TRIBUNNEWS.COM, SOLO – Bagi Muhammad Ali Akbar, isu lingkungan bukan sekadar wacana di ruang kelas Hubungan Internasional (HI).
Mahasiswa angkatan 2023 FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) ini berhasil mengubah kepeduliannya terhadap sampah menjadi tiket emas mendapatkan Beasiswa Sobat Bumi dari Pertamina Foundation.
Ali berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah.
Namun, keterbatasan itu tidak memadamkan semangatnya untuk berinovasi.
Ia mengambil tema pengelolaan limbah sampah sebagai fokus inovasinya, sebuah isu yang ia akrab sejak kecil di lingkungan tempat tinggalnya di Bandung.
"Kuncinya adalah jujur terhadap apa yang kita lakukan di dalam esai," ujar Ali saat menceritakan pengalaman administrasinya kepada Tribunnews.com, Sabtu (10/1/2026).
Baginya, ketulusan dalam menjaga lingkungan adalah syarat mutlak bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam barisan Sobat Bumi.
Seleksi beasiswa ini dikenal sangat kompetitif.
Ali harus bersaing dengan ribuan pendaftar di UNS hingga akhirnya terpilih sebagai satu dari 13 awardee yang mewakili kampusnya.
Pertamina Foundation menekankan pada kandidat yang memiliki awareness tinggi serta kemampuan analisis yang tajam dalam memecahkan masalah lingkungan di pedesaan.
"Selain kemampuan analisis, kepemimpinan adalah hal esensial yang tidak bisa ditinggalkan selama proses FGD bersama mentor profesional," tambahnya.
Baca juga: Sinergi Sobat Bumi UNS dan Desa Sobokerto: Bangun Kemandirian Ekonomi Lewat Edukasi Hidroponik
Ali mengaku bahwa daya tarik utama beasiswa ini bukan hanya bantuan biaya pendidikan, melainkan program capacity building.
Para penerima beasiswa dibekali berbagai keahlian khusus, mulai dari mitigasi bencana hingga kesiapan terjun langsung ke masyarakat.
Kini, Ali berfokus untuk mengimplementasikan ilmu yang didapatnya ke dalam keseharian di lingkungan kampus UNS dan masyarakat luas.
Ia berpesan kepada mahasiswa lain agar segera mulai membangun portofolio sosial.
"Jangan menunggu pembukaan beasiswa baru mulai bergerak. Terjunlah ke lapangan dari sekarang agar esai yang kalian tulis memiliki jiwa," tutupnya.
Sobat Bumi merupakan program beasiswa dan pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, lingkungan hidup, serta pemberdayaan SDM, yang digagas dan dilaksanakan oleh Pertamina Foundation.
Program ini merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pembentukan generasi muda yang peduli terhadap lingkungan serta masyarakat.
Beasiswa Sobat Bumi ini dibuka oleh Pertamina Foundation setiap tahun.
Nantinya, para penerima Beasiswa Sobat Bumi akan mendapatkan bantuan biaya pendidikan, bantuan biaya hidup, capacity building dan program peningkatan karakter, serta akses ke program aksi sosial dan lingkungan.
Dari siaran pers yang diterima Tribunnews,com, Beasiswa Sobat Bumi ditujukan kepada mahasiswa yang berprestasi secara akademik, aktif dalam kegiatan sosial atau organisasi, memiliki kepedulian terhadap isu lingkungan, dan berkuliah di kampus yang menjadi mitra Pertamina Foundation.
Program ini sudah berjalan beberapa angkatan — misalnya pada Beasiswa Sobat Bumi 2025 ada 540 mahasiswa yang menjadi awardee, dengan berbagai kegiatan pembinaan dan aksi nyata untuk lingkungan dan komunitas.
Selain beasiswa, penerima atau komunitas Sobat Bumi terlibat dalam berbagai aksi lapangan nyata.
Aksi-aksi tersebut meliputi:
Program ini terus bertumbuh dan memiliki dampak luas.
Jumlah pendaftar beasiswa meningkat tajam dari lebih dari 10.000 di awal program menjadi hampir dua kali lipat dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, penerima beasiswa juga terlibat dalam aksi konservasi, penanaman pohon, pengelolaan sampah, dan proyek energi berkelanjutan di berbagai wilayah di Indonesia.
Program Sobat Bumi bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta komunitas lokal untuk memperluas jangkauan dan dampaknya.
Beberapa perguruan tinggi mitra menyelenggarakan program ini secara rutin setiap tahunnya.
(Tribunnews.com/Whiesa)