TRIBUNTRENDS.COM - Setelah lama memilih diam, Roby Tremonti akhirnya membuka suara di hadapan publik. Keheningan itu runtuh seiring derasnya gelombang sorotan yang menghantam dirinya pasca viralnya buku memoar “Broken Strings”, karya mantan istrinya, Aurelie Moeremans.
Buku tersebut tak hanya membangkitkan kembali cerita masa lalu, tetapi juga menyeret nama Roby ke pusaran opini publik yang kian liar.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama MNC TV di kediamannya, Senin (12/1/2026), Roby yang oleh warganet diduga sebagai sosok “Bobby” dalam buku tersebut mengungkapkan perasaan terpojok yang ia rasakan.
Dengan raut wajah tegang dan emosi yang berusaha dikendalikan, ia menyampaikan bahwa namanya kini seolah hancur dan tak lagi memiliki ruang untuk membela diri.
Baca juga: Roby Tremonti adalah Bobby? Tato di Tangan jadi Bukti Kuat, Digambarkan Aurelie Moeremans di Bukunya
Roby menegaskan bahwa persoalan rumah tangganya dengan Aurelie sejatinya telah lama berlalu.
Baginya, kisah itu seharusnya terkubur oleh waktu, bukan kembali diangkat dan diperdebatkan di ruang publik.
"Saya tadi udah dari awal ini once for all udah selesai. Tolong jangan senggol lagi," kata Roby di depan kamera.
Ia kemudian menyebut satu angka yang sarat makna: “16 tahun, Bro”.
Ungkapan tersebut diduga merujuk pada rentang waktu panjang sejak pernikahan mereka pada 2011 hingga hari ini sebuah penegasan bahwa, menurutnya, kisah itu seharusnya sudah lama ditutup rapat.
Dalam pernyataannya, Roby tak hanya berbicara untuk dirinya sendiri. Ia menyebut beberapa nama, termasuk orang tua Aurelie.
"Tante Sri, Om Jean Marc, Jeremy", sebelum akhirnya menyebut "Aurelie".
Nada suaranya berubah lebih lunak saat ia mengenang momen ketika Aurelie menikah dengan Tyler Bigenho.
Ia mengaku pernah mendoakan kebahagiaan bagi mantan istrinya itu.
"Aurelie, saya doakan podcastnya. Eh, podcast saya diundang ke setahun yang lalu. Aureli menikah. Saya ucapkan apa? Semoga kalian bahagia, dapat momongan apalagi," ujarnya.
Ucapan itu seolah ingin menunjukkan bahwa ia tidak menyimpan dendam, meski hubungan mereka telah lama berakhir.
Baca juga: Keluarganya Diancam Buntut Broken Strings, Roby Tremonti Sentil Aurelie: Kalau Saya Dibakar Gimana?
Roby kemudian melanjutkan dengan permintaan yang langsung ditujukan kepada Aurelie.
Ia memintanya untuk menghentikan kehebohan yang tengah berlangsung dan lebih memusatkan perhatian pada kondisi kehamilannya.
"Perhatikan kandungan kamu. Jangan, jangan banyak ngapain sibuk-sibuk kayak gini, lebih fokus sama kamu kan lagi hamil," lanjut Roby.
Pernyataan tersebut disampaikan dengan kehati-hatian ekstra, seolah ia sadar setiap kata yang keluar dari mulutnya bisa menjadi bahan tafsir dan perdebatan baru.
Roby secara terbuka mengungkap kekhawatirannya terhadap respons warganet. Ia merasa apa pun yang ia ucapkan berpotensi dipelintir dan menyerangnya kembali.
"Saya ini maaf ya netizen... saya juga enggak mau nih nanti dipelintir. 'Gila Roby ngomong gini, Aurelie lagi hamil'. Saya kan terpaksa ini ditekankan ya," katanya.
Ia lalu memberikan alasan di balik komentarnya mengenai kehamilan Aurelie, sebuah penjelasan yang justru memantik perdebatan baru.
"Saya sangat tahu bayi yang ada di dalam perut Aureli enggak tahu apa-apa. Bukan saya sok baik, tapi saya perhatikan itu"
Baca juga: Tak Peduli Diancam, Hesti Sindir Roby Tremonti soal Aurelie Moeremans? Klarifikasi jadi Konfirmasi
Wawancara itu ditutup dengan satu harapan sederhana dari Roby: agar semua kegaduhan ini berhenti.
"Asal jangan ada yang gini-gini lagi deh."
Namun, respons Roby justru menuai beragam penilaian.
Banyak warganet di kolom komentar menilai pernyataannya lebih menitikberatkan pada dampak yang ia alami secara pribadi dan permintaan agar tidak lagi “disenggol”, ketimbang memberikan klarifikasi mendalam atas tuduhan serius yang tertuang dalam Broken Strings, seperti dugaan child grooming, pemaksaan pernikahan, hingga KDRT yang pernah diungkap Aurelie.
Di tengah pusaran opini publik, suara Roby kini terdengar namun apakah suara itu cukup untuk meredam badai, atau justru menambah gelombang baru, waktu yang akan menjawab.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)