Refly Harun Sebut Eggi Sudjana Pilih Damai dengan Jokowi Gegara Ditawai Proyek Triliunan
January 14, 2026 04:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Aroma rekonsiliasi antara Eggi Sudjana dan Joko Widodo atau Jokowi kian diperpanas dengan isu adanya 'transaksi' besar di balik layar. 

Pakar Hukum Tata Negara sekaligus pengacara kubu Roy Suryo, Refly Harun, membongkar rumor mengejutkan mengenai tawaran proyek bernilai triliunan rupiah yang diduga disodorkan pihak Jokowi kepada Eggi Sudjana sebelum keduanya bertemu di Solo.

Informasi yang diklaim sebagai "Info A1" ini diungkap Refly dalam forum Rakyat Bersuara di iNews, Selasa malam (13/1/2026). 

Refly mengaku mendapatkan bukti berupa tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Eggi Sudjana dengan seseorang bernama Benny Parapat.

Godaan Proyek Triliunan dan Fasilitas Luar Negeri

Berdasarkan pesan yang dibacakan Refly, Benny Parapat mengeklaim bahwa Eggi Sudjana sempat diundang oleh pihak Jokowi beberapa bulan lalu. 

Dalam komunikasi tersebut, Eggi diduga ditawari kesepakatan (deal) yang sangat menggiurkan, termasuk perjalanan ke luar negeri dengan pelayanan istimewa.

"BES (Bang Eggi Sudjana) mengklarifikasi dengan bukti-bukti dan saksi: Satu, bahwa BES benar mendatangi JKW (Jokowi) atas permintaan dan undangan JKW beberapa bulan yang lalu, bahkan dikondisikan ke LN (luar negeri), dengan servis yang amat istimewa dan jaminan dapat proyek nilai triliunan, mekanisme bank resmi. Dapat diwujudkan karena T (triliunan) itu ready," ujar Refly saat membacakan pesan dari Benny.

Baca juga: Razman Nasution Bongkar Rahasia Eggi Sudjana Sowan ke Solo soal Ijazah Jokowi

Baca juga: Istri Curiga Telepon Tak Diangkat, Pria di Talang Banjar Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Mandi

Baca juga: Menkeu Purbaya Bakal Evaluasi Total Pegawai Pajak, yang Jahat Dibuang ke Tempat Terpencil

Namun, Refly menjelaskan bahwa tawaran tersebut memiliki syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh Eggi, yakni bersedia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Jokowi.

Klaim Sempat Menolak Sebelum Sowan ke Solo

Meski kini Eggi Sudjana telah resmi mendatangi rumah Jokowi di Solo pada Kamis (8/1/2026) dan mengajukan Restorative Justice (RJ).

Pesan singkat tersebut menyebutkan bahwa Eggi sempat memberikan perlawanan terhadap tawaran tersebut di masa lalu.

“Tapi akhir jalan ke luar negeri tawaran deal best, mesti bersedia minta M (maaf) pada J (Jokowi). Demi Allah, BES menolaknya hingga gagallah deal tersebut,” lanjut Refly membacakan pesan tersebut.

Refly Harun menegaskan Benny Parapat bersedia mempertanggungjawabkan informasi ini. 

Data ini mencuat di saat publik bertanya-tanya mengapa Eggi Sudjana, yang sebelumnya sangat vokal mempermasalahkan ijazah Jokowi, tiba-tiba "balik badan" dan memilih jalur damai. 

Sementara itu, Eggi sendiri dikabarkan baru akan memberikan klarifikasi menyeluruh terkait manuvernya antara hari Rabu hingga Jumat pekan ini.

Kubu Jokowi membantah

Razman Nasution, Ketua Umum Kami Jokowi, meragukan bahwa chat yang diterima Benny itu berasal dari Benny.

“Bang Eggi selalu cerita ke saya bagaimana kondisinya. Proyek pun, Bang Egi saya yakin itu tidak ada. Saya pastikan ini tidak ada,” kata Razman dalam acara yang sama.

Razman pun meminta Eggi agar hadir di depan publik untuk menyampaikan klarifikasi agar tidak terjadi kegaduhan.

Lalu, Razman yang dikenal sebagai teman Eggi itu mengklaim dialah yang pertama kali mendatangi Jokowi supaya Jokowi bisa bermaafan dengan Eggi.

“Saya katakan bahwa pada waktu itu tidak mungkin ada tawaran Rp1 triliun. Mohon maaf, tidak yakin saya. Dan Bang Eggi tidak ngerti proyek-proyek,” kata dia.

Baca juga: Nasib Berbeda di Kasus Ijazah Jokowi: Berkas Roy Suryo Cs ke Jaksa, Eggi Sudjana Ajukan Damai

Baca juga: Guru SMK yang Dikeroyok Siswanya di Tanjab Timur Jambi Ungkap Alasannya Lapor ke Disdik

Bantahan juga disampaikan oleh Andi Azwan.

“Masalah triliunan dan sebagainya tidak ada sama sekali. Itu sudah terkonfirmasi oleh Kompol Syarif (ajudan Jokowi) masalah itu,” ujar Andi dalam acara yang sama.

“Tidak ada pembicaraan mengenai yang dikatakan triliunan itu, apalagi beliau (Jokowi) bukan presiden."

Seperti Razman, Andi mengimbau Eggi untuk keluar ke depan publik guna menjelaskan segalanya.

Eggi Sudjana Bertemu Jokowi di Solo

Sebelumnya, Eggi memang bertemu dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah bersama dengan aktivis, Damai Hari Lubis pada Kamis (8/1/2026).

Adapun pertemuan ini digelar tertutup dan tidak terdokumentasi.

Hal ini diakui oleh Sekjen Relawan Jokowi (ReJO), Muhammad Rahmad. Dia mengeklaim bahkan Eggi dan Damai sampai berpelukan dengan Jokowi.

“Saat pertemuan tidak ada foto dan video, namun sangat mengharukan. Karena pertemuan sangat terbatas dan tertutup, tidak sempat mendokumentasikan."

"Namun saya menyaksikan sendiri bagaimana Pak Eggi dan Pak Hari Damai Lubis berpelukan dengan Pak Jokowi sangat erat,” terang Rahmad saat dihubungi, Jumat (9/1/2026), dikutip dari Tribun Solo.

Rahmad mengaku sampai terharu saat kedua belah pihak yang dikenal berseteru sejak lama ini berpelukan.

Menurutnya, momen ini bisa menjadi hal yang dicontoh oleh masyarakat dalam berkehidupan berbangsa dan negara.

“Kami yang menyaksikan turut berkaca-kaca. Pertemuan Pak Eggi Sudjana dan Pak Hari Damai Lubis dengan Pak Jokowi adalah pertemuan patriotik yang patut menjadi suri teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Rahmad.

Dia juga menyebut Eggi Sudjana turut menghadiahi Jokowi sebuah buku berjudul OST JUBEDIL (Objektif, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, Adil) yang merupakan karya tulisnya.

Ini saya tanda tangani untuk saudaraku seiman se-Islam Pak Joko Widodo. Insyaallah beliau cerdas, berani, militan (CBM),” terangnya dalam sebuah video yang diterima.

Di sisi lain, Damai membantah bahwa pertemuannya dengan Jokowi adalah wujud permintaan maaf.

Damai menyebut, pertemuan tersebut merupakan bagian dari agenda internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang sempat tertunda sejak April 2025, bukan langkah personal terkait perkara hukum yang sedang berjalan.

"Eggi merasa terbebani karena saat 16 April 2025 pada waktu TPUA ke Solo agenda silaturahmi Eggi tidak hadir karena faktor sakit," katanya.

"Sehingga ke Solo ini merupakan bagian langkah langkah agenda internal organisasi TPUA yang layak dijalankan," sambungnya.

Dia mengklaim pertemuan itu dilakukan karena situasi dan kondisi yang terindikasi ada yang ingin memecah belah kekompakan TPUA oleh eksternal.

 Namun, Damai Hari Lubis tak menjelaskan secara pasti siapa sosok eksternal yang dimaksud.

"Akhirnya pada titik kesimpulan faktor pecah belah ini hanya dapat diredam dengan kebijakan khusus oleh 2 orang tokoh senior di TPUA semata demi kebaikan, berikut dengan segala beban pertangungjawaban moral organisasi kepada dan terbatas hanya kepada para tokoh pendiri TPUA," ungkapnya.

Dia menjelaskan Eggi Sudjana selaku Ketua TPUA akan memberikan klarifikasi agar isu ini tidak menjadi liar dan bisa mencegah adanya fitnah kepada mereka.

"Ada timing untuk klarifikasi secara komprehensif," tuturnya.

Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat di Talang Banjar Jambi Bermula dari Kecurigaan Istri

Baca juga: Siswa SMP 25 Jambi Disengat Tawon Vespa, Damkartan Evakuasi Sarang di Lingkungan Sekolah

Baca juga: Istri Curiga Telepon Tak Diangkat, Pria di Talang Banjar Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Mandi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.