Cuaca Buruk Bayangi Libur Panjang Isra Miraj, Satlinmas DIY Perketat Penjagaan di Pantai
January 14, 2026 03:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur panjang Isra Miraj yang jatuh pada Jumat (16/1/2026), diperkirakan mendorong lonjakan wisatawan ke kawasan pantai di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menyikapi kondisi tersebut, Satlinmas Satpol PP DIY memastikan kesiapsiagaan personel dengan pola penjagaan 24 jam di seluruh wilayah rawan, khususnya pesisir selatan.

Hari libur nasional peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada hari Jumat membuat masyarakat, mulai dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN), pegawai negeri sipil (PNS), hingga pekerja dengan sistem lima hari kerja, menikmati libur panjang selama tiga hari berturut-turut, yakni Jumat hingga Minggu, 16–18 Januari 2026.

Kepala Satlinmas Satpol PP DIY, Chatarina Lusi Apriwidyanti, mengatakan bahwa kesiapan personel Satlinmas Rescue Istimewa merupakan bagian dari ketugasan rutin yang sudah berjalan, termasuk saat cuaca buruk maupun hari libur.

“Untuk kesiapan teman-teman Satlinmas Rescue Istimewa itu memang sudah menjadi bagian dari ketugasan mereka. Jadi memang sudah dibagi tiap regu untuk selalu patroli di sekitar wilayah pantai dan sekitarnya. Setiap regu itu sudah dibagi berdasarkan wilayah masing-masing dan berjaga selama 24 jam,” ujar Chatarina, Rabu (14/1/2026).

Penjagaan 24 Jam

Pola pengamanan dilakukan dengan sistem piket yang terbagi ke dalam sejumlah wilayah kerja.

Penjagaan berlangsung tanpa henti selama 24 jam, dengan pembagian regu di setiap wilayah sesuai karakteristik kawasan.

“Iya, betul. Seperti model piket. Jadi mereka patroli per regu dan itu berlangsung 24 jam, dibagi dalam beberapa wilayah. Wilayah 1, 2, 3, 4, dan 5. Kalau wilayah 6 itu di Waduk Sermo, dan wilayah 7 di Kaliurang,” kata Chatarina.

Menjelang long weekend Isra Miraj, Chatarina menegaskan tidak ada perubahan signifikan dalam pola pengamanan.

Namun, jumlah personel di lapangan berpotensi ditambah untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat dan wisatawan.

“Untuk persiapan khusus, seperti biasanya saja. Jadi memang mereka itu di hari-hari libur, baik itu weekend maupun hari libur lainnya, tetap melakukan penjagaan. Setiap harinya memang sudah ada pembagian regu untuk penjagaan selama 24 jam. Kalau untuk menghadapi long weekend, kemungkinan pada hari-hari libur tersebut akan ada penambahan personel. Jadi ditambah dari regu-regu yang lain,” ujarnya.

Jumlah personel yang disiagakan berbeda di setiap wilayah, menyesuaikan dengan tingkat kerawanan dan luas area pengawasan.

Chatarina mencontohkan salah satu wilayah pesisir dengan kekuatan personel yang cukup besar.

“Untuk tiap wilayah itu berbeda-beda. Contohnya di wilayah 3, di wilayah tersebut ada sekitar 57 personel. Nanti untuk tiap regu yang bertugas itu sekitar 15 orang,” kata dia.

Adapun pengaturan jadwal harian secara detail berada di masing-masing wilayah.

Satlinmas Satpol PP DIY menerima laporan rutin mengenai jumlah personel yang bertugas setiap harinya.

Baca juga: Malioboro Bersiap Sambut Long Weekend Isra Miraj, Tetap Siagakan Petugas Meski Low Season

Pengamanan di Pesisir Selatan

Di tengah cuaca yang sempat memburuk dalam beberapa hari terakhir, Satlinmas juga terus mengintensifkan imbauan keselamatan kepada wisatawan, khususnya di kawasan pesisir pantai selatan.

Petugas di lapangan setiap hari mengingatkan pengunjung agar tidak bermain air di laut.

“Sebenarnya begini. Untuk teman-teman di lapangan, setiap hari di pesisir pantai itu selalu mengimbau para pengunjung agar tidak bermain air di tengah laut. Imbauan juga sudah banyak dipasang melalui papan-papan pengumuman di kawasan pantai. Jadi memang kami sudah berupaya keras agar para pengunjung mematuhi imbauan tersebut,” kata Chatarina.

Namun, ia mengakui masih terdapat wisatawan yang tidak mengindahkan peringatan keselamatan yang telah disampaikan oleh petugas.

“Namun kadang-kadang memang masih ada pengunjung yang tidak mengindahkan imbauan. Mereka sudah diberi tahu untuk tidak berada di area tertentu, tetapi tetap melanggar. Biasanya mereka melipir ke area lain secara tiba-tiba, itu yang sering menjadi hambatan,” ujarnya.

Koordinasi Lintas Instansi

Dalam pengamanan kawasan wisata, Satlinmas Satpol PP DIY tidak bekerja sendiri.

Koordinasi lintas instansi dilakukan bersama Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) serta polisi wisata di lokasi.

“Kami juga bekerja sama dengan Polairud dan polisi wisata yang ada di lokasi. Jadi tidak murni Satlinmas sendiri, tetapi ada banyak kerja sama lintas instansi di lapangan,” kata Chatarina.

Terkait pantai yang tergolong rawan, Chatarina menyebut Pantai Parangtritis sebagai kawasan dengan tingkat risiko tinggi, terutama karena keberadaan palung laut dan tingginya jumlah wisatawan yang berkunjung.

“Parangtritis. Karena Parangtritis itu memiliki banyak palung. Selain itu, mayoritas wisatawan juga langsung menuju ke pantai Parangtritis. Namun sebenarnya pantai lain seperti Mbaron juga berbahaya. Jadi pada dasarnya hampir semua pantai memiliki risiko. Hanya saja, kebanyakan korban yang terjadi belakangan ini memang berada di kawasan Parangtritis karena banyaknya palung di sana,” ujarnya.

Satlinmas Satpol PP DIY mengimbau wisatawan untuk mematuhi seluruh peringatan keselamatan dan arahan petugas selama libur panjang Isra Miraj guna meminimalkan risiko kecelakaan di kawasan wisata, terutama di pesisir pantai selatan DIY. (*)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.