Minim Respons Distributor, Bulog Batam Siapkan Skema Distribusi 1.250 Ton Beras Makassar
January 13, 2026 08:07 PM

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Perum Bulog Cabang Batam menyiapkan langkah alternatif dalam mendistribusikan beras premium asal Makassar, Sulawesi Selatan, menyusul minimnya respons dari distributor lokal. 

Dari total rencana pasokan 4.000 ton, Bulog Cabang Batam memastikan tahap awal sebanyak 1.250 ton siap dikirim ke Kepri.

Rinciannya, 1.000 ton untuk Batam dan 250 ton untuk Karimun.

Kepala Bulog Cabang Batam, Guido XL Preirera, mengatakan secara fisik stok beras tersebut sebenarnya sudah tersedia di Sulawesi Selatan.

Beras merupakan hasil panen dalam negeri tahun 2025 yang saat ini tersimpan di gudang Bulog Sidrap, Sulawesi Selatan.

“Barangnya sebenarnya sudah ada. Tinggal jenis kapal yang akan mengangkut, mau pakai kapal curah atau kontainer. Kalau dari sisi Bulog, kami siap,” ujar Guido, Selasa (13/1/2026).

Namun demikian, rencana pengiriman sempat tertahan karena belum adanya kepastian penyerapan dari distributor di Batam.

Guido mengakui Bulog bahkan sempat membatalkan skema awal pengiriman curah dan beralih ke pengiriman menggunakan kontainer demi menyesuaikan kebutuhan distribusi.

“Yang kami batalkan itu bukan barangnya, tapi skemanya. Tidak ada masalah sebenarnya, hanya memang harus pakai kontainer,” jelasnya.

Guido menilai sikap distributor yang belum menyerap beras Bulog disebabkan kondisi pasar ritel Batam yang masih terlihat cukup pasokan.

Sejumlah distributor masih mengandalkan pasokan dari daerah lain seperti Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Di mal dan ritel, beras masih ada. Jadi distributor mungkin masih menahan diri,” ujarnya.

Padahal, lanjut dia Bulog telah menawarkan pasokan beras premium ini kepada setidaknya lima distributor besar dari sekitar 20 distributor yang beroperasi di Batam.

Beras tersebut ditawarkan dalam kemasan polos 50 kilogram dengan harga sekitar Rp14.500 per kilogram saat tiba di Batam.

“Ini harga sampai di Batam, saya jamin. Memang bentuknya masih 50 kilogram. Kalau distributor mau kemas ulang jadi 5 kilo atau 10 kilo, tentu ada tambahan biaya, tapi margin sebenarnya masih ada,” tegas Guido.

Terkait kualitas, Guido memastikan beras premium asal Sulawesi Selatan tersebut memiliki karakter pulen dan relatif segar karena merupakan hasil panen dalam negeri yang tidak disimpan terlalu lama.

“Ini beras hasil panen lokal, bukan impor. Karena tidak disimpan lama, kualitasnya bagus dan fresh. Hampir sama dengan beras premium yang sebelumnya sudah beredar dan itu laku di pasaran,” jelasnya.

Beras tersebut dipasarkan dengan merek Sentra Rama dan Punakawa yang penamaannya disesuaikan dengan karakteristik wilayah produksi di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, penyaluran beras Bulog di wilayah Karimun tercatat berjalan lebih cepat. Pasokan sekitar 24 ton yang sebelumnya masuk ke Karimun dilaporkan sudah habis terserap pasar.

“Yang di Karimun sudah habis, semua laku. Sekarang tinggal di Batam yang mulai menipis, sisa sekitar 20-an ton,” kata Guido.

Ia menyebut respons distributor di Batam mulai terlihat, meski belum signifikan.

Beberapa distributor disebut mulai mengambil untuk didistribusikan ke warung dan toko kelontong.

“Sudah mulai ada respons, meski pelan-pelan. Kita juga dorong distributor supaya membantu distribusi ke masyarakat,” ujarnya.

Ia memastikan Bulog tetap bersiaga menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di Batam dan Kepulauan Riau.

Jika kondisi pasar berubah dan stok ritel mulai menipis, Bulog siap segera mengirim sisa pasokan dari Makassar.

“Kalau kondisi sudah tidak normal dan stok mulai kurang, saya akan langsung minta dikirim. Pemerintah pusat sudah menugaskan Bulog, dan stoknya memang sudah siap,” tegas Guido.

Ia menambahkan, meski harga beras premium di pasaran sempat naik hingga Rp15.500 per kilogram menjelang akhir tahun.

Kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali.

“Tugas Bulog jelas, menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Soal distributor mau ambil atau tidak, kami tetap siaga,” katanya. (TribunBatam.id/Bereslumbantobing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.