Rangkuman Materi Pelajaran BAB 7 IPA Kelas 7 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka, Bumi dan Tata Surya
January 14, 2026 01:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Inilah rangkuman materi pelajaran BAB 7 IPA kelas 7 SMP semester 2 Kurikulum Merdeka, Bumi dan Tata Surya yang dilansir melalui YouTube Mudah Belajar Official.

Materi BAB 7 IPA kelas 7 SMP Kurikulum Merdeka membahas tentang sistem Tata Surya, pergerakan Bumi dan benda langit, serta pengaruhnya terhadap kehidupan dan iklim di Bumi.

Materi ini membantu siswa memahami posisi Bumi di alam semesta serta keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Rangkuman Materi BAB 4 Pendidikan Pancasila Kelas 7 Kurikulum Merdeka, Keberagaman Bangsa Indonesia

A. Sistem Tata Surya

1. Pengertian dan Komponen Tata Surya

Tata Surya adalah sistem yang terdiri dari Matahari sebagai pusat dan berbagai benda langit yang mengelilinginya.
Benda langit tersebut meliputi: 8 planet, planet kerdil, lebih dari 200 satelit, asteroid, dan komet.
Semua benda langit ini bergerak dalam orbit masing-masing secara teratur karena adanya gaya gravitasi.

2. Urutan Planet di Tata Surya

Urutan dari yang paling dekat dengan Matahari: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus.

Planet-planet dikelompokkan menjadi:

  • Planet Inferior dan Superior (berdasarkan posisi terhadap Bumi)
  • Planet Dalam dan Planet Luar (berdasarkan posisi terhadap sabuk asteroid)
  • Planet Terestrial dan Planet Jovian (berdasarkan ukuran dan komposisi)

Baca juga: Rangkuman Materi BAB 5 Pendidikan Pancasila Kelas 7 SMP, Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

a. Planet Terestrial (berbatu)

  • Merkurius: Planet terkecil dan terdekat dari Matahari. Tidak memiliki nemiliki atmosfer tebal, menyebabkan suhu ekstrem.
  • Venus: Planet terpanas karena atmosfer tebal berisi CO2 dan awan asam sulfat. Rotasi berlawanan arah (retrograde).
  • Bumi: Satu-satunya planet yang mendukung kehidupan dengan atmosfer ideal dan adanya air cair.
  • Mars: Disebut "Planet Merah", banyak diselidiki, atmosfer tipis, punya dua satelit (Phobos dan Deimos).

b. Planet Jovian (raksasa gas)

  • Jupiter: Planet terbesar, memiliki lebih dari 79 satelit dan atmosfer didominasi hidrogen dan helium.
  • Saturnus: Dikenal karena cincin spektakulernya. Memiliki 82 satelit.
  • Uranus: Berputar miring (samping), atmosfer sangat dinamis dengan angin cepat, 13 cincin.
  • Neptunus: Planet terjauh dari Matahari. Ditemukan secara matematis, memiliki angin tercepat.

3. Gravitasi dalam Tata Surya

Gravitasi memengaruhi orbit planet, ketebalan atmosfer, suhu, dan kondisi permukaan. 

Di Bumi, gravitasi mendukung aktivitas kehidupan seperti berjalan dan tumbuhnya tumbuhan.

4. Benda Langit Lainnya

a. Satelit

  • Benda langit yang mengorbit planet.
  • Bulan: Satu-satunya satelit alami Bumi, selalu menunjukkan sisi yang sama karena periode rotasi dan revolusinya hampir sama.
  • Ganymede (satelit Jupiter): Satelit terbesar, punya medan magnet dan aurora.
  • Titan (satelit Saturnus): Punya atmosfer tebal dan cairan di permukaan (metana, etana).
  • lo (satelit Jupiter): Paling aktif secara vulkanik, sangat berbahaya untuk kehidupan.

b. Planet Kerdil

  • Pluto: Dikeluarkan dari daftar planet pada 2006 karena tidak memenuhi semua kriteria planet.
  • Planet kerdil lain: Eris, Haumea, Makemake, dan Ceres.
  • Planet kerdil mengorbit Matahari tetapi tidak membersihkan orbitnya dari benda langit lain.

B. Pengaruh Pergerakan Bumi dan Benda Langit Lainnya terhadap Kehidupan di Bumi

1. Pergerakan Bumi dan Dampaknya

Rotasi Bumi: Perputaran Bumi pada porosnya selama sekitar 24 jam.

  • Dampaknya: Menyebabkan terjadinya siang dan malam.

Revolusi Bumi: Pergerakan Bumi mengelilingi Matahari selama sekitar 365,25 hari.

  • Dampaknya: Menyebabkan pergantian tahun dan musim.
  • Tahun Kabisat: Setiap empat tahun sekali, satu hari ditambahkan untuk mengimbangi selisih waktu revolusi, membuat satu tahun menjadi 366 hari.
  • Perbedaan Musim: Kemiringan poros Bumi (23,5°) menyebabkan perbedaan durasi siang dan malam serta pergantian musim.

2. Pergerakan Bulan

  • Fase Bulan: Bentuk Bulan tampak berubah dari Bumi karena posisinya terhadap Matahari dan Bumi, dimulai dari bulan baru hingga bulan purnama.
  • Gerhana Bulan: Terjadi saat Bulan berada di bayangan Bumi.
  • Pengaruh Bulan:
    - Penentuan waktu ibadah (misalnya, Ramadan, Paskah).
    - Memengaruhi pasang surut air laut karena gravitasi Bulan.
    - Membantu dalam aktivitas pelayaran, industri garam, dan perikanan.

3. Matahari dan Peranannya

  • Karakteristik: Bintang terdekat dari Bumi, memiliki suhu permukaan sekitar
    6.000°C.
  • Fenomena: Terdapat fenomena seperti bintik matahari (area yang lebih dingin), suar surya (semburan energi), dan angin matahari.
  • Gerhana Matahari: Terjadi saat Bulan menutupi Matahari.
  • Peran bagi Kehidupan:
    - Sumber energi utama untuk fotosintesis tumbuhan.
    - Menghangatkan Bumi dan tubuh manusia.
    - Menjaga posisi Bumi di orbit melalui gravitasi.
    - Memengaruhi proses hujan dan angin.

C. Perubahan Iklim Bumi yang Dipengaruhi Benda Langit Lainnya

1. Pengertian Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang pada suhu dan pola cuaca Bumi. Perubahan ini bisa terjadi secara alami atau karena aktivitas manusia.

2. Dampak Perubahan Iklim

  • Kenaikan Suhu Global: Suhu rata-rata Bumi meningkat, menyebabkan gelombang panas, kekeringan, dan gagal panen.
  • Peningkatan Permukaan Laut: Es kutub mencair, menyebabkan naiknya permukaan air laut dan berkurangnya daratan. 
  • Perubahan Pola Hujan: Pola hujan menjadi tidak menentu, menyebabkan banjir di beberapa wilayah dan kekeringan di wilayah lain.

3. Faktor Alami Penyebab Perubahan Iklim

  • Pergerakan Bumi: Perubahan pada orbit, kemiringan, dan rotasi Bumi memengaruhi penyebaran sinar matahari dan suhu global.
  • Aktivitas Matahari: Perubahan radiasi Matahari sedikit meningkatkan suhu global.
  • Aktivitas Vulkanik: Letusan gunung berapi melepaskan partikel dan gas yang dapat memengaruhi suhu dan cuaca sementara. Letusan besar seperti Gunung Toba bisa memiliki dampak signifikan, meskipun dampaknya masih lebih kecil dibandingkan total emisi dari aktivitas manusia.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.