Bangkalan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur, menyiasati keberlangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah terdampak bencana, dengan cara menumpang di teras rumah warga.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bangkalan Ali Yusron Purwanto di Bangkalan, Selasa mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi di Bangkalan telah menyebabkan sejumlah sekolah rusak. Salah satunya SDN Tlagah 2, Kecamatan Galis.
"KBM di sekolah itu terpaksa dilakukan dengan cara meminjam teras rumah warga sebagai tempat kegiatan belajar mengajar," katanya.
Ia menjelaskan, sekolah dengan jumlah total siswa sebanyak 248 orang itu, sebagian di antaranya terpaksa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di emperan rumah warga, karena tiga ruang kelas di sekolah itu, yakni kelas 4,5 dan 6 ambruk akibat diterpa angin kencang.
"Menurut laporan pihak sekolah dan survei langsung yang telah kami lakukan, ada sebanyak 110 orang siswa yang terpaksa belajar di rumah-rumah warga," kata dia.
Selain karena terjadi bencana, yakni berupa hujan deras disertai angin kencang, kerusakan di SDN Tlagah 2 itu juga karena sebagian bahan bangunan sudah lapuk dimakan usia.
Yusron menuturkan, pihak sekolah sebelumnya memang telah menyampaikan laporan dan pengajuan perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. Akan tetapi, karena anggaran belum tersedia, maka usulan renovasi belum bisa dilaksanakan.
Selain di SDN Tlagah 2 Kecamatan Galis, sekolah rusak yang memerlukan perbaikan segara juga terjadi di SDN Kajuanak 4.
Hanya saja, sambung dia, tingkat kerusakan di sekolah itu lebih ringan, yakni satu ruang kelas, dan kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan cara menyekat satu ruang kelas sehingga menjadi dua ruang.
Sementara itu, berdasarkan hasil serap aspirasi Komisi VI DPRD Bangkalan dengan perwakilan satuan pendidikan di Kabupaten Bangkalan, diketahui total jumlah sekolah rusak di wilayah itu mencapai 536 dari total 683 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang ada di wilayah itu.
Dari total 536 sekolah itu, sebanyak 21 di antaranya tergolong parah, dan memerlukan perhatian serius pemerintah untuk segera direnovasi.
"Di antaranya adalah SDN Tlagah 2 yang kegiatan belajar mengajarnya saat ini terpaksa numpang di teras rumah warga itu," katanya.
Kabid SD Disdukbud Pemkab Bangkalan Ali Yusron Purwanto lebih lanjut menjelaskan, pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia agar segera diperbaiki.
"Karena kalau kami mengandalkan APBD, yang jelas, tidak akan segera diperbaiki, karena anggaran yang ada di Pemkab Bangkalan sangat terbatas," katanya.







