TRIBUNMANADO.CO.ID - Bina remaja GMIM, renungan dalam sepekan mulai 18 - 24 Januari 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada Kejadian 2:8-17.
Tema perenungan adalah Manusia Mengusahakan dan Memelihara Taman Eden.
Khotbah:
Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, semua orang akan senang bila dipercayakan
sesuatu.
Menerima kepercayaan dan tanggung jawab tertentu membuat seseorang merasa dihargai dan dianggap.
Namun demikian, menerima kepercayaan dan tanggung jawab tak selalu berarti seseorang akan melakukan dan mengerjakannya dengan setia.
Penciptaan manusia oleh Tuhan Allah adalah sesuatu yang sangat besar untuk dibayangkan.
Allah bukan hanya menjadikan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, Allah juga melibatkan manusia dalam pekerjaan-Nya di dunia ciptaan-Nya.
Bukankah ini sesuatu yang luar biasa? Allah Yang Maha Kuasa, yang dapat mengerjakan semuanya sendiri dengan kuasa firman-Nya, memanggil manusia menjadi rekan sekerja-Nya.
Dilibatkannya manusia dalam pekerjaan Allah dimulai dengan dibuatnya Taman Eden oleh Allah.
Taman ini menjadi tempat di mana Allah hadir sekaligus tempat di mana persekutuan-Nya dengan manusia terjadi.
Di sini, manusia berjalan dengan Allah dan bercakap-cakap dengan Dia, muka dengan muka.
Di taman ini Tuhan Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa di dalam persekutuan dengan-Nya, manusia dipeliharaNya dengan sempurna.
Semua yang baik tersedia di dalam Dia yang mengasihi manusia.
Pada tengah-tengah taman itu Allah menempatkan dua pohon, yakni pohon kehidupan serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Keindahan dan kelengkapan dalam Taman Eden menunjuk pada kehadiran surga di bumi.
Hal ini nyata juga dengan adanya suatu sungai yang mengalir untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang: Pison, Gihon, Tigris, dan Efrat.
Nama Pison dan Gihon menunjuk pada berlimpahnya emas dan batu berharga di taman itu, sementara nama Tigris dan Efrat menunjuk pada keterkaitan erat taman itu dengan wilayah Mesopotamia.
Sungai dengan empat cabangnya ini menegaskan betapa suburnya taman itu dan betapa terjaminnya hidup manusia yang ditempatkan Allah di sana.
Semua pohon dalam taman itu akan terus berbuah karena pasokan air yang takkan pernah habis memberika pertumbuhan pada pohon-pohon di dalam taman itu.
Semua yang baik yang disediakan Allah bagi manusia menjadi jaminan bagi manusia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan-Nya.
Tuhan Allah tidak pernah menugaskan manusia dan membiarkannya pergi dengan tangan kosong.
Allah memperlengkapi manusia untuk setiap penugasan yang diberikan-Nya.
Kejadian 2:15 berkata, "Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.
Diberikan Allah pada manusia di taman itu adalah to work it and keep it. Kata "mengusahakan" datang dari kata Ibrani avad, atau avodah.
Kata ini bukan hanya berarti mengusahakan, tetapi juga berarti pelayanan dan ibadah.
Hal ini menunjuk pada rancangan Allah sejak semula bahwa setiap bentuk pekerjaan yang dilakukan manusia adalah bentuk ibadah dan penyembahan kepada-Nya.
"Tugas yang Kata "memelihara" sendiri datang dari kata Ibrani shamar, yang berarti menjaga, melindungi, dan memelihara dengan perhatian penuh.
Hal ini menunjuk pada peran manusia sebagai mandataris Allah. Tuhan Allah memberi mandat dan manusia mengerjakan hal itu dengan setia di hadapan Allah, yang kepada-Nya manusia bertanggung jawab.
Penugasan untuk dan memelihara taman itu sekaligus menegaskan kuasa yang diberikan Allah kepada manusia untuk mengerjakan tugas itu dengan baik dan layak.
Tuhan Allah melengkapi penugasan-Nya kepada manusia dengan memberi perintah yang spesifik, "Semua pohon dalam
taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Perintah dan larangan Allah menunjuk pada beberapa hal yang penting. Pertama, perintah dan larangan itu menegaskan siapa Allah dan siapa manusia.
Tuhan Allah, Dialah Allah, dan bukan manusia. Manusia adalah manusia saja, bukan Allah.
Penegasan ini membuat manusia sadar siapa Allah itu dan sadar siapa dirinya.
Tuhan Allah ialah Allah yang memberi perintah dan hukum, sementara manusia diberi kehendak dan tanggung jawab untuk mengerjakannya di hadapan Allah.
Kedua, ketaatan dan kesetiaan perlu diuji. Kematian yang kelak datang bila manusia tidak mau taat dan setia kepada Allah dan perintahNya menunjuk pada keterpisahan hubungan antara Allah dan manusia.
Satu hal yang penting untuk diingat ialah bahwa di tengah taman itu bukan hanya terdapat pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, tetapi juga terdapat pohon kehidupan.
Pohon kehidupan jelas menunjuk pada kerinduan Allah untuk ada dalam hubungan yang kekal dengan manusia yang dijadikan-Nya.
Kakak-kakak pembina dan adik-adik remaja yang dikasihi Tuhan Yesus, Allah memanggil kita untuk setia melaksanakan
penugasan-Nya kepada kita.
Allah sendiri menunjukkan kebaikan-Nya dengan melengkapi kita dengan pemeliharaan-Nya hari demi hari.
Lantas, mengapa kita tidak taat dan setia dalam memenuhi panggilan dan penugasan-Nya?
Kita sadar bahwa keindahan Taman Eden telah dinodai oleh dosa manusia.
Adam dan Hawa memilih untuk memberontak terhadap Allah dan segala perintah-Nya.
Dosa membuat manusia terpisah dengan Allah. Manusia yang seharusnya mengusahakan dan mengerjakan alam
ciptaan-Nya dengan baik dan bertanggung jawab justru menjadi makhluk yang mengeksploitasi dan merusak alam untuk
kepentingan sendiri.
Manusia menjadi individualis, egois, dan serakah. Semua yang dikerjakan manusia tidak lagi diarahkannya untuk kemuliaan Allah.
Kita perlu melihat kenyataan hidup kita sehari-hari dan akan menemukan bahwa segala kerusakan ini pun terjadi di antara kita.
Adakah harapan bagi pemulihan sehingga kita dapat memenuhi tugas kita di dunia ini sesuai rancangan
Allah yang semula?
Penebusan Kristus menjadi satu-satunya jalan bagi pemulihan yang kita cari.
Kita dapat menjadi pembina dan remaja yang memuliakan Tuhan, mengerjakan talenta dan karunia yang dipercayakan-Nya kepada kita, serta menjadi berkat bagi sesama manusia dan alam ciptaan, hanya bila kita tinggal di dalam Kristus
dan mengalami karya penebusan-Nya yang mengubahkan dan memulihkan itu.
Hanya di dalam Kristus, imago Dei yang telah rusak oleh dosa diubahkan menjadi imago Christi yang siap berkarya bagi kemuliaan Allah.
Maukah kita mengerjakan karya kita dengan penuh ketaatan dan kesetiaan dalam waktu yang dipercayakan Tuhan kepada kita?
Belajarlah dengan baik, kembangkan talentamu dan bertekunlah dalam apa yang dipercayakan Tuhan kepadamu, maka masa depan yang baik menanti di depanmu.
Tuhan menolong kita untuk setia melakukan semuanya itu, sebab Dia berjalan bersama dengan kita. Amin.