Mengenal Tony Wenas, Arsjad Rasjid dan Prof Sangkot Marzuki, Penentu Rektor Terpilih Unhas
January 13, 2026 08:05 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mengenal tiga sosok tokoh nasional penentu Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) 2026-2030.

Tiga sosok itu punya hak suara dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Unhas.

Ketiganya yakni CEO PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Pengusaha Arsjad Rasjid dan Ilmuwan Prof Sangkot Marzuki.

Ketiganya bakal hadir dalam pemilihan tahap akhir di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat pada Rabu (14/1/2026).

Unsur perwakilan masyarakat dalam struktur Majelis Wali Amanat (MWA) penting berperan dalam penetapan kebijakan, pengawasan, serta pengembangan universitas.

Sosok perwakilan masyarakat umum harus memiliki wawasan luas tentang pendidikan tinggi, rekam jejak baik, komitmen membangun universitas, dan tidak berafiliasi partai politik.

Ketiga tokoh ini bergabung dengan anggota lainnya di MWA Unhas.

Diantaranya unsur Ex-Officio sebanyak 4 orang yaitu Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) Brian Yuliarto, Gubernur Sulawesi Selatan

Andi Sudirman Sulaiman, Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman dan Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas.

Unsur Perwakilan Dosen sebanyak 8 orang. Ada Prof Alimuddin Unde, Prof Andi Niartiningsih, Prof Andi Zulkifli, Prof Asmuddin Natsir.

Prof Dwia Aries Tina, Prof Hasanuddin, Prof Kartini dan Prof Arsyad Thaha.

Kemudian Unsur Perwakilan Tenaga Kependidikan sebanyak 2 orang, yakni Fadly Rivai dan Jumiaty Nurung.

"Anggota MWA yang dari luar juga akan ke Jakarta (hari ini)," Kata Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas Ishaq Rahman di Jakarta saat dihubungi pada Selasa (13/1/2026).

*Tony Wenas*

Tony Wenas lahir pada 8 April 1962. Ia dikenal sebagai tokoh bisnis sekaligus seorang musisi.

Sejak Desember 2018 hingga saat ini, Tony menjabat sebagai Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, salah satu perusahaan tambang tembaga terbesar di dunia.

Tony Wenas merupakan lulusan terbaik Fakultas Hukum, Universitas Indonesia tahun 1985.

Setelah itu, dirinya terbang ke Amerika Serikat.

Tonye Wenas melanjutkan pendidikan di MIT Sloan School of Management, Massachusetts Institute of Technology (MIT).

Nama Tony Wenas memang populer di dunia pertambangan.

Tony Wenas pernah tercatat sebagai Presiden dan CEO PT Vale Indonesia tahun 2010-2011.

Kemudian Country Head Intrepid Mines Ltd - Indonesia tahun 2012-2014.

Lalu diikuti Presiden PT Berkat Resources Indonesia 2014-2015.

Tony juga menduduki posisi kepemimpinan di berbagai organisasi, termasuk Indonesian Mining Association (IMA), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Selanjutnya The Nature Conservancy (TNC), Indonesian Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) (2010-2012).

Pada tahun 2015-2017, Tony menjabat sebagai Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan Managing Director Asia Pacific Resources International Limited (APRIL Group).

Sejak Maret 2022, Tony menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI).

*Arsjad Rasjid*

Arsjad Rasjid lahir di Jakarta, 16 Maret 1970. Dirinya dikenal seorang pengusaha.

Arsjad Rasjid diketahui memulai pendidikan tinggi di University of Southern California di bidang Computer Engineering pada tahun 1990.

Lalu ia melanjutkan studi di bidang Administrasi Bisnis. Arsjad Rasjid merengkuh gelar Bachelor of Business Administration dari Pepperdine University, California, Amerika Serikat pada tahun 1993.

Tak hanya itu, Arsjad Rasjid juga menyelesaikan Executive Education on Impacting Investing di Said Business School, University of Oxford Inggris pada tahun 2013.

Program Executive Education Global Leadership and Public Policy for the 21st Century di Harvard Kennedy, School juga dilulusi.

Arsjad Rasjid pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk tahun 2016-2025.

Dari Rapat Umum Pemilik Saham (RUPS) 2025, Arsjad Rasjid dipilih menjadi komisaris perusahaan tersebut.

Dirinya juga pernah menjabat Ketua Umum Kadin 2021-2024.

Saat ini dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin 2024-2029.

*Prof Sangkot Marzuki*

Prof Sangkot Marzuki lahir di Medan, Sumatera Utara pada 2 Maret 1944. Prof Sangkot dikenal sebagai pakar Biologi Molekuler.

Jenjang pendidikan tingginya dimulai dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1968.

Kemudian jenjang master diselesaikan di Universitas Mahidol Bangkok pada tahun 1971.

Sementara Gelar doktor diperoleh dari Universitas Monash di Australia pada 1976.

Pria kelahiran Medan 1944 ini sempat menetap di Australia sebagai staf pengajar di Monash University.

Ia membangun kelompok riset dengan reputasi internasional di universitas tersebut selama 17 tahun.

Tahun 1992, Prof Sangkot Marzuki kembali ke Indonesia.

Presiden ke tiga Indonesia, BJ Habibie memintanya memimpin pembukaan kembali Lembaga  Eijman dan pengembangannya sebagai lembaga penelitian biologi molekuler.

Prof Sangkot Marzuki banyak meneliti bersama para pakar Australia.

Termasuk kolaborasi dalam penelitian terkait wabah penyakit Malaria.

Prof Sangkot dikenal sebagai alumni Australia berprestasi tinggi dan dianugerahi sebagai Anggota Kehormatan Order of Australia.

Ketiga perwakilan unsur masyarakat ini masing-masing memiliki suara dalam pemilihan besok.

Para calon rektor sudah siap menatap prosesi pemilihan.

Prof JJ begitu tenang menghadapi proses pemilihan tingkat MWA.

Kenangan manis pada Pilrek Unhas 2022 lalu, jadi pengalamannya menatap pemilihan kali ini.

Di Pilrek 2022 lalu, Prof JJ menang dengan 11 suara.

Unggul dari dua pesaingnya, Prof Farida Patittingi 9 suara dan Prof Budu 5 Suara.

Pilrek kali ini, Prof JJ tak punya target khusus mengenai jumlah suara.

Dirinya tetap optimis bisa melanjutkan kepemimpinan di periode 2026-2030.

"Saya sebagai salah satu kandidat tidak punya target (jumlah suara), saya serahkan sepenuhnya pada mekanisme yang ada secara demokratis dan profesional," jelas Prof JJ.

Calon rektor lainnya, Prof Sukardi Weda optimis kembali bisa mendapat suara di tingkat MWA.

Meskipun dirinya tidak pernah melakukan komunikasi dengan satupun anggota MWA Unhas.

Prof Sukardi Weda mengaku hanya mengandalkan tawaran program kerjanya guna mendulang suara.

"Kalau terkait suara, sama dengan senat lalu. Saya tidak pernah melakukan komunikasi dengan siapapun. Sama kesempatan ini. Semoga dengan pemaparan visi misi, bisa menarik perhatian MWA memberikan suara ke saya," ujar Prof Sukardi Weda kepada Tribun-Timur.com saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026).

Prof Sukardi Weda menyebut seluruh calon memiliki kesempatan yang sama duduk sebagai rektor.

Kini penentuan sosok pemilik ruangan lantai 8 Gedung Rektorat Unhas ada di tangan anggota MWA.

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.