TRIBUN-TIMUR.COM - Empat orang mendaftar calon Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare periode 2026-2030.
Mereka Prof Andi Aderus, Prof Hannani, Prof Darmawati dan Dr Islamul Haq.
Dari empat pendaftar, hanya Prof Andi Aderus bukan dari IAIN Parepare.
Ia menjabat Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar.
Prof Hannani menjabat Rektor IAIN Parepare.
Baca juga: IAIN Parepare Masuk 10 Besar Nasional SINTA, Tertinggi di Indonesia Timur
Ia merupakan guru besar dalam bidang Ilmu Hukum Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam IAIN Parepare.
Prof Darmawati mantan Direktur Pascasarjana IAIN Parepare periode 2022-2024.
Dr Islamul Haq menjabat Direktur Pascasarjana IAIN Parepare.
Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris LPM IAIN Parepare.
Dari empat pendaftar, Prof Hannani ditantang oleh dua anak buahnya.
Yaitu Prof Darmawati dan Dr Islamul Haq.
Menariknya Prof Andi Aderus, Prof Hannani, dan Dr Islamul Haq merupakan alumni Darud Da'wah wal Irsyad (DDI).
Prof Andi Aderus lulusan DDI Pattojo, Prof Hannani DDI Pangkep, dan Islamul Haq DDI Mangkoso.
Prof Darmawati satu-satunya berasal dari As'Adiyah.
Keempat memiliki visi sama mengembangkan IAIN Parepare.
Prof Andi Aderus punya terget mengantar IAIN Parepare menjadi universitas berstatus BLU.
"Saya lihat IAIN parepare memiliki potensi dikembangkan jadi universitas BLU," kata Prof Andi Aderus usai mendaftar IAIN Parepare, Jumat (9/1/2026).
Ia menilai IAIN Parepare sudah saatnya naik kelas.
Kualitas IAIN Parepare tidak kalah dengan IAIN Palopo ataupun Palu yang kini sudah menjadi Universitas.
"IAIN Parepare kalua diukur dengan IAIN seperti Palopo, dan Palu, Gorontalo, saya kira jauh lebih siap kalau dikerja lebih baik. Sehingga harus didorong jadi UIN. Supaya integrasi keilmuan di Parepare bisa dijalankan," sambungnya.
Bertahun-tahun mengabdi di UIN Alauddin Makassar, Prof Andi Aderus menilai sudah saatnya dirinya mengabdi memajukan kampus di Sulsel.
Pasalnya di UIN Alauddin juga sudah memiliki segudang sosok yang bisa melanjutkan titahnya jika terpilih nantinya.
"Hasil diskusi dari kajian kita dari beberapa kawan, saya didorong mencoba mengabdi dan mengantar IAIN Parepare jauh lebih maju agar menjadi universitas rujukan internasional," kata Wakil Rektor II UIN ini.
Prof Hannani mengatakan, akan melanjutkan kolaborasi yang dibangun bersama tim dalam satu periode terakhir.
Beberapa prestasi Prof Hannani seperti mendapatkan penilaian positif dari Inspektorat dalam pengukuran capaian kualitas kementerian atau ‘Asta Cita’ yang dicanangkan Menteri Agama.
Menembus peringkat 10 besar skor SINTA (Science and Technology Index) di jajaran PTKIN se-Indonesia, yang sekaligus menempatkan IAIN Parepare sebagai yang terbaik di Indonesia Timur.
Juga tengah menunggu terbitnya SK pembukaan program studi jenjang S3 (Doktor).
Prof Hannani telah mengabdi di IAIN Parepare sejak tahun 1999, saat institusi tersebut masih berstatus STAIN.
Prof Darmawati mengaku ingin memperkuat fondasi jika diamanahkan memimpin IAIN Parepare.
Ia ingin IAIN Parepare kuat dari segi institusi, tertib segi tata kelolanya dan sejahtera bagi dosen dan mahasiswa.
Ada tiga prioritas kerjanya yaitu layanan berkualitas, pengelolaan yang transparan, serta kesejahteraan yang berpihak pada kualitas kehidupan akademik.
Sementara Islamul Haq mengaku mendaftar mewakili kaum muda di IAIN Parepare.
IAIN Parepare sudah berada di jalur on the track menuju kampus idaman.
Islamul menekankan perbaikan dibeberapa sektor, khususnya terkait internasionalisasi dan konsistensi kualitas pembelajaran.