Tak Lagi Jabat Menkeu, Sri Mulyani Kini Kerja dengan Bill Gates, Jadi Dewan Pengurus Yayasan
January 14, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Sri Mulyani Indrawati kini tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan RI.

Sekarang, ia melanjutkan kiprahnya di panggung global dengan terlibat langsung dalam kegiatan filantropi bersama pendiri Microsoft, Bill Gates.

Mantan Menteri Keuangan tersebut resmi dipercaya menjadi anggota Dewan Pengurus Gates Foundation, salah satu yayasan filantropi terbesar di dunia.

Penunjukan ini kembali menegaskan reputasi Sri Mulyani sebagai ekonom kelas dunia dengan pengalaman panjang di bidang kebijakan ekonomi dan tata kelola keuangan global.

Baca juga: Kebijakan Sri Mulyani yang Tak Masuk Akal Bagi Menkeu Purbaya, Enggan Terapkan: Kasihan Masyarakat!

Sri Mulyani menyampaikan bahwa kepercayaan tersebut merupakan sebuah kehormatan besar baginya.

Ia menilai Gates Foundation saat ini berada di titik yang sangat menentukan, karena yayasan tersebut berkomitmen mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki dalam kurun waktu 20 tahun ke depan untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

“Dengan waktu 20 tahun untuk menciptakan dampak sebesar-besarnya bagi mereka yang paling membutuhkan, saya merasa terhormat bergabung dengan dewan Gates Foundation pada momen penuh tantangan sekaligus peluang ini,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan pers Gates Foundation, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa hubungan kerja samanya dengan Gates Foundation sebenarnya telah terjalin hampir satu dekade.

Selama ini, kolaborasi tersebut banyak berfokus pada kajian pemanfaatan teknologi baru guna memperluas kesempatan dan mendorong pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan di berbagai negara.

“Kolaborasi saya dengan yayasan ini dimulai hampir satu dekade lalu, melalui berbagai upaya untuk mengkaji bagaimana teknologi baru dapat memperluas kesempatan dan mendorong pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan,” ungkapnya.

Sri Mulyani juga menegaskan keinginannya untuk menyumbangkan pengalaman panjangnya di bidang keuangan global, kebijakan ekonomi, dan tata kelola pemerintahan dalam agenda-agenda strategis Gates Foundation.

Tujuan utamanya adalah berkontribusi dalam upaya menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai belahan dunia.

Sebelum Sri Mulyani di reshuffle oleh Presiden Prabowo, dia mengunggah deretan rangkaian bunga. Tulisannya menyentuh hati.
Sebelum Sri Mulyani di reshuffle oleh Presiden Prabowo, dia mengunggah deretan rangkaian bunga. Tulisannya menyentuh hati. (Instagram smindrawati)

Pandngan Gates Foundation tentang Sri Mulyani

Pihak Gates Foundation menilai Sri Mulyani sebagai sosok ekonom dengan reputasi internasional yang kuat. 

Ia tercatat sebagai salah satu menteri keuangan dengan masa jabatan terlama di Indonesia dan menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut. 

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Pelaksana sekaligus Chief Operating Officer di Bank Dunia.

CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyebut pengalaman Sri Mulyani sangat penting bagi pencapaian misi jangka panjang yayasan.

“Sri Mulyani membawa pengalaman mendalam dalam membentuk hasil ekonomi yang berkeadilan, keahlian yang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang yayasan,” kata Suzman.

Ia meyakini kepemimpinan Sri Mulyani akan membantu memastikan pemanfaatan sumber daya yayasan berjalan efektif, dengan fokus pada perluasan kesempatan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat global.

Penunjukan Sri Mulyani terjadi pada fase penting perjalanan Gates Foundation.

Berniat Menghabiskan Dana Abadi Yayasan

Sebelumnya, Bill Gates mengumumkan komitmen untuk menghabiskan dana abadi yayasan dalam dua dekade ke depan.

Fokus utamanya mencakup tiga tujuan besar, yakni mengakhiri kematian ibu dan bayi yang sebenarnya dapat dicegah, membebaskan generasi mendatang dari penyakit menular mematikan, serta mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.

Dalam jajaran Dewan Pengurus, Sri Mulyani akan bekerja bersama tokoh-tokoh dunia lainnya seperti Ashish Dhawan, Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, Mark Suzman, dan Bill Gates.

Sementara itu, Baroness Nemat Shafik saat ini tengah mengambil cuti untuk menjalankan tugas sebagai penasihat ekonomi utama Perdana Menteri Inggris.

Gates Foundation juga mengumumkan pembentukan Divisi Kantor Afrika dan India atau Africa and India Offices.

Divisi ini dipimpin oleh Ankur Vora sebagai presiden, yang juga menjabat sebagai chief strategy officer.

Langkah ini diambil untuk memperkuat peran kawasan Afrika dan India dalam penentuan strategi, prioritas, serta pelaksanaan program-program yayasan.

Gates Foundation Bermitra dengan Organisasi Nonpemerintah

Saat ini, Gates Foundation menjalankan kemitraan luas dengan organisasi nonpemerintah, sektor swasta, inovator, komunitas lokal, serta pemerintah nasional dan daerah, khususnya di Afrika dan India, dengan fokus utama pada bidang kesehatan dan pembangunan.

Operasional yayasan di Afrika telah dimulai sejak 2012 dan kini mencakup sejumlah negara seperti Ethiopia, Kenya, Nigeria, Senegal, dan Afrika Selatan.

Sementara itu, kantor Gates Foundation di India yang berlokasi di New Delhi telah beroperasi sejak 2003.

Selain itu, Gates Foundation juga menunjuk Hari Menon sebagai Presiden Global Growth and Opportunity.

Ia akan mengawasi berbagai program strategis, mulai dari pengembangan pertanian, sistem keuangan inklusif, infrastruktur publik digital, sanitasi, fortifikasi pangan skala besar, hingga pendidikan global, menggantikan Rodger Voorhies yang mengakhiri masa tugasnya pada akhir 2025.

(TribunTrends.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.