Suasana Mencekam, Rida Sempat Panik dan Gemetar Saat Mobil Tertimpa Rumpun Bambu Di Tegalalang Bali
January 14, 2026 12:35 PM

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Di dalam mobil Karimun yang tertimpa rumpun bambu tumbang di jalur Jasan menuju Timbul, kawasan Desa Pupuan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar, Bali, Selasa 13 Januari 2026 tengah malam, terdapat I Wayan Rida, pria berusia sekitar 52 tahun bersama istrinya asal Banjar Tegal Payang , Desa Pupuan Kecamatan Tegalalang. Dan, saat kejadian, mobil tersebut sedang dikemudikan istrinya.

Kepada wartawan, Rida mengatakan saat kejadian terjadi, dirinya gemetar. Bahkan istrinya terus menenangkan, hingga akhirnya pertolongan pun datang. 

“Saya sempat tertahan di dalam mobil dan berusaha membuka pintu, tapi tidak bisa. Istri saya terus menenangkan dan kami mencoba bersabar sampai bantuan datang,” ujarnya, Rabu 14 Januari 2026. 

Berdasarkan informasi dihimpun Tribun Bali, kondisi saat peristiwa tersebut terjadi relatif 'menyeramkan'. 

Baca juga: Rumpun Bambu Tumbang Timpa Mobil Di Tegalalang Bali, BPBD: Baru Ditangani 60 Persen

Jalanan tersebut gelap gulita, sekelilingnya merupakan areal sepi, penuh pepohonan besar. Belum lagi, di atas tebing atau di atas tidak terjebak rumpun bambu, sedang digelar pertunjukan calonarang. 

Saat Rida dan istrinya terjebak di dalam rumpun bambu, pementasan calonarang sedang memasuki adegan seram, yakni keluarnya 'mayat'. 

Di mana saat adegan tersebut, gending gamelan yang dimainkan bernada seram. Belum lagi suara-suara tangisan dan suara binatang yang diputar melalui pengeras suara untuk menambah kesan mencekam dalam pementasan calonarang, membuat suasana di dalam mobil Rida menjadi tambah menyeramkan. 

Beruntung, petugas kepolisian dan TNI yang tengah menjaga pementasan calonarang mengetahui adanya peristiwa ini, sehingga mereka pun langsung menuju TKP. Kepanikan Rida pun akhirnya mereda.

Berdasarkan informasi dihimpun Tribun Bali, Rabu 14 Januari 2026, sebelum peristiwa tersebut terjadi, hujan lebat disertai angin kencang mengguyur kawasan tersebut dalam durasi yang cukup lama. 

Diduga karena tanah tumpuan rumpun bambu ini labil, sehingga tak kuat menahan beratnya rumpun bambu. 

Ditambah lagi angin yang terus berembus kencang, menyebabkan rumpun bambu tumbang ke jalan. 

Nahas saat itu, sebuah mobil Karimun kotak tengah melintas di bawahnya. Pohon itu pun menimpa mobil. 

Beruntung, bodi mobil mungil itu relatif kuat, tidak gepeng pasca tertimpa rumpun bambu, sehingga pengemudi yang ada di dalamnya pun bisa keluar dengan selamat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, telah melakukan tindakan terhadap kejadian ini. 

Karena volume bambu yang relatif padat, sehingga sampai Rabu pukul 05.25 Wita, penanganan baru bisa dilakukan sebanyak 60 persen. 

Namun demikian, akses jalan sudah bisa dilalui, dan kendaraan yang tertimpa pohon sudah bisa dikeluarkan. 

Kepala Pelaksana BPBD Gianyar Ida Bagus Putu Suamba membenarkan hal tersebut. Kata dia, pihaknya telah turun untuk melakukan evakuasi.

"Penanganan serumpun bambu tumbang menimpa mobil di Jalan Jasan menuju Timbul baru dapat ditangani 60 persen. Namun akses jalan sudah terbuka dan mobil yang tertimpa sudah dapat dikeluarkan, sisa akar bambu tidak dapat di tangani karena tidak ada sumber air yang dekat penanganan, selanjutnya akan dikoordinasikan kembali," ujarnya. 

Kapolsek Tegalalang, AKP Ketut Wiwin Wirahadi mengatakan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa. 

"Pengemudi selamat. Kemarin tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang. Kami imbau masyarakat agar selalu waspada saat berkendara di tengah hujan angin, terlebih lagi saat melewati jalan bertebing dan banyak pohonnya, kalau bisa sebaiknya berhenti dulu di tempat aman, sembari menunggu hujan reda," ujarnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.