Agenda Prioritas Disdikpora Tambrauw Tahun 2026 untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
January 14, 2026 12:38 PM

TRIBUNSORONG.COM, FEF - Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tambrauw Yosep Yewen memaparkan sejumlah program prioritas untuk tahun 2026.

Fokus utama program tersebut adalah peningkatan kualitas guru serta penguatan fasilitas pendidikan, khususnya di wilayah pedalaman dan terpencil.

Baca juga: Momen Plt. Sekda Tambrauw Yosep Yewen Dapat Kejutan Ulang Tahun, Terungkap Fakta Berbeda soal Usia

Yosep menjelaskan, guru yang direkrut tidak langsung ditempatkan untuk mengajar.

Mereka terlebih dahulu mengikuti pelatihan secara bertahap melalui kerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta dukungan dari pemerintah provinsi.

“Guru-guru ini dibekali pelatihan dan peningkatan kompetensi. Setelah dinyatakan siap, barulah mereka dimagangkan sebelum ditempatkan di sekolah,” ujar Yosep kepada TribunSorong.com, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran khusus untuk pelatihan tersebut.

Proses pembinaan berlangsung selama sembilan hingga sepuluh bulan.

“Guru tidak bisa sembarangan ditempatkan. Mereka harus dipersiapkan dengan baik agar benar-benar siap mengajar,” katanya.

Baca juga: Natal Bersama SMPK Santa Maria, Plt. Sekda Tambrauw Kilas Balik Misi Sekolah Berpola Asrama

Terkait status kepegawaian, Yosep menyampaikan bahwa guru yang direkrut berstatus tenaga kontrak daerah, bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Kami merekrut lulusan pendidikan dan mengontrak mereka sebagai tenaga daerah. Statusnya berbeda dengan PPPK,” jelasnya.

Baca juga: Rekam Jejak AKBP Praja Gandha Wiratama: 8 Tahun Mengabdi di Papua hingga Jadi Kapolres Tambrauw

Ia menambahkan, guru kontrak baru dapat mengikuti seleksi PPPK setelah menjalani masa kerja minimal tiga tahun.

“Selama tiga tahun dibiayai pemerintah daerah, setelah itu baru bisa mengikuti seleksi PPPK,” ujarnya.

Selain pelatihan, Disdikpora Tambrauw juga mendorong guru untuk mengikuti sertifikasi profesi.

Guru yang lulus sertifikasi akan memperoleh tunjangan profesi dalam jumlah besar.

“Jika lulus sertifikasi, tunjangannya bisa mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta. Ini sangat membantu guru yang mengabdi di daerah pedalaman dan terpencil,” kata Yosep.

Baca juga: TribunSorong.com dan Pemkab Tambrauw Teken MoU, Siap Ekspos Program Pembangunan ke Kancah Nasional

Pada 2026, Pemkab Tambrauw menargetkan penguatan sarana dan prasarana pendidikan. Seluruh sekolah diharapkan memiliki fasilitas yang memadai.

“Ke depan, sekolah tidak hanya memiliki ruang kelas, tetapi juga kantor, perpustakaan, komputer, dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Papua Barat Daya Minggu 11 Januari 2026: Berawan Merata, Tambrauw Suhu Terendah

Yosep menambahkan, pembangunan pendidikan akan difokuskan pada pengembangan sekolah yang sudah ada melalui konsep Sekolah Rakyat atau Sekolah Raya.

“Jika sudah ada sekolah, tidak perlu membangun yang baru. Sekolah yang ada kita kembangkan dan diperkuat dengan dukungan fasilitas dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Baca juga: Warga Senopi Tambrauw Soroti Kelangkaan Obat dan Layanan Dasar dalam Diskusi Cerita Tong Pu Kampung

Menurutnya, penguatan sekolah yang telah ada lebih efektif dan efisien dibandingkan membuka lahan baru yang membutuhkan biaya besar.

“Lebih baik memperkuat sekolah yang sudah ada karena aset dan manfaatnya sudah jelas,” ujar Yosep. (tribunsorong.com/angela cindy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.