PROHABA.CO, BANDA ACEH – Pasca banjir bandang dan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh akhir November 2025 lalu masih menyisakan duka dan 31 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Hingga pertengahan Januari 2026, proses pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh masih terus dilakukan.
Berdasarkan data terbaru, sebanyak 31 orang masih dinyatakan hilang, sementara jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai 545 orang.
Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menegaskan bahwa pencarian tetap dilaksanakan seiring dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat bencana.
Menurutnya, pencarian dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembersihan di lokasi terdampak,” kata Harris saat melansir konfirmasi Serambinews.com, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, fokus pencarian diarahkan ke wilayah-wilayah yang masih memiliki data korban hilang.
Menurutnya, pencarian tetap aktif, hanya saja dibarengkan dengan pekerjaan lain.
Kita tidak mengenal istilah pencarian pasif,” ujarnya.
Baca juga: 55 Desa dan Dusun di Aceh Hilang Akibat Bencana Banjir dan Longsor, Ini Daftarnya
Baca juga: Bawa Sabu Hampir 2 Kg, Buruh Asal Pidie Ditangkap di Bandara SIM, Terancam Hukuman Mati
Fokus pencarian diarahkan ke wilayah yang masih memiliki data korban hilang agar upaya evakuasi lebih terarah.
Sementara itu, Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, menjelaskan bahwa pola pencarian kini lebih bersifat responsif.
Tim di lapangan akan segera melakukan evakuasi apabila terdapat indikasi atau laporan ditemukannya korban.
“Tidak lagi dilakukan pencarian menyeluruh seperti sebelumnya, melainkan berdasarkan laporan dan tanda-tanda di lapangan,” katanya.
Bencana banjir bandang dan longsor ini merupakan salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Aceh.
Peristiwa tersebut dipicu oleh curah hujan ekstrem yang melanda hampir seluruh wilayah provinsi.
Data terakhir Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh yang diperbarui pada Rabu (13/1/2026) pukul 16.00 WIB, bencana ini berdampak pada 203 kecamatan dan 3.046 gampong di Aceh, dengan jumlah warga terdampak mencapai 670.826 kepala keluarga (KK) atau sekitar 2.584.130 jiwa.
Selain korban meninggal dan hilang, sebanyak 4.939 orang mengalami luka ringan dan 456 orang lainnya luka berat.
Adapun sebaran korban hilang paling banyak terdapat di Kabupaten Bener Meriah dengan 14 jiwa.
Disusul Aceh Utara sebanyak 6 jiwa, Aceh Tengah 4 jiwa, Nagan Raya dan Bireuen masing-masing 3 jiwa, serta Aceh Tenggara 1 jiwa.
Angka ini menunjukkan betapa luasnya cakupan wilayah terdampak dan besarnya tantangan dalam proses pencarian serta penanganan pascabencana.
(SerambNews.com/Rianza Alfandi)
Baca juga: Korban Meninggal Banjir Sumatera Meningkat Jadi 964 Orang, 264 Masih Hilang
Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor di Aceh Telan Korban, 305 Warga Meninggal dan 191 Masih Hilang
Baca juga: PT MPG Gelar Peringati Bulan K3 Nasional 2026, Ini Pesan Penting Harus Diterapkan