Awal Tahun 2026, RSUD Wangaya Rawat 3 Pasien Terlantar, Satu Meninggal Tanpa Identitas
January 14, 2026 12:35 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- RSUD Wangaya Kota Denpasar menangani tiga pasien terlantar pada awal tahun 2026. 

Dari ketiga pasien tersebut, dua pasien yang telah melewati masa pemulihan diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar.

Sedangkan satu pasien meninggal dunia dan telah dimakamkan.

Kepala Unit Humas dan Promosi RSUD Wangaya, Anak Agung Ayu Dewi Purnami mengatakan, dua pasien, yakni JU (55) dan AH (54), tercatat sudah menjalani perawatan sejak Desember 2025.

Baca juga: SELAMAT JALAN Made Serina, Kecelakaan di Perempatan Buleleng, Jenazah Ditemukan Pantai Lingga

Sementara satu pasien lainnya, SA (51), baru masuk perawatan pada Januari 2026.

"Yang masuk pada Januari ini (SA) adalah pasien yang akhirnya meninggal dunia," ujar Agung Purnami.

Terkait kelanjutan penanganan dua pasien, pihak rumah sakit telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial.

Baca juga: Catherine Lihat Langsung Ibunda Terlindas Truk di Jalan Diponegoro, Luka di Perut Jadi Sorotan

Pasien AH, yang identitas dan keluarganya telah diketahui, direncanakan akan dipulangkan ke Jakarta. 

Pihak keluarga AH pun dikonfirmasi siap menerima kepulangannya. 

Sebaliknya, pasien JU hingga kini belum diketahui keberadaan keluarganya, sehingga untuk sementara waktu akan dititipkan ke sebuah yayasan.


Mengenai pembiayaan perawatan, Agung Purnami memaparkan bahwa dua pasien yang sedang dalam masa penyembuhan (JU dan AH) memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan, sehingga seluruh biaya pelayanan medis ditanggung oleh BPJS.


"Sementara untuk pasien yang meninggal dunia, karena tidak memiliki jaminan kesehatan maupun identitas yang jelas, biayanya ditanggung oleh negara," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Denpasar, A.A. Ayu Diah Kurniawati, membenarkan pemakaman pasien meninggal yang digelar pada Selasa 13 Januari 2026. 


Jenazah dimakamkan meski identitas pastinya belum terungkap.


"Identitasnya tidak diketahui. Sebelumnya, atas bantuan Disdukcapil, kita sudah melakukan pengecekan iris mata, namun hasilnya nihil. Identitas tetap tidak muncul, sehingga kami putuskan untuk dimakamkan sementara dulu," jelas Agung Diah, Rabu, 14 Januari 2026.


Ia menambahkan, jika di kemudian hari ada pihak keluarga yang mencari dan mengenali ciri-ciri yang bersangkutan, Dinsos siap menunjukkan lokasi pemakamannya. 


Berdasarkan riwayatnya, pasien meninggal tersebut sebelumnya ditemukan terlantar di jalanan oleh tim Pusdalops sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Wangaya. 


Diketahui penyebab kematiannya adalah akibat penyakit hernia.


Sementara itu, untuk kondisi medis dua pasien lainnya yang kini ditangani Dinsos, pasien JU sebelumnya dirawat akibat patah tulang, sedangkan pasien AH memiliki riwayat penyakit TBC. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.