Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH – Driver PT Kay Jun Food, Agung, akhirnya buka suara terkait kasus viral pembuangan sampah makanan di Desa Dusun Baru I, Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu Tengah.
Agung mengungkapkan bahwa dirinya bersama satu orang rekannya diperintahkan atasan untuk membuang makanan yang sudah hampir kedaluwarsa pada Jumat (9/1/2026) malam.
“Waktu itu saya dan satu orang teman diminta bos untuk membuang makanan yang sudah hampir expired,” kata Agung saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (14/1/2026).
Menurut Agung, awalnya sampah tersebut direncanakan dibuang ke TPA Air Sebakul. Namun saat sebagian sampah sudah diturunkan, ada seseorang yang melarang dan meminta agar sampah tersebut dimuat kembali ke dalam kendaraan.
“Di TPA Air Sebakul sempat diturunkan sedikit, tapi ada yang melarang dan menyuruh kami muat lagi. Akhirnya kami cari lokasi lain,” ujarnya.
Karena kondisi sudah malam dan tidak menemukan lokasi pembuangan yang sesuai, Agung dan rekannya kemudian memutuskan membuang sampah tersebut di pinggir jalan wilayah Desa Dusun Baru I.
“Kondisi sudah malam, jadi kami buang di pinggir jalan di Dusun Baru I,” ungkapnya.
Baca juga: Viral Karyawan PT Kay Jun Food Buang Sampah Makanan Rusak di Permukiman Warga Bengkulu Tengah
Keesokan harinya, setelah dihubungi oleh warga setempat, Agung bersama rekannya kembali ke lokasi untuk membersihkan tumpukan sampah yang telah dibuang.
“Kami langsung kembali dan membersihkan. Sampah itu kami angkut lagi dan dibawa ke gudang perusahaan,” jelas Agung.
Agung menambahkan, sampah tersebut kemudian dimusnahkan di gudang perusahaan sesuai arahan pimpinan.
Jenis sampah yang dibuang merupakan produk es krim yang masih memiliki masa kedaluwarsa sekitar empat bulan lagi, namun kondisinya tidak layak edar.
“Biasanya kalau produk mau kadaluarsa tapi masih bagus, dibagikan ke warga sekitar kantor. Tapi yang ini kondisinya sudah tidak bagus, makanya dibuang,” pungkas Agung.
Kasus ini masih dalam proses klarifikasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Bengkulu Tengah, menyusul pemanggilan perusahaan terkait guna memastikan SOP pengelolaan dan pemusnahan produk makanan agar kejadian serupa tidak terulang.
Viral di Media Sosial
Peristiwa pembuangan sampah tersebut terjadi pada Jumat malam (9/1/2025). Sampah berupa jajanan makanan rusak dibuang di pinggir jalan hingga menumpuk dan hampir memenuhi badan jalan.
Warga baru mengetahui kejadian itu keesokan harinya, Sabtu (10/1/2025), dan langsung memprotes karena jumlah sampah yang sangat banyak.
Kepala Desa Dusun Baru I, Fauzi, mengatakan tumpukan sampah tersebut diperkirakan hampir setara dengan satu muatan truk dan sangat mengganggu lingkungan permukiman warga.
Menurut Fauzi, sampah jajanan rusak itu diduga berasal dari PT Kay Jun Food.
Ia menyebut pembuangan tersebut kemungkinan dilakukan oleh oknum karyawan tanpa sepengetahuan pimpinan perusahaan.
Awalnya, pihak desa kesulitan menghubungi pemilik usaha.
Setelah nomor pimpinan perusahaan berhasil diperoleh dan dihubungi, pihak perusahaan menyampaikan permintaan maaf dan mengaku tidak mengetahui adanya pembuangan sampah di wilayah permukiman warga.Setelah dilakukan komunikasi, oknum karyawan yang membuang sampah tersebut kembali ke lokasi untuk membersihkan sisa tumpukan sampah.
Sebelumnya, sebagian sampah telah dibersihkan oleh masyarakat secara swadaya karena khawatir menimbulkan dampak lingkungan dan bau tidak sedap.
Di hadapan warga, oknum karyawan tersebut menyampaikan permintaan maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.
Bertentangan dengan Program Kebersihan Desa
Fauzi mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut karena Desa Dusun Baru I saat ini tengah menggalakkan kebersihan lingkungan sejalan dengan program Bupati Bengkulu Tengah, BERBINAR (Bersih dan Bersinar).
Ia menyebut, pada Jumat pagi sebelum kejadian pembuangan sampah, warga desa baru saja melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan.
Namun, pada malam harinya justru terjadi pembuangan sampah sembarangan di wilayah permukiman.
Akibat kejadian ini, warga berharap ke depan tidak ada lagi pembuangan sampah sembarangan di lingkungan permukiman.
Warga juga meminta pelaku usaha lebih bertanggung jawab dalam mengelola limbah, khususnya sampah makanan, agar tidak merugikan masyarakat.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini