Rupiah Menguat Tipis ke Dolar AS, Capai di Level Rp16.850 Rabu 14 Januari 2026
January 14, 2026 03:22 PM

TRIBUNPALU.COM - Nilai tukar Rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS (Amerika Serikat), Rabu (14/1/2026).

Rupiah dibuka pada level Rp16.850/US$, menguat sebesar 0,06 persen.

Hingga pukul 14.56 WITA, nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 16.860 /US$.

Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya Rupiah mengalami tekanan, melemah 0,21 % hingga menembus level Rp16.860/US$, yang menjadi posisi terlemah dalam hampir delapan bulan terakhir.

Sementara itu, pada pukul 09.00 WIB, indeks dolar AS (DXY) masih menunjukkan penguatan, naik 0,11 % ke level 99,236. Kenaikan ini melanjutkan tren positif dolar pada perdagangan kemarin, yang tercatat naik 0,28 % .

Baca juga: Dinas PUPR Banggai Akan Bersihkan Material Pasir di Jalan Halimun

Penguatan dolar AS di pasar global masih menjadi salah satu faktor utama yang dapat menekan pergerakan Rupiah hari ini. Peningkatan indeks dolar mencerminkan tingginya permintaan investor terhadap aset yang berbasis dolar, di tengah aksi jual mata uang non-dolar.

Kondisi ini sering kali membebani mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah, karena aliran dana cenderung kembali mengalir ke Amerika Serikat.

Dolar AS mendapatkan sentimen positif setelah rilis data inflasi konsumen (Consumer Price Index/CPI) AS yang sejalan dengan ekspektasi pasar.

Data ini semakin memperkuat spekulasi bahwa Bank Sentral AS (The Federal Reserve / The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan akhir Januari ini, meskipun ada tekanan politik dari Gedung Putih untuk segera menurunkan suku bunga.

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS mencatatkan kenaikan tipis pada pembukaan perdagangan Rabu (14/1/2026).

Rupiah bertambah tujuh poin atau 0,04 % , menjadi Rp16.870 per dolar AS, dibandingkan dengan posisi sebelumnya di Rp16.877 per dolar AS.

Baca juga: Curhat Cleaning Service RSUD Anutaloko Parigi, Minta Keadilan agar Tetap Bisa Menafkahi Keluarga

Beberapa faktor yang memengaruhi pelemahan Rupiah, di antaranya adalah ketegangan yang terjadi di Amerika Serikat, di mana jaksa telah meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell.

Meningkatnya tekanan politik terhadap The Fed turut menurunkan kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter AS.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.