WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ruas jalan protokol Jalan Gatot Subroto dan Jalan MT Haryono, Jakarta, ditemukan banyak lubang yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih saat ini masuk musim hujan.
Warta Kota mencoba menelusuri sepanjang ruas jalan protokol Jalan Gatot Subroto hingga Jalan MT Haryono untuk melihat kondisi jalan yang berlubang.
Temuan pertama terlihat mulai dari fly over dekat Halte Busway Slipi Petamburan mengarah ke Senayan.
Tampak lubang cukup besar menganga di sisi kanan jalan sehingga banyak pengendara sepeda motor yang menghindar.
Sementara itu, tambalan aspal di sejumlah penutup lubang gorong-gorong di Jalan Gatot Subroto depan Lapangan Bola Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, dengan grill/railing besi, hancur.
Akibatnya, ketinggiannya tak sama rata dengan aspal jalan alias lebih rendah dari permukaan jalan sehingga menjadi cekung.
Beberapa lubang di Jalan Gatot Subroto bahkan telah diberi tanda warna putih dengan cat pilok agar dapat dilihat pengguna jalan, dengan harapan bisa menghindari lubang tersebut.
Baca juga: Viral, Pencurian Pagar Masjid Al Ittihad Tambun Selatan Terekam CCTV
Sedangkan lubang di perbatasan antara Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, tepatnya Jalan MT Haryono arah Cawang, ditemukan di sisi kiri jalan atau di dekat Halte Busway Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.
Tak hanya di sana, dua lubang di sisi kanan jalan juga ditemukan di depan Stasiun LRT Cikoko, Jalan MT Haryono, Pancoran.
Banyaknya lubang itu dinilai membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
Hal tersebut disampaikan Suhendra (56), pengemudi ojek online (ojol) asal Cibinong, Bogor, yang sehari-hari bekerja di wilayah Jakarta.
Menurut Suhendra, kerusakan jalan semakin terasa berisiko di musim hujan seperti sekarang.
Selain menyebabkan kemacetan, lubang-lubang di jalan juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
“Kalau menurut saya seharusnya pemerintah lebih peka, karena ini musim hujan. Jalan berlubang itu sangat mengganggu dan membahayakan, terutama buat pengendara motor seperti saya,” ujarnya, saat ditemui Warta Kota di kawasan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu.
Ia mengaku kerap melintasi Jalan Gatot Subroto karena tuntutan pekerjaannya sebagai pengemudi ojol.
Meski belum pernah terjatuh akibat jalan berlubang, Suhendra mengatakan dirinya sering mengalami hentakan keras saat melewati jalan rusak.
“Alhamdulillah belum sampai jatuh, tapi kejedak-kejedak itu sering banget. Risikonya besar,” katanya.
Suhendra mengapresiasi langkah petugas Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan yang terlihat melakukan penambalan jalan di salah satu titik Jalan Gatot Subroto yang berlubang.
Perbaikan jalan yang berlubang di dekat Halte Busway Tegal Mampang itu sempat membuat kepadatan kendaraan.
Ia berharap perbaikan tidak hanya dilakukan di satu lokasi saja, tetapi sepanjang Jalan Gatot Subroto maupun jalan lainnya yang berlubang.
“Ini sudah langkah yang bagus. Tapi yang penting bukan cuma di sini, jalan-jalan lain juga harus dikontrol karena masih banyak yang berlubang,” ujarnya.
Ia pun berharap pemerintah daerah dapat melakukan pengawasan dan perawatan jalan secara rutin demi keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang dinilai paling rentan terhadap kondisi jalan rusak.
"Sering, sering sekali saya lewat jalan ini (Jalan Gatot Subroto). Apalagi saya ojol, sering banget, sangat membahayakan lah jalan berlubang," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Mukhlis (30), karyawan swasta yang bekerja di Jalan Gatot Subroto.
Ia mengatakan bahwa jalan rusak bukan masalah sepele dan tak bisa dibiarkan terlalu lama.
"Jangan sampai ada korban baru jalannya dibetulin, enggak bisa begitu, enggak boleh. Saya minta kepada Gubernur pak Pramono buat fokus juga dengan hal seperti ini," katanya.
Apalagi, kata dia, saat ini sudah masuk musim hujan dan kerusakan jalan sudah lama dikeluhkan masyarakat.
Permukaan aspal yang hancur tersebut membuat jalan menjadi licin dan berbahaya, terutama bagi pengendara sepeda motor.
"Dan kalau perbaiki jalan jangan sembarangan aja. Harus benar-benar rapi, agar tak terlalu sering ditambal," ucap dia. (m31)