Pemadaman Listrik Mendadak Buat Masyarakat Tana Tidung Marah, Khawatir Alat Elektronik Rusak 
January 14, 2026 03:14 PM

Tak sedikit masyarakat yang melupakan kekesalannya terhadap kondisi ini dengan kalimat-kalimat penuh emosi baik di sosial media maupun secara langsung.

Dwi, salah satu warga Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap turut menyampaikan keluhannya atas pemadaman listrik yang dirasa semakin parah sejak tahun 2025 hingga sekarang.

Adanua pemadaman listrik yang terjadi secara berulang dalam satu hari ini menurutnya menjadi penyebab banyaknya peralatan Elektronik yang rusak.

Baca juga: Tiga Hari Pemadaman Listrik Bergilir di Malinau Kaltara, Hotel hingga Usaha Kecil Ikut Terdampak

"Drama listrik hidup mati dari tahun kemarin sampai hari ini belum ada solusi dari pihak terkait, sampai-sampai banyak alat Elektronik kami yang rusak," ujar Salbiah kepada TribunKaltara.com, Rabu (14/1/2026).

Sehingga masyarakat tidak sempat mencabut sambungan alat Elektronik dari terminal listrik untuk mencegah kerusakan.

Keluhan serupa juga turut dirasakan oleh Hamsiah salah satu warga Desa Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir.

Baca juga: PLN Nunukan Umumkan Pemadaman Listrik pada Minggu 20 Oktober Selama 3 Jam di Sejumlah Wilayah Ini

"Bayangkan dalam satu hari bisa tiba-tiba dua sampai tiga kali malah bisa lebih dari itu, ya apa tidak cepat rusak barang-barang kita," kesahnya.

Ia mengatakan tak sedikit masyarakat Tana Tidung yang memanfaatkan alat elektronik untuk mencari penghasilan.

"Jadi masyarakat kita ini banyak yang mata pencahariannya menggunakan alat elektronik," katanya.

Naik turunnya listrik tentu sangat mempengaruhi kondisi peralatan elektronik yang digunakan bahkan tentu dapat membuat kerugian.

"Kalau itu sampai rusak ya kasihan mereka harus perbaiki dengan biaya mahal dan belum tentu pemasukannya sebanding, kalau sudah begitu bisa kah pihak PLN mengganti barang kami yang rusak," pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.