TRIBUNTRENDS.COM - Masa lalu yang terkubur rapat kini kembali menjadi konsumsi publik.
Melalui memoar terbarunya, “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth”, aktris Aurelie Moeremans membawa pembaca menyelami lorong gelap masa mudanya yang selama ini tersembunyi.
Buku ini bukan sekadar tulisan, melainkan sebuah pengakuan berani tentang fenomena child grooming yang menghancurkan masa remajanya.
Dalam narasinya, Aurelie mengisahkan bagaimana ia terjebak dalam pusaran hubungan manipulatif saat usianya baru menginjak 15 tahun.
Sosok pria yang saat itu berusia hampir kepala tiga (28-29 tahun) melakukan pendekatan intensif yang membuat Aurelie merasa tak berdaya dan terjerat dalam hubungan yang tidak sehat.
Dampaknya luar biasa. Isu ini pun menyeret nama masa lalu Aurelie, Roby Tremonti.
Publik pun teringat kembali pada drama tahun 2011, di mana isu pernikahan dini tanpa restu sempat menggemparkan industri hiburan.
Baca juga: Tak Peduli Diancam, Hesti Sindir Roby Tremonti soal Aurelie Moeremans? Klarifikasi jadi Konfirmasi
Kehebohan ini kian memanas setelah presenter Hesti Purwadinata mengunggah sebuah pesan singkat di media sosial yang diduga kuat menyentil pernyataan pihak Roby Tremonti.
Tanpa menyebut nama, istri Edo Borne ini menuliskan kalimat yang memicu beragam interpretasi dari netizen.
"Ketika klarifikasi jadi konfirmasi #leboktahsia," tulis Hesti dalam unggahannya pada Senin (12/1/2026).
Unggahan tersebut muncul tepat setelah Roby memberikan pembelaan terkait tuduhan masa lalu di salah satu acara televisi.
Publik menilai, kata-kata Hesti adalah bentuk dukungan tersirat bagi Aurelie yang sedang berjuang menyuarakan kebenaran versinya.
Baca juga: Tak Takut Diancam Bobby! Hesti Purwadinata Makin Menjadi Bela Aurelie Moeremans Soal Broken Strings
Di sisi lain, Roby Tremonti tetap teguh pada pendiriannya. Ia membantah keras tudingan pemalsuan dokumen pernikahan maupun tuduhan kekerasan.
Baginya, hubungan tersebut adalah bagian dari sejarah hidup yang nyata, bukan sekadar imajinasi.
“Faktanya emang pernah (nikah) enggak halu," kata Roby di acara Rumpi.
Ia juga menyayangkan adanya tudingan surat palsu yang diarahkan kepadanya.
"Tentang surat palsu, saya cuma bisa bilang, sangat menyayangkan, saya juga enggak mau membanggakan kepercayaan saya sendiri, enggak. Gila ya, gue dibilang memalsukan (surat pernikahan). Kalau dibilang surat palsu, enggak," imbuhnya.
Roby mengaku sempat merasa sangat terluka dan butuh waktu dua tahun untuk bangkit dari segala tuduhan negatif.
Meski begitu, ia menyatakan sudah move on dan ikut berbahagia atas pernikahan Aurelie dengan Tyler Bigenho.
"Tapi intinya saya sekarang udah bilang, enggak ada maksud saya gangguin Aurelie. Aurelie udah nikah, saya senang, enggak ada niat untuk ribut lagi, enggak ada. Intinya dia udah bahagia, saya doain langgeng," ujar Roby.
Baca juga: Hesti Purwadinata Tidak Takut! Tetap Bela Aurelie Moeremans Meski Diancam: Apapun yang Terjadi
Menarik ke belakang, perselisihan ini sebenarnya bermuara pada perbedaan status hukum. Aurelie secara tegas membantah dirinya pernah menjadi janda.
Pada tahun 2020, ia merilis klarifikasi kuat dengan membawa bukti surat Status Liber dari otoritas gereja.
“Ini terakhir kali aku membahas masa lalu yang kelam itu. Jadi, ya jelas aku enggak pernah menikah, aku bukan janda,” tegas Aurelie kala itu.
Aurelie menjelaskan bahwa surat pernikahan yang dulu sempat beredar dinyatakan tidak sah oleh pastor di Gereja Katedral Bogor.
“Ini pernyataan Status Liber. Status Liber itu apa? Intinya aku enggak pernah menikah dan aku enggak punya ikatan pernikahan apa pun,” tutur Aurelie sambil menunjukkan dokumen tersebut.
Kisah Aurelie Moeremans bukan sekadar gosip artis, melainkan pengingat penting tentang bahaya child grooming dan pentingnya dukungan keluarga.
Kehadiran buku Broken Strings kini menjadi simbol kekuatan bagi mereka yang pernah kehilangan masa mudanya karena manipulasi orang dewasa.