Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama
TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura yang sempat berhenti beroperasi kini dipastikan kembali distribusikan makanan.
Kembalinya operasional dapur MBG ini sekaligus menjawab keresahan publik yang sempat mempertanyakan kelanjutan program tersebut.
Sebelumnya, ada sebanyak tujuh dapur MBG menghentikan aktivitasnya akibat kendala anggaran operasional.
Situasi itu memicu beragam spekulasi di tengah masyarakat, termasuk isu pembekuan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar.
Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, Sudarmanto, mengatkan bahwa penghentian layanan hanya bersifat sementara dan tidak berkaitan dengan sanksi atau pembekuan dari BGN.
"Sejak 8 Januari 2026, tujuh dapur MBG yang sempat berhenti sudah kembali beroperasi normal," ujarnya, Selasa (13/1/2026).
"Kendalanya murni soal kekhawatiran pembayaran, bukan karena dibekukan," imbuhnya.
Baca juga: Jadi Langganan Dapur MBG, UMKM Trenggalek Ini Bisa Raup Omzet Rp 6 Juta Sehari
Dengan aktifnya kembali dapur-dapur MBG ini, distribusi makanan bergizi bagi sasaran program di Kabupaten Sampang kembali berjalan optimal.
"Kami berharap, tidak ada lagi hambatan dalam pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat ini di Sampang," harapnya.
Adapun ketujuh SPPG tersebut yakni:
• SPPG Sampang Ketapang Pangereman dengan Kepala SPPG Ismail Marzuki
• SPPG Sampang Kedungdung Daleman 2 dengan Kepala SPPG Ahmad Said
• SPPG Sampang Torjun Pangongsean dengan Kepala SPPG Robiatul Adawiyah
• SPPG Sampang Sreseh Noteh 2 dengan Kepala SPPG Deri Efendi
• SPPG Sampang Torjun Krampon dengan Kepala SPPG Atiqurrahman Jaya
• SPPG Sampang Jrengik Taman 2 dengan Kepala SPPG Abdillah Nauvally Rizky
• SPPG Banyuates dengan Kepala SPPG Ahzamzam Erendy