Banjir Bandang di Siau Rusak Ratusan Rumah, 27 Unit Hilang Terseret Arus
January 14, 2026 04:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Banjir bandang yang menerjang Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, meninggalkan dampak kerusakan yang luas.

Selain menelan korban jiwa, bencana tersebut juga meluluhlantakkan permukiman warga di sejumlah kecamatan.

Data terbaru hingga Rabu (14/1/2026) pukul 08.30 Wita mencatat ratusan rumah terdampak, dengan puluhan di antaranya dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus banjir bandang.

Bencana ini melanda Kecamatan Siau Timur, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.

Sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan terparah meliputi Kelurahan Bahu dan Paseng, serta Kampung Bandil, Laghaeng, Batusenggo, Peling, dan Bumbiha.

Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengungkapkan besarnya skala kerusakan permukiman menunjukkan kuatnya daya rusak banjir bandang yang membawa material lumpur, kayu, dan bebatuan.

“Berdasarkan laporan posko penanggulangan bencana, tercatat 27 rumah hilang, 52 rumah rusak berat, 29 rumah rusak sedang, dan 89 rumah rusak ringan,” ujar Adolf Tamengkel saat ditemui di Posko Bantuan Pemprov Sulut, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, kerusakan paling signifikan terjadi pada permukiman yang berada di sepanjang alur sungai dan kawasan lereng. Tidak sedikit rumah warga yang bukan hanya rusak, tetapi lenyap terseret material banjir.

Selain merusak rumah warga, banjir bandang juga berdampak pada fasilitas umum. Sedikitnya lima ruas jalan penghubung antarwilayah, empat gedung sekolah, dua rumah ibadah, serta Kantor Polres Kepulauan Sitaro turut terdampak.

Meski sempat tertimbun material banjir, seluruh akses jalan kini sudah dapat dilalui kendaraan bermotor setelah dilakukan pembersihan menggunakan alat berat.

Akibat kerusakan permukiman tersebut, sebanyak 178 kepala keluarga atau 492 jiwa terpaksa mengungsi ke posko-posko darurat dan rumah kerabat. Secara keseluruhan, 472 KK atau 1.371 jiwa tercatat terdampak banjir bandang di Pulau Siau.

Adolf menegaskan, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten terus melakukan pendataan lanjutan serta penilaian kebutuhan pascabencana sebagai dasar penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Pendataan kerusakan rumah dan permukiman terus kami perbarui. Data ini akan menjadi dasar penanganan hunian sementara dan rencana rehabilitasi ke depan,” katanya.

Sementara itu, penanganan darurat masih difokuskan pada pencarian dua korban yang dilaporkan hilang, pembersihan material banjir, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, dan relawan hingga kini masih bekerja di lapangan dengan dukungan alat berat dan peralatan SAR. (Ren)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.