Jakarta (ANTARA) - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar praktik clandestine lab narkotika jenis etomidate yang beroperasi di kawasan Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara.

"Dalam pengungkapan ini, kami mengamankan dua orang tersangka salah satunya adalah warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berinisial HW dan satu WNI berinisial D," kata Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Parikhesit menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta terkait paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional.

"Paket tersebut diketahui berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke Lobby Tower H Apartemen Greenbay," katanya.

Selanjutnya tim langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap dua tersangka berinisial D dan HW pada Jumat (9/1) sekitar pukul 15.30 WIB.

Dari hasil penggeledahan di TKP, petugas menemukan paket FedEx berisi narkotika jenis etomidate seberat 100 gram, bahan kimia lain yang SLS 1 kilogram.

"Serta berbagai peralatan laboratorium seperti tabung lab berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol lab, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, hingga dandang stainless," ucap Parikhesit.

Barang bukti pengungkapan praktik clandestine lab narkotika jenis etomidate yang beroperasi di kawasan Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara, Jumat (9/1/2026). ANTARA/HO-Ditresnarkoba Polda Metro Jaya

Dalam pengungkapan kasus ini juga ditemukan fakta bahwa alat produksi lab ilegal ini dikirim dari India, sementara HW, WNA Tiongkok berperan sebagai peracik utama dalam proses pembuatan cairan etomidate.

"Dari hasil analisis sementara, clandestine lab tersebut diperkirakan mampu memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate," kata Parikhesit.

Ia menyebutkan berdasarkan perhitungan tersebut, jika satu cartridge vape etomidate rata-rata berisi 2 mililiter cairan, maka dari total 30 liter cairan etomidate, clandestine lab ini berpotensi menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods etomidate yang siap diedarkan ke masyarakat.

"Clandestine lab tersebut berhasil digagalkan sebelum sempat beroperasi dan mengedarkan hasil produksinya ke masyarakat," jelasnya.

Saat ini, tersangka dan seluruh barang bukti dan alat produksi di amankan di Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.