Laporan Wartawan Tribun Gayo Sri Widya Rahma | Aceh Tengah
TribunGayo.com, TAKENGON – Harga kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, kembali mengalami kenaikan pada Rabu (14/1/2026).
Tren positif ini terjadi setelah sebelumnya harga sempat anjlok akibat bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang memutus akses jalan lintas nasional di wilayah tengah Aceh.
Berdasarkan pantauan TribunGayo.com di lapangan, kenaikan harga terjadi hampir di seluruh jenis kopi, mulai dari kopi gelondong (cherry), gabah, hingga biji kopi hijau (green bean) di tingkat toke (pengepul).
Di Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, harga kopi Gayo jenis gelondong di tingkat petani tercatat berada di kisaran Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per kilogram (kg).
Angka ini mengalami kenaikan sekitar Rp 1.000 per kg hingga Rp 2.000 per kg dibandingkan harga sebelumnya yang berada di angka Rp 19.000 per kg.
Baca juga: Sempat Anjlok Saat Bencana, Harga Kopi Gayo di Takengon Kini Tembus Rp 23.000 per Bambu
Sementara itu, harga kopi gabah dilaporkan berada di kisaran Rp 45.000 hingga Rp 58.000 per bambu, tergantung kualitas.
Harga tersebut naik tipis dari harga sebelumnya yang berada di angka Rp 40.000 per bambu.
Untuk green bean, di tingkat pengepul harga bergerak di kisaran Rp 120.000 per kg hingga Rp 135.000 per kg naik signifikan dari harga sebelumnya Rp 110.000 per kg.
Kenaikan harga tersebut disampaikan oleh Sodik salah seorang toke (pengepul) kopi Gayo di Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah.
Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Bener Meriah.
Harga kopi gelondong di tingkat petani dilaporkan berada di kisaran Rp 25.000 per bambu.
Hal tersebut diakui oleh salah seorang petani di Kecamatan Bukit, Bener Meriah, Miko kepada TribunGayo.com.
"Sekarang gelondong Rp 25.000 per bambu, naik Rp 2.000 per bambu dari harga sebelumnya yang berkisar Rp 23.000 per bambu," ungkap Miko.
Kendati demikian, Miko juga menjelaskan bahwa untuk wilayah yang aksesnya masih belum bisa dilalui harga kopi masih rendah.
"Tapi untuk wilayah yang aksesnya minim harga kopi masih rendah" ujarnya.
Sementara itu, untuk harga kopi gabah dan green been, ia mengaku belum mengetahui harga update terbaru.
Rincian Harga Kopi Gayo di Aceh Tengah dan Bener Meriah
| Lokasi/Kecamatan | Jenis Kopi | Harga Terbaru | Harga Sebelumnya | Keterangan Kenaikan |
|
Aceh Tengah Jagong-Jeget |
Gelondong (Cherry) | Rp20.000 -Rp21.000/kg | Rp19.000/kg | Rp1.000-Rp2.000 |
| Gabah | Rp45.000 -Rp58.000/bambu | Rp40.000/bambu | Naik tipis | |
| Green Bean | Rp120.000 -Rp135.000/kg | Rp110.000/kg | Naik signifikan | |
|
Bener Meriah Bukit |
Gelondong | Rp25.000/bambu | Rp23.000/bambu | Rp2.000 |
| Gabah | Belum ada data | - | - | |
| Green Bean | Belum ada data | - | - |
Menurut para toke, kenaikan harga dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan kopi akibat dampak banjir dan longsor yang merusak kebun warga serta telah usainnya masa panen kopi di sebagian wilayah.
“Stok kopi masih terbatas, sementara permintaan tetap tinggi. Itu yang membuat harga kembali naik,” ujar Sodik.
Meski harga menunjukkan tren positif, petani berharap kondisi cuaca ke depan semakin stabil dan perbaikan infrastruktur jalan segera rampung agar distribusi kopi kembali lancar dan harga tetap bertahan. (*)