TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kepala Desa Tempapan Hulu, Kecamatan Galing, Asmanto, meminta bantuan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menormalisasi sungai di desanya, Selasa 13 Januari 2026.
Langkah itu disampaikan Asmanto untuk meminimalisir kembalinya banjir yang melanda di dua dusun yakni Dadau dan Semanas. Terbaru banjir merendam pemukiman warga sejak 2-5 Januari 2026.
"Permohonan kami dari masyarakat Desa Tempapan Hulu khususnya melalui Kepala Desa untuk mengurangi banjir perlu adanya normalisasi sungai," kata Asmanto.
Asmanto menambahkan, untuk mengurangi dampak banjir ia minta kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera dilakukan normalisasi sungai.
"Sehingga begitu walau terjadi banjir tetapi tidak lama. Supaya kita, artinya untuk mengurangi banjir walaupun di sini banjir tetapi tidak lama," jelasnya.
Asmanto menyebutkan, wilayah desanya rawan terendam banjir apabila cuaca hujan dengan intensitas lebat. Curah hujan menjadi pemicu banjir di desa Tempapan Hulu.
Lebih jauh, dia merincikan sedikitnya 346 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir pada rentang 2 Januari hingga 6 Januari 2026.
Baca juga: Banjir Desa Bengkawan Kecamatan Seluas Sambas Berangsur Surut
"Terdampak banjir jumlahnya kurang lebih 346 KK dan jumlah jiwanya sekitar 1300-an, mudah-mudahan itu yang terdampak dari tanggal 1 sampai tanggal 6, sempat tergenang air," ucapnya.
Dia menambahkan, terkini kondisi banjir memang sudah surut kembali. Di samping itu perekonomian masyarakat sudah mulai membaik.
"Sudah surut. Kami mengucapkan terima kasih kepada BNBP pusat dan BPBD Sambas yang telah berkunjung ke desa kami Desa Tempapan Hulu," jelasnya. (*)
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!