Guru SMKN di Tanjab Timur Jambi Klarifikasi Videonya Kejar Siswa Pakai Sajam
January 14, 2026 03:03 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Guru sekaligus korban dugaan pengeroyokan siswa SMK di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, menanggapi potongan video yang viral di media sosial.

Potongan video tersebut merekam sang guru guru membawa senjata tajan jenis celurit mengejar beberapa siswanya.

Agus mengatakan, SMK tersebut merupakan SMK Pertanian.

“Kebetulan SMK kami itu SMK Pertanian, jadi peralatan pertanian. Kayak cangkul dan sebagainya itu memang sudah tersedia di dalam kantor, memang tersimpan rapi,” katanya, Rabu (14/01/2026).

Dia beralasan menggunakan celurit dan mengejar pelaku pengeroyok hanya untuk menggertak saja.

“Kenapa saya pakai itu? Hanya untuk mengeretak mereka agar bubar seperti itu. Tidak ada niat lain untuk selain itu,” ujarnya.

Agus menegaskan, dirinya melakukan hal itu hanya untuk membela diri.

Baca juga: Harga Emas di Muara Bulian Jambi Naik Dalam Empat Hari Terakhir

Baca juga: Diduga Dikeroyok Siswa, Guru SMK di Tanjab Timur Mengadu ke Disdik Provinsi Jambi

“Saya tidak berniat untuk melakukan kejahatan terbukti videonya saya hanya mengejar mereka agar bubar. Pada kenyataannya mereka tidak bubar juga,” ucapnya.

“Kemudian kalau tidak seperti itu mungkin ada kejadian buruk lagi yang menimpa saya seandainya saya tidak melakukan hal tersebut,” lanjutnya.

Agus mengatakan, dirinya dilemari batu saat peristiwa tersebut.

“Mereka malah melempari saya dengan banyak-banyak hal yang anarkis seperti batuan, batu bata dan sebagainya,” katanya.

Terkait hal tersebut, dia masih menimbang untuk melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Sebab, siswa tersebut masih sekolah dan sudah lama dia didik.

Agus berpendapat, keadaan siswa tersebut memerlukan bimbingan secara psikologis.

“Karena saya merinding kalau tanya itu karena mereka sudah lama saya didik. Walaupun bukan anak kandung tapi anak didik,” ungkapnya.

Dia juga menanggapi kabar viral terkait kejadian tersebut.

Baca juga: Petani Asal Palembang Ditangkap Polisi Atas Peredaran Narkotika di Tebo Jambi

Agus membenarkan dirinya melontarkan kata-kata yang diduga menyinggung perasaan siswa.

“Saya menceritakan secara umum, saya mengatakan kalau kita orangnya kurang mampu itu kalau bisa jangan bertingkah macam-macam itu secara motivasi,” ungkapnya.

Sebab itu, dia berharap kasus tersebut ada yang memediasi.

“Kalau seandainya ini tambah viral dimanapun, saya berharap ini ada yang menengahkan khususnya dinas pendidikan atau juga pihak yang berwenang untuk menyelesaikan persoalan ini agar tidak berlarut-larut,” harapnya.  (Tribunjambi.com/Syrillus Krisdianto)

 

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.