TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Evakuasi Syafiq Ali (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet, masih berlangsung.
Koordinator Basecamp Slamet Jalur Bambangan Syaiful Amri mengatakan, evakuasi Syafiq sama susahnya dengan pencarian yang dilakukan.
Pasalnya, relawan harus menghadapi mendan terjal dan cuaca ekstrem.
"Sekarang masih proses evakuasi," kata Syaiful saat dikonfirmasi, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: BREAKING NEWS: Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Ditemukan Meninggal
Syafiq Ali ditemukan meninggal di lereng puncak Gunung Slamet sisi selatan, antara jalur Gunung Malang dan Baturraden, Rabu pagi.
Area ini memiliki kondisi berpasir dan berbatu.
Saat itu, Syafiq mencari bantuan untuk temannya yang cedera.
Keduanya mendaki Gunung Slamet via jalur Dipajaya, Pemalang.
Operasi SAR langsung dibuka dengan melibatkan ratusan personel gabungan.
Namun, lebih dari sepekan pencarian tak membuahkan hasil, operasi SAR resmi ditutup, Rabu (7/1/2026) pekan lalu.
Relawan dari basecamp Bambangan Purbalingga dan Baturraden Banyumas kemudian berinisiatif melanjutkan pencarian secara mandiri di jalur masing-masing sejak Jumat (9/1/2026).
Baca juga: Tantangan Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet: Asap Tebal Kawah Segara Wedi Hingga Cuaca Ekstrem
Menurut Syaiful, pencarian ini dilakukan atas dasar kemanusiaan.
Pencarian juga meluas hingga Purbalingga dan Baturraden lantaran jalur ini kerap menjadi arah tersesat para pendaki Gunung Slamet.
Pencarian dilakukan dengan mengerahkan tiga Search and Rescue Unit (SRU) ke titik sesuai pemetaan Basarnas.
Pencarian kemudian diperluas hingga mereka kembali menyisir area puncak Gunung Slamet.
Pencarian mereka pun membuahkan hasil di hari keenam pencarian mandiri. (*)