Inara Rusli Mengaku Alami Kerugian, Puluhan Pekerjaan Dipending Gegara Skandal dengan Insanul
January 14, 2026 11:29 AM

TRIBUNPALU.COM - Badai permasalahan yang menimpa Inara Rusli kini merembet jauh ke urusan dapur dan finansialnya.

Kasus dugaan perzinaan yang dilaporkan oleh Wardatina Mawa ternyata membawa efek yang sangat pahit.

Kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi bisnis kliennya.

Daru memastikan bahwa kerugian materiil yang dialami oleh mantan istri Virgoun tersebut sangat besar.

Banyak mitra bisnis dan pemilik label yang memutuskan untuk mengambil langkah mundur sementara waktu.

"Jumlahnya kami tidak tahu, tapi dipastikan kerugiannya cukup lumayan," kata Daru, dikutip dari YouTube Reyben Eentertainment, Selasa (13/1/2026).

Berdasarkan data internal mereka, hampir seluruh kontrak pekerjaan Inara kini dalam status tidak jelas.

Baca juga: Inara Rusli dan Insanul Terancam Nikah Ulang, Istri Sah Ogah Dimadu, Proses Hukum Terus Berjalan

Bahkan, Daru menyebutkan angka yang fantastis terkait persentase kontrak yang terhenti saat ini.

"Mungkin satu dua (bisnis) masih aja gitu, tapi sebagian besar hampir sembilan puluh persen lebih itu sementara ini menunggu perkara ini selesai," terang Daru.

Para pengusaha dan pemilik brand nampaknya enggan mengambil risiko terkait citra perusahaan mereka.

Mereka memilih memarkir kerja sama dengan Inara hingga ada kekuatan hukum tetap atas kasus ini.

Hanya ada satu atau dua lini bisnis kecil milik Inara yang dikabarkan masih bisa berjalan hingga hari ini.

Kondisi ekonomi yang lumpuh ini tentu menambah beban pikiran bagi ibu tiga anak tersebut.

Daru tak menampik bahwa mental Inara Rusli saat ini sedang berada dalam titik terendahnya.

"Dipastikan ya untuk kondisi mental Inara pasti kena lah, karena biar gimana pun dia seorang wanita," ungkap Daru. 

Tekanan psikis ini datang dari berbagai arah, mulai dari hujatan netizen hingga ancaman jeruji besi.

Baca juga: Insanul Fahmi Siap Bersujud Demi Damai dengan Mawa, Ogah Cerai Meski Ada Inara

Insanul Sayang Mawa

Sementara Inara terpuruk, Insanul Fahmi justru menunjukkan sikap pasrah kepada istri sahnya.

Melalui pengacaranya, Tommy Tri Yunanto, Insanul mengaku siap merendahkan harga dirinya demi Mawa.

Insanul dikabarkan siap bersujud di kaki Wardatina Mawa agar sang istri mau memaafkan kekhilafannya.

"Insanul Fahmi rupanya siap melakukan apapun, demi berdamai dengan istrinya sendiri, Wardatina Mawa.

"Insanul Fahmi merendahkan diri untuk bisa ketemu Mawa. Mau bersujud, bahkan juga meminta maaf kepada Mawa. Itu informasinya ya," kata Tomy selaku kuasa hukum Insanul Fahmi, di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/1/2026).

Langkah bersujud ini dianggap sebagai bentuk kiasan betapa tulusnya keinginan Insanul untuk kembali.

Insanul berdalih bahwa tindakannya ini didasari oleh rasa sayang yang masih tersisa untuk Mawa.

"Iya rasa sayang sih. Masih sayang," ungkap Insan, dikutip dari YouTube Cumicumi, Minggu (11/1/2026).

Ia juga mengatakan bahwa dirinya sangat tidak menginginkan adanya perceraian dalam rumah tangganya.

Meski sudah menikah siri dengan Inara, Insanul mengaku ingin memperbaiki hubungan dengan ibu dari putranya.

"Sebenarnya sih tanpa merendahkan harga diri juga, tapi ya seperti kiasan, saya ingin memohon," ujarnya.

"Karena bagaimanapun masih istri ya," imbuhnya.

Baca juga: Wardatina Mawa Kekeh Lanjut Proses Hukum, Kini Insanul Fahmi Cemas Soal Masa Depan Anak

Mawa Tolak Damai

Namun, harapan manis Insanul Fahmi dan Inara Rusli untuk berdamai justru berakhir dengan penolakan.

Pihak Wardatina Mawa secara resmi telah melayangkan surat penolakan terhadap upaya Restorative Justice.

Kuasa hukum Mawa, Althur Napitupulu, menegaskan bahwa keluarga besar Mawa sudah bulat ingin lanjut.

Mereka menolak mentah-mentah tawaran perdamaian yang diajukan oleh pihak Insanul maupun Inara Rusli.

“Terkait dengan Restorative Justice, memang kita sudah berbicara dengan Mawa dan juga keluarga. Dan pada prinsipnya, kami menolak adanya Restorative Justice tersebut. Pada hari ini juga kami sudah mengirimkan surat tanggapan berupa penolakan terhadap RJ yang diajukan oleh saudara IF dan saudari IR,” ujar Althur dalam jumpa persnya di kawasan Tomang, Jakarta Barat, Jumat (10/1/2026).

Mawa berharap penyidik Polda Metro Jaya segera melanjutkan proses hukum tanpa ada kata damai lagi.

“Kami berharap dengan adanya surat tanggapan dan surat resmi dari kami sebagai kuasa hukum Mawa, proses penyidikan ini segera dijalankan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku,” lanjutnya.

Althur menegaskan, secara hukum Restorative Justice tidak bisa dipaksakan apabila salah satu pihak tidak berkenan menempuh jalur tersebut.

“Restorative Justice itu kan harus berdasarkan kesepakatan dua belah pihak. Kalau salah satu pihak menyatakan menolak, maka tidak bisa dipaksakan. Mekanisme hukumnya memang seperti itu,” jelas Althur.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.