hanya memakan waktu dua hingga tiga hari.
“Biasanya kalau penanganan seperti itu tidak begitu lama. Palingan dua sampai tiga hari pengerjaan,”
BPJN Maluku berharap para pengguna jalan dapat bersabar sembari menunggu perbaikan parmanen, dan tetap berhati-hati saat melintas di lokasi tersebut. (*)