Rupiah Melemah ke Rp 16.875 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tertekan
January 13, 2026 08:03 PM

 

BANGKAPOS.COM--Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah berada di level Rp 16.875 per dolar AS pada Selasa (13/1/2026).

Angka ini melemah sekitar 0,13 persen dibandingkan hari sebelumnya yang berada di posisi Rp 16.853 per dolar AS.

Pergerakan rupiah di Jisdor tersebut sejalan dengan kondisi rupiah di pasar spot.

Di akhir perdagangan Selasa, rupiah ditutup pada level Rp 16.877 per dolar AS, juga melemah 0,13 persen dari penutupan sehari sebelumnya di Rp 16.855 per dolar AS.

Tidak hanya rupiah, sebagian besar mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada hari yang sama.

Mata uang yang paling tertekan adalah baht Thailand yang turun hingga 0,68 persen.

Selain itu, yen Jepang melemah 0,48 persen, won Korea Selatan turun 0,42 persen, dan peso Filipina melemah 0,13 persen.

Rupee India juga tercatat melemah 0,13 persen, sama seperti rupiah.

Mata uang Asia lainnya seperti dolar Singapura turun 0,08 persen, yuan China melemah 0,04 persen, dolar Hong Kong turun 0,04 persen, dan dolar Taiwan melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

Di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia, ringgit Malaysia justru menjadi pengecualian. Ringgit menguat 0,23 persen terhadap dolar AS pada perdagangan sore hari.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia, tercatat naik ke level 98,98.

Angka ini meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang berada di posisi 98,86.

Penguatan dolar AS inilah yang menjadi salah satu faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah dan mata uang Asia lainnya.

Sumber : Kontan.Co.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.