Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Lampung mulai memanaskan mesin menuju gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II Tahap 2 yang akan berlangsung di Sulawesi Utara pada 2026 ini.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria mengungkapkan, bahwa pada PON Bela Diri Tahap 2 ini, Kontingen Lampung akan turun di tujuh cabang olahraga dari delapan cabor yang dipertandingkan.
Pada gelaran PON Bela Diri Tahap 2 ini, pihaknya tidak ingin atlet Bumi Ruwa Jurai hanya sekadar meramaikan, melainkan menargetkan prestasi dan medali yang maksimal.
"Satu cabor yakni Yongmoodo kita absen karena memang belum memiliki kepengurusan dan atletnya di Lampung. Jadi kita fokus pada tujuh cabor yang ada," kata Riagus Ria saat rapat koordinasi bersama pengurus cabang olahraga (cabor) beladiri di Kantor KONI Lampung, Selasa (13/1/2026).
Adapun tujuh cabor disiapkan untuk mengikuti ajang nasional tersebut meliputi, Anggar, Taekwondo, Kickboxing, Muaythai, Bela Diri Campuran (MMA), Kurash, dan Tinju.
Riagus menegaskan, target utama KONI Lampung kali ini adalah perbaikan peringkat dan raihan medali yang lebih baik dibanding edisi sebelumnya.
Dimana, pada gelaran PON Bela Diri 2025 tahap I di Kudus, Kontingen Lampung meraih total 20 medali (5 emas, 5 perak, 10 perunggu).
Untuk mencapai itu, Riagus menekankan bahwa proses pembinaan hingga seleksi yang ketat dan berkualitas menjadi kunci.
"Prinsipnya, atlet yang diberangkatkan harus benar-benar berkualitas. Kita akan lakukan seleksi ketat melalui tes fisik tahap pertama dan kedua. Kita tidak mau hanya jadi penggembira, targetnya bawa pulang medali," tegasnya.
Di sisi lain, perwakilan cabor Anggar Lampung Mira Daniaty, menyambut positif langkah cepat KONI Lampung dalam melakukan koordinasi.
Menurutnya, kepastian tahapan seleksi memberikan ketenangan bagi pengurus cabor untuk mematangkan program latihan.
Meski mengakui masih ada kendala teknis, Mira memastikan semangat para atlet tidak surut.
"Kami terus mematangkan atlet, meski diakui masih ada keterbatasan fasilitas latihan. Tapi yang paling penting intensitas latihan tidak berkurang agar fisik dan teknik tetap terjaga," ungkap Mira.
Ia menambahkan, cabor anggar menggunakan hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sebagai tolok ukur utama dalam memilih atlet yang akan diterjunkan ke Manado, Sulawesi Utara.
"Harapannya dengan perhatian dari KONI, atlet kita bisa lebih percaya diri. Kami optimis bisa memberikan yang terbaik untuk Lampung," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)