TRIBUNBENGKULU.COM - Meski Mens Rea viral di media sosial dan mendapat antusias yang begitu luar biasa, Pandji justru menegaskan hal ini.
Pandji menegaskan bahwa tidak akan ada lagi Mens Rea kedepannya.
Hal itu disampaikannya di unggahan akun X (Twitter) @pandji pada 11 Januari 2026 lalu.
"Bang kapan ada mens rea lagi mau nonton langsung aja," tulis salah satu netizen.
Seketika Pandji pun menanggapi soal ini.
"Nggak akan ada Mens Rea lagi," tegas Pandji dikutip TribunBengkulu.com, Rabu (14/1/2026).
Saat ini Pandji bersama keluarganya telah menetap di New York.
Bahkan saat Mens Rea sedang jadi perbincangan hangat, Pandji justru menikmati momen liburannya di New York.
Ia membagikan momen liburannya di Instagram pribadinya.
Denny Sumargo dan Ahok yang mengetahui soal Pandji asyik berlibur di tengah polemik Mens Rea, justru menanggapinya dengan senang.
"Aduh seru Panji udah lari ke New York nih. Gua enggak tahu dia lari apa lagi berlibur ya soalnya di sana ya," ucap Denny Sumargo, Rabu (7/1/2026).
"Dia sudah tinggal sana," jawab Ahok.
"Lu ninggalin masalah nih di Indonesia," timpal Denny Sumargo.
Oh, enggak enggak masalah dong. Justru itu kan edukasi. Edukasi. Itu yang gua suka dari Panji. Kita perlu mengedukasi supaya masyarakat tuh paham," pungkas Ahok.
Bayaran Fantastis Pandji di Mens Rea
Saat tampil di podcast YouTube Juan & Eve, Pandji sempat buka-bukaan mengenai pendapatannya dari Mens Rea.
"Berapa pendapatan lo dari show Mens Rea in total?," tanya Juan dikutip dari YouTube Juan & Eve, Selasa (6/1/2025).
Awalnya Pandji tidak mengungkap secara pasti nominal pendapatannya.
Ia hanya memastikan belum ada komika di Indonesia yang pendapatannya fantastis setara dengan pendapatan dari Mens Rea.
"Pokoknya gue bisa bilang, tidak ada satupun komika di Indonesia yang bayarannya sebesar bayaran gue untuk Mens Rea," papar Pandji.
Juan mendesak Pandji untuk membocorkan nominal pendapatan secara jelas.
Pandji kemudian memberi clue lewat berapa jumlah nol dalam pendapatannya.
Juan pun kaget mendapati fakta bahwa pendapatan Pandji mencapai miliaran.
"Anj**, di atas Rp 1 M," seru Juan kaget.
Mahfud MD Bela Pandji
Saat ini banyak pihak yang melaporkan Pandji Pragiwaksono akibat materi roastingnya di pertunjukan Mens Rea Agustus 2025 lalu.
Namun sampai saat ini Pandji justru menanggapinya dengan santai, bahkan tak menghiraukannya.
Karena saat ini pandji bersama keluarga kecilnya telah menetap di New York.
Sementara itu mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang sejak awal membela Pandji kini turut buka suara.
Dirinya merasa heran terhadap pihak yang melaporkan pandji Pragiwaksono.
Mahfud menanggapi laporan yang dilayangkan oleh dua pihak yang mengaku sebagai Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah.
Menurutnya, sejak awal laporan tersebut sudah menimbulkan tanda tanya besar, terutama terkait kedudukan hukum para pelapor.
Legal Standing Dipertanyakan
Mahfud secara tegas menyatakan bahwa penggunaan nama besar organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah tidak bisa dilakukan sembarangan. Ia menilai para pelapor tidak memiliki legitimasi yang jelas.
“Yang pertama, Angkatan Muda NU dan Muhammadiyah yang mengajukan laporan itu menurut saya aneh. Tidak punya legal standing,” kata Mahfud dikutip dari Youtube Mahfud MD Official, Selasa (13/1/2026).
Menurut Mahfud, seseorang atau sekelompok orang tidak dapat serta-merta mengatasnamakan organisasi besar tanpa kedudukan resmi dalam struktur organisasi tersebut. Tanpa legitimasi formal, klaim sebagai perwakilan organisasi dinilai cacat sejak awal.
Mengapa Komika yang Dilaporkan?
Selain mempertanyakan legal standing, Mahfud juga menyoroti objek laporan yang menurutnya tidak masuk akal.
Ia mempertanyakan mengapa Pandji yang berprofesi sebagai komika justru menjadi sasaran, sementara kritik serupa telah lama disampaikan tokoh-tokoh penting dari NU dan Muhammadiyah sendiri.
“Kenapa dia melaporkan Panji yang sudah jelas-jelas itu komika, kenapa tidak melaporkan Aqil Siradj?” ujarnya.
Mahfud menilai, jika kritik terhadap kebijakan tambang dianggap bermasalah atau melanggar hukum, maka seharusnya pihak-pihak yang pertama kali menyuarakan kritik tersebut juga diperlakukan sama.
Kritik Tambang Sudah Lebih Dulu Disampaikan Tokoh Ormas
Mahfud mengingatkan bahwa jauh sebelum Pandji mengangkat isu tersebut dalam materi komedinya, kritik keras terhadap kebijakan tambang telah disampaikan oleh tokoh-tokoh terkemuka.
Ia menyebut nama Aqil Siradj dan Din Syamsuddin sebagai contoh figur dari NU dan Muhammadiyah yang secara terbuka mengkritik kebijakan pertambangan dan menilai kebijakan tersebut merusak atau tidak baik bagi organisasi maupun masyarakat.
Bahkan, menurut Mahfud, pandangan serupa juga datang dari tokoh Muhammadiyah lainnya. Namun, tidak satu pun dari mereka pernah dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Mahfud menilai kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan dan kejanggalan dalam perlakuan hukum.
Jika kritik dianggap sebagai persoalan pidana, maka seharusnya semua pihak yang menyuarakan kritik diperlakukan setara.
“Kalau memang itu dianggap masalah, kenapa tidak mereka yang dilaporkan? Orang NU sendiri, orang Muhammadiyah sendiri yang bicara lebih dulu,” kata Mahfud.
Pernyataan Mahfud ini semakin memperkuat perdebatan publik terkait pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono apakah langkah tersebut murni penegakan hukum, atau justru mencerminkan standar ganda dalam menyikapi kritik yang datang dari dunia seni dan komedi.